Yuk, Cari Tahu! Komunitas Pionir vs Komunitas Klimaks

Yuk, Cari Tahu! Komunitas Pionir vs Komunitas Klimaks

Proses perkembangan suatu ekosistem hingga mencapai keseimbangan (homoestasis) disebut suksesi. Suksesi ini akan membentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula, dimana terjadi secara bertahap dan dimulai dari komunitas pionir hingga komunitas klimaks. Lalu apa perbedaan dari komunitas pionir dan komunitas klimaks?

Pengertian suksesi adalah suatu proses perubahan komponen-komponen spesies suatu komunitas selama selang waktu tertentu. Dalam keadaan alam meliputi air, flora, fauna dan tanah semua komponen tersebut harus seimbang dan saling bersinergi untuk menciptakan kondisi kesejahteraan yang harmonis.

Dengan kata lain, suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem yang seimbang. Dimana dalam prosesnya akan tumbuh komunitas-komunitas baru mulai dari komunitas pionir sampai komunitas klimaks.

Komunitas pionir disini erat kaitannya dengan organisme yang pertama kali hidup di suatu lahan kosong dan berperan untuk mempersiapkan lahan bagi tumbuhan tingkat yang lebih tinggi dalam suksesi. Spesies pionir cenderung tidak menyukai naungan. Contoh komunitas pionir adalah lumut.

Sementara itu, akhir dari proses suksesi adalah terbentuknya suatu bentuk komunitas klimaks. Ini adalah komunitas terakhir yang telah mencapai keseimbangan dengan tetap mempertahankan komunitasnya atau tidak mengalami perubahan kembali.

Komunitas klimaks ditandai dengan adanya spesies yang berumur panjang, toleran terhadap sinar, dan resisten. Pembentukan komunitas klimaks sangat dipengaruhi oleh musim dan biasanya komposisinya bercirikan spesies yang dominan.

Tahapan pembentukan komunitas

Biasanya terciptanya komunitas pionir hingga komunitas klimaks terjadi pada suksesi primer. Contohnya, ketika gunung berapi yang telah meletus maka daerah disekitar akan mengalami kerusakan dan tidak terdapat organisme. Seiring berjalannya waktu, daerah tersebut akan ditempati kembali oleh organisme/ komunitas awal (pionirnya) biasanya adalah lichenes atau lumut kerak.

Terbentuknya suksesi di Indonesia seperti di Gunung Krakatau yang pernah meletis pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung krakatau mula-mula muncul komunitas pionir berupa lumut kerak serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap sinar matahari dan kekeringan.

Tumbuhan/ komunitas pionir itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Apabila tumbuhan pionir mati maka akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk karena aktivitas pengurai bercampur dengan hasil pelapukam lahan membentuk tanah yang lebih kompleks.

Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudiam rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Lalu tumbuhan herba tumbuh dan mengantikan tanaman pionir dengan menaunginya.

Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tanaman semak menaungi rumput dan belukar sehingga terjadi kompetisi, dan lama-lama semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan.

Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem.

 

Yuk, Cari Tahu! Komunitas Pionir vs Komunitas Klimaks - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Yuk, Cari Tahu! Komunitas Pionir vs Komunitas Klimaks

02 min