Kata Sandi
It’s Fun to do what we wanna do
RSS RSS
12 June 2009

Pertama aku mau ketawa dulu.. Hahahaha… Tepat 1 bulan sudah akua tak merenovasi konten blog www.katasandi.com ini. Dan sebaliknya untuk facebook, daKU rajin 2 kali sehari login untuk ngubah status, ngintip komen, ngintip foto yang masuk, ngintip halaman profil gacoan aye dan ngintip-ngintip tapi gak bikin bintit lainnya…

Ahh.. Facebook memang menghalangi produktivitas blogger.

Anyway, kangen juga mau nulis. Jadi mau cerita tentang 1 hal yang sekarang sedang membayangi pikiran. Yaitu

Kapan Kawin?

Well, Kemarin nenekku datang menjenguk aku dari kampung halaman. Upss Bukan! Tujuan utama sebenarnya bukanlah pengen melihat kabarku sih.. Yah nenek datang ke rumah just for nginep buat satu malam saja untuk besoknya lanjut pergi lagi datengin keluarga yang ada di satu daerah yang sama. Telisik punya telisik, si nenek ‘ada’ nanya sama ibu pemilik rumah yang kutumpagi ini.

‘Hmm.. Sandi sering bawa cewek gak ke rumah?’
Tapi bukan itu sih inti pertanyaannya, INTINYA langsung saja hmm…Si nenek hanya meyakinkan kira-kira
‘Kapankah aku akan duduk di pelaminan?’

Oh Gosh.. asal tau aja, di Adatku itu aku dianggap sudah terlalu tua untuk belum memiliki rumah tangga. Yap. Di umur 22 tahun ini. Dua Puluh Dua Tahun sodara-sodara. Secara… keluarga besarku yang kebanyakan tinggal di kampung kecil itu semuanya menikah diusia muda, sekitar antara 17an. Semua paman dekatku merit pada usia di bawah 20 tahunan. Atau nyokap sendiri yang menikah di usia 17 dan melahirkan saya yang manis ini di usia ke delapan belas tahunannya.

Memang gak bisa dipungkiri lingkungan SANGAT BERPENGARUH dalam target seseorang untuk melegalisasi pasangan hidup. Kalau lingkungan kita sebagian besar dihabiskan bersama orang-orang yang sudah berumah tangga pasti bawaannya pengen juga secepatnya kawin. Tapi sebaliknya, kalau kita gaulnya ma orang-orang yang masih kuliah atau ma orang-orang yang suka nongkrong dan hang out yang namanya kawin pasti gak bakal ada di list ‘untuk-dipikirkan’.

Secara umum, di Kotaku banjarmasin yang terletak di selatan pulau kalimantan ini. Wanita-wanita di sini sudah tampak serius berpikir tentang membangun rumah tangga kalau sudah menginjak usia 25an. Gusar memikirkan untuk cepat-cepat memiliki suami. Dan berpikir kalau nanti mereka gak terlalu tua pabila anak mereka ada di bangku kuliah.

Tapi kalau di lihat di kota terbesar di indonesia itu, di Jakarta-Raya. Buanyakkk banget kita bisa lihat pribadi-pribadi yang sudah mencapai usia 30an tapi masih sibuk menjejaki karir dan agak tidak terlalu ambil pusing dengan pikiran untuk berumah tangga. Setuju gak? Bisa dilihat dari lingkungan sekitar kita maupun para selebriti yang ada di tayangan rumpi. Coba kalau mereka-mereka yang kepala tiga ini dibawa ke kotaku atau kampungku yang menikah rata-rata usia dibawah 20 tahuan. Aku yakeenn, pasti mereka kelabakan. Takut dibilang ‘bujang-lapuk’ hehe..

Intinya, aku sendiri akhirnya ketawa aja dengan kekhawatiran nenekku kenapa sampai sekarang diriku tidak memperlihatkan sinyal-sinyal untuk berumah tangga. Karena nyokap sendiri aja juga ngerti. Aku masih belum-siap kalau harus menikah dini, baik baik siap secara duit (secara hutang juga masih dimana-mana haha), secara mental (gue masih suka ngumpul-ngumpul ma teman-teman) dan.. yah just say, im not ready.

