Sejarah Pendirian Bank Indonesia

Sejarah Pendirian Bank Indonesia

Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Bank Indonesia menjadi dua lembaga yang menjadi kekuatan untuk memperkuat ekonomi makro Indonesia. Keduanya memiliki fungsi masing-masing sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Bank Indonesia (BI) sendiri merupakan Bank Sentral yang memiliki kewenangan khusus dengan fungsi, tugas dan kewenangannya yang diatur dalam Undang-Undang. Lalu bagaimana sejarah pendirian Bank Indonesia?

Khususnya Bank Indonesia (BI) kini sudah menjadi lembaga independen sebagaimana diatur dalam UU No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Bank Indonesia ditetapkan sebagai Bank Sentral yang bersifat independen. Bank Indonesia adalah bank sentral di Indonesia yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas nilai atau kurs mata uang, yaitu rupiah. Bank Indonesia tentunya berbeda dengan bank konvensional pada umumnya.

Sejarah Bank Indonesia

Pada tahun 1951, sebagaimana dikutip laman resmi Bank Indonesia, muncul desakan kuat untuk mendirikan bank sentral sebagai wujud kedaulatan ekonomi Republik Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah memutuskan untuk membentuk Panitia Nasionalisasi DJB. Proses nasionalisasi dilakukan melalui pembelian saham DJB oleh Pemerintah RI, dengan besaran mencapai 97 persen.​

Sejarah Bank Indonesia dimulai pada tahun 1828, tepatnya saat masa pemerintahan Hindia-Belanda dengan didirikannya De Javasche Bank. De Javasche Bank berperan sebagai bank sentral yang bertugas untuk mencetak dan mengedarkan uang di negara ini. Selang satu abad, yaitu pada tahun 1953, De Javasche Bank berganti nama menjadi Bank Indonesia dan mengalihfungsikannya. Saat itu Bank Indonesia adalah bank sentral yang mempunyai tiga fungsi utama yaitu sistem pembayaran, perbankan, dan moneter.

Selanjutnya, pemerintah juga memberikan wewenang kepada Bank Indonesia untuk melaksanakan fungsi bank komersial sama seperti pendahulunya yaitu De Javasche Bank. Lalu pada tahun 1968, UU yang mengatur tentang Bank Indonesia diterbitkan oleh pemerintah dan berisi aturan tentang tugas dan kedudukan Bank Indonesia. Undang-Undang tersebut diantaranya juga bertujuan sebagai pembeda dengan bank-bank komersial lainnya.

Selain itu, tugas lain dari Bank Indonesia adalah membantu pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat. Memasuki era baru pada tahun 1999, wewenang dan tugas utama baru Bank Indonesia adalah mencapai dan menjaga nilai rupiah agar tetap stabil. Tugas dan wewenang Bank Indonesia tersebut diatur dan ditetapkan dalam Undang-Undang No.23 Tahun 1999.

Kemudian, pemerintah melakukan amandemen dengan menerbitkan Perppu Pengganti UU No.2 Tahun 2008 terkait perubahan kedua atas UU No.23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagai solusi untuk memelihara stabilitas sistem keuangan negara.

Fungsi dari amandemen UU tentang Bank Indonesia adalah meningkatkan daya tahan perbankan nasional saat terjadi krisis global dengan cara memanfaatkan fasilitas pembiayaan jangka pendek dari Bank Indonesia melalui peningkatan akses perbankan.

Tujuan dan Tugas Bank Indonesia

Tujuan utama dari Bank Indonesia adalah mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah. Adapun lebih lengkap tentang tugas Bank Indonesia adalah sebagai berikut:

Fungsi Bank Indonesia

Dalam rangka mencapai dan menyukseskan tujuan tunggal dari Bank Indonesia, yaitu menjaga nilai rupiah agar tetap stabil, maka Bank Indonesia memiliki tiga pilar utama fungsi Bank Indonesia, yang mana hal ini juga meliputi batasan tugasnya. Tiga Pilar utama dari fungsi Bank Indonesia adalah:

 

 

 

Sejarah Pendirian Bank Indonesia - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Sejarah Pendirian Bank Indonesia

02 min