Tiga Kesalahan yang Harus Dihindari Para Peneliti

Tiga Kesalahan yang Harus Dihindari Para Peneliti

Penelitian adalah penyelidikan cermat terhadap suatu objek ataupun masalah, baik untuk mendukung atau menolak suatu teori sekaligus memperoleh kebenaran. Validitas hasil penelitian ditentukan oleh ketepatan dan kedisiplinan langkah atau tahapan penelitian. Hasil penelitian yang memuaskan didukung oleh metode yang akurat. Meski begitu, kesalahan pada penelitian juga tak pelak terjadi. Lalu, apa saja kesalahan yang harus dihindari para peneliti ini?

Bicara kesalahan dalam penelitian, setidaknya ada tiga yang harus dihindari oleh para peneliti. Itu termasuk kesalahan pars pro koto, Kesalahan totum pro parte dan kesalahan karena menganggap pendapat umum sebagai fakta. Nah, apa yang membedakan?

Kesalahan pars pro toto

Kesalahan pertama yang harus dihindari para peneliti saat melakukan penelitian adalah pars pro toto. Kesalahan ini terjadi apabila bukti yang berlaku sebagian disimpulkan sebagai berlaku menyeluruh.

Misalnya, perlawanan yang muncul di berbagai wilayah, Indonesia terhadap kekuasaan kolonial Belanda sepanjang abad ke-17 hingga 19. Perlu ditelusuri apakah perlawanan tersebut bersifat semesta (perjuangan seluruh rakyat melawan penjajah), ataukah hanya bersifat lokal yang tidak berkaitan satu sama lain.

Kalau ternyata hanya lokal, kesimpulan perlawanan Sultan Sgung, Untung Suropati, Pattimura, sampai Teuku Umar merupakan perjuangan rakyat Indonesia tentu masih harus dikoreksi apakah benar atau tidak.

Kesalahan totum pro parte

Kesalahan ini terjadi apabila bukti yang berlaku menyeluruh disimpulkan sebagai berlaku sebagian.

Misalnyal, kekeliruan menyimpulkan Sumpah Pemuda bukan berperan merintis perasaan kebangsaan (totum), melainkan hanya berlaku sepihak untuk Majapahit saja (parte). Kenyataan bahwa definisi cakupan bangsa Indonesia serupa dengan cakupan Nusantara di bawah Majapahit menunjukkan Sumpah Pemuda ternyata merupakan bukti yang berlaku menyeluruh.

Kesalahan menganggap pendapat umum sebagai fakta

Pendapat umum sering kali muncul dari praduga dan stereotip, bukan fakta. Untuk itu, penulis perlu memastikan apakah kejadian yang tertulis dalam dokumen atau arsip memang mengacu pada fakta dan bukan pada pendapat umum saja.

Misalnya, pada awal kemerdekaan Indonesia, muncul kecurigaan dan sentimen terhadap warga asing, sebagai anti kemerdekaan. Padahal faktanya, banyak juga diantara mereka yang mendukung berdirinya Republik Indonesia.

Tiga Kesalahan yang Harus Dihindari Para Peneliti - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Tiga Kesalahan yang Harus Dihindari Para Peneliti

01 min