Tapi, kalau sudah tiba waktunya.. aku pasti akan kabarin kok nek… :)

written by sandi

12 May 2009
Posted in: Gaya Hidup, Hati

Hai blogku.. apa kabar.. nampaknya makin sepi aja nih katasandi.com.. Terlihat dari komennya yang makinnn sedikit hehe

Sodara-sodari pasti bisa nebak apa penyebab kemalasan ngeblog ini melanda. Tak lain tak bukan dia adalah si-facebook-monyongggg… Gue jadi lebih suka share evrything lewat yang namanya Facebook itu. Abisnya gimana ya, ini adalah alat yang paling ampuh buat berbagi kepada orang-orang terdekat gue yang kebanyakan make internet hanya karena Friendster dan Facebook.

Jadilah perasaan gue sekarang selalu tercurah melulu lewat facebook. What’s on my mind.. gimana rasa gue pada saat itu. Atau kayak kemarin gue ‘n the Geng jalan-jalan ke salah satu jembatan terindah kalimantan selatan, Jembatan Rumpiang yang tepatnya ada di kota Marabahan. And sure.. gue UPLOADDDlah semua foto n cerita gue di Facebook itu.

Nih fotonya.

Tuh sekilas Jembatannya. Mana guenya? GAK ADA!!! Memang susah kalau yang paling jago moto dan yang PALING SIAP BUAT MENGALAH. Guepun dijadikan tumbal. Sedangkan orang-orang yang ada di foto noh gak ada yang peduli kalau gue juga mau dong difotoin rame-rame hixhix. Tapi gak papa karena untungnya gue orangnya pasrah-an hahaha.

Dan ini salah satu foto favorit gue kemarin

And this is so HOT too

Kalau iseng mau liat foto-foto (ABG style) lain bisa dicek di facebook gue. Tuh khan facebook lagii..

written by sandi

03 May 2009
Posted in: Hati

Gue percaya setiap orang diberi ‘gift’ masing-masing oleh Tuhan. Gift disini mengacu pada Bakat atau kemampuan yang sudah dibawa dari lahir. Ada yang dibekali kemampuan hebat di matematik, bakat memimpin, menulis, komunikasi, berdagang, IQ tinggi dan lain-lain.

Pasti ada alasan kenapa Tuhan mempercayakan untuk memberikan gift itu kepada kita. And, what should we do? Manfaatkanlah sebaik-baiknya.. jangan sampai mubazir.

Memang gak sedikit orang yang punya bakat luar biasa mesti mengubur pemberian Tuhan tersebut karena pekerjaan atau kesehariaanya sekarang tidak membutuhkan kemampuan dari gift tersebut. Padahal Tuhan sudah menyiapkan sesuatu buat bisa kita pakai dalam hidup, tapi kita justru terkurung karena kadang kita sendiri gak sadar adanya bakat tersebut dalam diri kita.

Contohnya tukang sayur keliling, mungkin…. dalam dirinya sudah disisipi anugerah sebagai pemain bola yang luar biasa. Mungkin bakal mengalahkan Bambang Pamungkas atau Ronaldo. Tapi karena latar belakang kehidupannya sehingga tidak ada kesempatan untuk dia memperlihat keahliannya dalam sepak bola. Sehingga bakat itupun akhirnya usang terpendam.

Atau seorang salesman yang punya bakat menyanyi luar biasa indahnya dan akhirnya hanya bisa nyanyi di dalam kamar mandi dan tak ada waktu buat dinilai oleh orang lain.

Oleh karena itu, banyak pencari bakat yang percaya kalau Gift ini gak hanya bisa ditemukan di kota besar. Dan yakin kalau daerah pasti juga punya potensi tersebut. Gak mungkin Tuhan hanya mengucurkan bakat istimewa berpusat di ibu kota saja. Sehingga munculah berbagai macam acara pencarian bakat yang disebar keseluruh pelosok negeri ini.

Trus hasilnya? Kadang pihak pencari bakat mesti agak kecewa karena kemampuan anak daerah tidak sehebat yang diharapkan. Padahal ini hanya masalah latar belakang sosial yang membuat bakat yang dimiliki oleh orang daerah masih belum diasah secara matang. Atau masih banyak yang malu karena kondisi daerah yang mempunyai pola pikir bahwa profesi bintang terlalu seperti mimpi bagi mereka.

Gue percaya orang-orang yang membaca tulisan ini PASTILAH memiliki bakatnya masing-masing yang sayangnya kebanyakan dari kita tidak mempedulikannya. Padahal alangkah bagusnya, seperti seseorang yang punya kemampuan memimpin dan berjiwa sosial tinggi bisa ikut bertarung dalam kancah politik indonesia, bukannya orang-orang kaya yang hanya ingin tambah kaya lagi dan gak ngerti bagaimana rasanya tidak makan berhari-hari.

Atau yang punya bakat menulis, kenapa tidak dari sekarang siapkan tulisan trus dikasih ke pihak penerbit. We’ll never know til we try, right?

Yang senang ma anak kecil dan ntah kenapa anak-anak kok merasa nyaman di dekatmu, kenapa gak mencoba menjadi guru playgroup atau guru SD. Atau yang punya kreativitas tinggi dan keinginan untuk memajukan negeri dengan pikiran yang inovatif, menjadi Guru sangat pas buat orang-orang seperti anda.

Dan gift itu selalu berbanding lurus dengan minat kita. Sudah gape ditambah kita suka, pastinya membuat kita bisa bekerja maksimal. Because you know, sekarang dunia kita hanya membutuhkan yang terbaik dibidangnya.

written by sandi

25 April 2009
Posted in: Hati

Kalau gue baca lagi tulisan gw di blog akhir-akhir ini tulisannya seriusss mulu ya.. hehe. Tentang impian, harapan, mimpi, perjuangan hingga kekecewaan. Ya begitulah kalau dah ngomongin masa depan bawaannya seriuss mulu.. Apalagi kalau dah drop, suasana jadi bagitu dramatis dan sentimentil hingga terkadang berubah menjadi norak ahaha.. maaf ya..

‘Sandi jangan drop ya.. semangat…’

Hehe kalimat itu sering banget mampir di telinga gue akhir-akhir ini. Thank u semuanya atas dukungannya.

Iya.. Kalau ditanya, sandi kamu benar-benar kecewa ya kemarin? I will say ‘Yess’. Kecewa.. banget… dan sedih luar biasa. Seandainya pengorbanan gue tak bermodal mungkin gue bakalan santaii.. tapi bedanya ini adalah salah satu cerita perjuangan gue yang memakan banyak pengorbanan. Bagi orang berduit bisa ke jakarta merupakan hal yang apa..sih.. kecil. Lah aye bang, orang yang gak punya apa-apa tentunya ini menjadi judi besar tersendiri menaruhkan kelanjutan mimpiku yang begitu tinggi.

Dan di hari berikutnya, ketika gue dah pulang ke banjarmasin, di hati ini masih aja menyimpan sedih dan kegelisahan akan mimpi yang mau diterusin apa cukup sampai di situ.

Tetapi, 1 hari setelahnya gue dah mulai bisa mengikhlaskannya dan semangat kembali. Gue gak akan pernah berhenti kecuali gue mati hihi.. Setelah menyadari bahwa ‘kegagalan bukanlah akhir, melainkan justru ini menjadi warna dari kisah perjuangan. Bukankah tanpa gagal perjuangan bisa terasa hambar’. Jadi, Kalau gak gagal gak berasa donk.. tapi jangan gagal melulu juga sih. haha.. Mencoba instropeksi kalau gue akhirnya sadar banget kemarin masih banyak yang kurang dari usaha penggapaian gue: kurang usaha serta kurang berdoa.

Guys, Rangkaian orang-orang besar di dunia ini gak ada yang perjuangannya pada mulus-mulus kayak jalan tol ke bandara. Ada kerikilnya juga, ada loncatan besar, sering keprosok tapi.. mereka tetap semangat. Berpikir, ngapain berjuang sudah terlalu jauh kalau pada akhirnya nyerah di tengah jalan. So, struggle is a must. keep goes on!!! Get what we want. Dan percaya Tuhan maha mengetahui apa yang telah kita korbankan serta lakukan.

Contohnya Kisah oprah winfrey yang juga gak mulus. Bahwa pada tahun 1977 dia pernah dieliminasi produser TV karena Oprah dianggap gagal membawakan acara dikarenakan di langkah karir pertamanya tersebut Oprah tenggelam dalam duet bersama Jerry Turner (penyiar kondang) dan orang gak suka dengan logat Oprah yang begitu anehnya. But, what’s goin on to oprah now? Acara Oprah sukses besar hingga oprah dicintai oleh jutaan manusia di seluruh dunia.

Atau.. kisah 7Up yang berawal dari kegagalan memulai dengan nama 3Up tapi perjuangan terus dilakukan hingga masyarakat menerima minuman soda ini setelah namanya diganti berkali-kali dan inovasi yang tiada henti, hingga akhirnya sukses setelah namanya menjadi 7Up.

Kisah Steve Jobs pendiri Apple Computer Co juga gak berbeda. Apple sempat sangat sukses, tapi pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan malah memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri. Tapi Jobs gak menyerah, dia mendirikan lagi perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar yang kita kenal karya merka seperti toy story, Finding nemo atau animasi favoritku The Incredibles.

Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan Microsoft membuat Apple yang memecat JOBS di awal malah menjadi kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan mengaplikasi teknologi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang fenomenal yaitu iPod.

Serta masih banyak kisah-kisah besar lainnya. Belum lagi pelawak kita TUKUL yang hampir semua warga indonesia tau kalau Tukul adalah salah satu orang sukses banget yang juga sempat banget jatuh bangun berjuang dari kerasnya dunia hiburan hingga sukses besar merengkuh impiannya seperti sekarang. Sering khan kita dengar tukul bilang ‘Sukses itu hasil kristalisasi keringat’. Yang artinya gak ada perjuangan yang instant, butuh perjuangan keras walaupun akan harus memakan waktu yang sangat lama.

Semua orang sukses pernah down, pernah kecewa karena penolakan atau kegagalan. tapi persamaannya mereka gak pernah menyerah untuk mendapatkan apa yang mereka mimpikan.


‘Bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.’

‘Tidak akan pernah ada pengorbanan yang sia-sia. Tetapi tidak akan menjadi berarti Kalau perjuangan tersebut dihentikan.’

‘Beruntunglah kita yang masih memiliki mimpi. Karena artinya kita masih percaya pada diri sendiri kalau kita orang istimewa yang mampu mewujudkan mimpi’

written by sandi

22 April 2009
Posted in: Hati

Guys, hari ini Rabu 22 April 2009.
9 jam setelah pengumuman penting di mana perjuanganku mesti berakhir sampai di sini.
Setelah gue gagal di tahap yang sebelumnya sempat gue pikir gue bakal aman karena selalu lolos pada tahap psikotes.
Tapi kenyataan sekarang berkata lain. Gue gagal, tersendat pada tahap yang hampir membawaku ke Interview terakhir.

Soalnya sulit? Gak. Gampang banget. Seperti soal psikotes lainnya yang pernah kukerjakan. Tapi mungkin keadaan fisik gue yang lemah, yang banjir keringat dan konsentarsi menurun. Di mana 4 jam sebelum tes dimulai, gue sempat kesasar di tengah keramaian jakarta. Alhasil soal-soal di depan mata gue tersebut seakan kompak ngetawaain kelambanan dan keraguan gue dalam ngerjain mereka.

…..

Katanya ‘Takkan pernah ada pengorbanan yang sia-sia’.
Tetapi tetap hati ini gak bisa dibohongi.
Pengen.. banget bisa nangis agar hati gue lega,
dan perasaan yang menyala ini bisa padam.

Tapi.. gak bisa..

Ntah karena gue yang memang ikhlas dan sadar air mata takkan membuat mimpi terwujud..
Atau..

Karena hati yang sudah pandai berpura-pura kuat yang mencoba bersembunyi di balik kekecewaan yang maha pedihnya.


Kadang, aku malu pada orang-orang yang telah mendukungku, malu pada orang-orang yang bersusah payah nolongin aku selama di jakarta, malu pada orang-orang yang menyangsikan kepergianku untuk mencari sesuatu yang gak pasti di jakarta.


Sering ingat dengan semua pengorbanan lalu yang bikin aku miris banget. Sekuat tenaga berusaha ikhlas.. tapi di sudut hati kecil ini menyimpan dahaga akan mimpi yang sakit karena tak bisa diraih.


Di sini.. di atas sebuah kasur biru. di sebuah kamar kecil dengan kipas angin putih yang meniupkan angin kecilnya melawan panas sinar matahari jakarta yang terik.
Aku sendiri… mengingat semua pengorbanan singkat tapi begitu besar kalau akhirnya ternyata semuanya sia-sia.

Mungkin..

Tuhan memang punya Rahasia. Mungkin Tuhan punya rencananya sendiri…


Pengen banget gue pulang menemui nyokap. Berlari mengejarnya, memeluknya sekuat tenaga dan menumpahkan semua air mata kekecewaan ini.

I Need you Mom..

Thanks for all of my friends who supported me : Helmi, Sentot, achie, ka melly, mba opie, mba uci, ade, yadi, snepy, lewis, kukun, aditcwe, bude, bu winda, mbak erma, nunu, yanti, dwi, angga, teh mega, pa noko dan semuanya yang gak kesebut.

Im lucky having friends like you all.

written by sandi
tags:

21 April 2009
Posted in: Lifestyle

Kadang aku berpikir, kok aku ketemu dia melulu ya di mana-mana. eh ternyata cuman seorang ABG jakarta yang sedang lagi ngikutin tren yang lagi happening. Baguslah sesuai umur, ketimbang muka yang di make up buat ditua-tuain.

written by sandi

21 April 2009
Posted in: Hati

Hari ini hari ke empat gue di jakarta. Rasanya kesepiannn banget. gimana gak, gue terbiasa dengan tinggal di kota kecil yang dimana teman-teman gue hampir ada di segala pelosok kota. Lah sekarang kebalikannya, di kota seluas jakarta, Gue justru hanya bisa mengharapkan teman-teman x-finalis kampus extra dan sahabat yang dulu pernah tinggal di Banjarmasin untuk menemani hari-hari kosong gue.

Sering banget gue denger keluhan dari orang-orang sekitar gue, ‘Jakarta panas banget euy’. Dalam hati gue jadi menggeretuk ‘Lah gimana kalau loe tinggal di banjarmasin yang dekat dengan garis khatulistiwa yang punya seribu sungai yang memuaikan panas sinar matahari begitu dahsyat. Panasnya nyakitin n dijamin langsung gosong kalau gak pakai jaket.’ So, untuk cuaca. I Think i can handle it so much… Cuma untuk the Rute, gue pasti bakal selalu nanya ‘Bang, kalau mau ke senen, kuningan, stekpi pake jalur busway yang mana ya bang’. Oh, i hate to ask.. tapi shy ask, lost on the street (malu bertanya, sesat di jalan) jadi ya, ditahan-tahan dulu deh.

Begini deh kalau pengen menggapai mimpi. Harus rela berkorban. Ketika gue lagi naik Metromini melihat bapak-bapak tua ngamen apake alat tiup. Gue jadi terenyuh. Gue jadi keingat sama diri sendiri yang berjuang hanya untuk mencari arti hidup di kota jakarta yang ganas. T-T

Oh ya gimana tesnya kemarin san? well, Dari hari pertama, sebanyak 50.000 pendaftar online, tapi yang datang sebanyak 25.000 kemudian disaring menjadi 10 persennya alias 2500an. Nah gue sudah sampai ke tahap 2500 itu. Padahal tahap pertama tersebut gue asli nyerah, gak berani berharapĀ  :) Dari 60 soal gue hanya bisa yakin jawab sekitar 6 soal. Yaitu Host wista Kuliner, Tim sepakbola yang dijulukin gudang peluru, Film terbaru slank, pengarang novel twilight, nama pencipta google dan Gubernur pertama jakarta. Dan lainnya macam Pablo Picasso lahir di mana, Divisi keuangan masuk komisi berapa, serta pertanyaan-pertanyaan ajaib lainnya gue pun akhirnya memilih menggunakan tekhnik The Master. Mengunakan jari untuk meraba pilihan jawaban. Mana yang paling kuat bergetar itu yang gue silang ahhahaha… Dan gue sungguh kaget kegirangan ketika sentot nelepon gue jam 12 malam. Dia teriak ‘Sandi.. nama kamu rahmat sandi khan.. kamu Lulus san!!!’ Ada rasa percaya gak percaya tapi gue spntan teriak. Subhanallah…

Kemarin tahap ke dua untuk psikotes. Asli gue kembali takut berharap dan kembali menyusun mental kalau mungkin gue gagal di tahap ini. Soalnya waktu ngerjain soal peserta-peserta samping gue ngerjainnya kayak kilat. Keliatannya kayak mereka tuh gampang banget ngerjainnya. Dahsyat, gue pikir orang jakarta Psiokologi dan IQ pada sempurna n jenius banget. Gak kayak gue berusaha untuk terus tenang agar bisa nyelesain soal dengan tepat, and it takes longer time than them. Alhasil gue hanya mampu menjawab sekitar 80 persenan. Oh, gue jadi drop dan kembali hopeless.

Well, itulah perjuangan. Harus siap dengan resiko, berjiwa besar dengan segala keputusan dan.. harus terus percaya KALAU SEMUA INI SUDAH DIRENCANAKAN TUHAN. Tugas kita hanya menjalankan sebaik-baiknya dan untuk hasil biar percayakan sama yang di atas. But satu hal, ntah kenapa di jakarta ini yang gue sendirian ini tapi gue merasa dekat banget ma Allah, aku merasa banget kalau ada Allah yang terus menemani dan melindungiku di setiap perjalananku. aminn.. Thanks God….

Oh ya, segi Serunya.. gue bisa jalan-jalan n gila-gilaan ma teman-teman x-finalis kampus extravaganza kayak (dari kiri gue) sentot yang dengan baik hatinya nyempetin waktu buat ngumpul padahal seharian tadi berjemur buat syuting ceriwis, helmi yang ngatur waktu buat ngumpul sekalian sambil casting, opie yang baru datang dari tanggerang bis melayat, achie dari Bandung, n Ka melly yang bela-belain ngumpul padahal dia baru aja selesai syuting mpe jam 10 malam.

Kita memanfaatkan moment-moment ngumpul dengan orang seadanya dengan berfoto IN everywhere. Malu banget sih sama orang-orang yang lewat. tapi cuek aja dah paling gue cuman sekali doank ketemu ma orang yang bersliweran tersebut hihihi.. ya kapan lagi bisa ngumpul bareng-bareng sahabat lama dari penjuru kota.

Di sini juga.. dan di… mana-mana..

Besoknya gue ditemenin ma teman yang gue kenal pertama kali lewat friendster dan berlanjut lewat blog, Snepy. Waduh snepy baek banget nemenin gue bolak balik ke sana kemari, ke Mall kalibata naik metro mini, trus blok M Square.. Mall blok M, plaza gajah mada, sampai malam gila. Dan gak pernah gue ketemu cewek yang jalan seharian tapi gak ngeluh kecapean. And That is Snepy. snep.. mana fotobox kita? upload donk… hehe. Terimasih banyak ya snep. U make my day in jakarta to be so amazing…

Huff.. malam ini pengumuman tahap ke dua. Gue tutup mata deh, gak berani berharap banyak lagi dan siap menyusun mental apabila gue gagal. Tapi.. setidaknya gue minta doanya ya teman-teman semoga aku berhasil untuk mencapai mimpiku. aminn..

written by sandi

09 April 2009
Posted in: Hati

Update lagi dengan tambahan tulisan dari blog Supermance.com dengan tema serupa. Up date, 11 April 2009. Tulisannya ’sedang’ gue banget.

—————-

Dari kecil kita sering mendengar pesan.. ‘Raihlah cita-citamu setinggi langit’ atau ‘Kejarlah mimpimu’, ‘Perjuangkan impianmu selagi kau masih muda’. Kalimatnya positifnya banget. Padahal akan lebih baik untuk memotivasi seseorang gunakan kalimat menekan seperti ‘Mimpi tidak akan datang sendiri tanpa kita sendiri yang berusaha untuk memperjuangkannya’, ‘Takut bermimpi adalah ciri utama Loser’, ‘Perjuangan yang sangat besar, yang membuat kenapa mimpi itu begitu berharga’.

Akhh.. mimpi.. mimpi..

Hari ini tiba-tiba aku menjadi sangat gelisah. Aku teringat lagi dengan sebuah Mimpi besarku. Mimpi yang sempat hilang. Yang sengaja dilupakan karena aku yang bermental tempe, yang takut bermimpi karena takut jatuh bila suatu saat tidak bisa mendapatkannya, malas memulai kembali dari nol sedangkan di posisi sekarang aku sudah berada di posisi aman. Walaupun di posisi aman ini aku menjalankannya dengan setengah hati.

Huff.. Apakah Ini nestapa seorang anak daerah, yang merasa sudah lulus kuliah aja merupakan sebuah prestasi atau usaha yang bisa dibanggakan. Yang berpikir kalau kerja di perusahaan terkenal merupakan sebuah kebanggaan. Padahal belum tentu sebenarnya pekerjaan itu merupakan keinginan yang datang dari hati sesungguhnya. Sehingga lama kelamaan, mimpi itupun hanya menjadi ilusi, terkubur di kubangan terdalam hingga kita tidak bisa melihat lagi mimpi itu lagi, padahal sesungguhnya ‘mimpi itu’ tidak akan lenyap, dia masih setia menunggu di dalam sana. Menunggu untuk dijemput.

Ah dasar pemalas, dasar takut berjuang, takut sengsara, PECUNDANG!!! Sadar dong! Kalau ingin mimpi gak hanya jadi angan-angan, bergerak dong, teguhkan hati, pasang mental baja, pasang jiwa tempur. Kalau bukan sekarang kapan??? Cuman hanya ingin jadi orang biasa-biasa aja yang kerja ngantor, pergi pagi pulang malam tapi tidak ada kesan di hati.

Atau ini alasan utamanya. Hanya karena tidak ingin berkorban sehingga mimpi yang sudah dari dulu tumbuh dipaksa dihancurkan oleh diri sendiri.

Loser!!!

That’s who i am.

Takut Bermimpi.

Takut berkorban.

Takut gagal.


Okey, sekarang I will not being a loser anymore….. Akan kutantang puzzle mimpiku. Kan kukumpulkan lagi potongan-potongan gambarmu. Kubingkai kuat dengan mental yang dahsyat. Biar bisa kupajang dan kulihat lagi di dinding hati. Sehingga bila mungkin puzzle itu nantinya pecah, setidaknya aku bukan hanya bisa jadi penonton, yang cuma bisa terkagum kagum melihat seseorang yang sukses yang juga pernah memulainya dari nol dengan keringat serta air mata.

Bahwa… setidaknya…

Akupun pernah berjuang.

Mimpi itu takkan lagi kubiarkan terkubur, coz im not a loser!

******************

~Tulisan serupa yang masih berkaitan dengan impian. dikutip dari supermance.com

Menjadi [bukan] diri sendiri

Beberapa waktu yang lalu ada seorang temen gw yang curhat mengenai perkerjaannya, di udah bekerja di sebuah perusahaan IT selama kurang lebih 2 tahun, berikut kurang lebih inti dari isi emailnya tersebut ( dengan sedikit modifikasi ) : Continue reading »

written by sandi

Copyright - 2008 katasandi.com - All rights reserved
Powered by wordpress blog engine | customized layout by tentangrifai.com