Penyu dan Kura-Kura, Apa Bedanya?

Penyu dan Kura-Kura, Apa Bedanya?

Apa nama hewan bercangkang atau memiliki tempurung di punggungnya? Siapapun pasti merujuk pada satwa bernama penyu dan kura-kura. Karena hanya kedua hewan ini yang memiliki cangkang atau tempurung di punggungnya. Tapi, tahukah kalian bahwa kedua hewan ini nyatanya berbeda?

Penyu dan kura-kura merupakan bagian dari ordo Testudines dan sama-sama memiliki karakteristik fisik yang khas dengan adanya cangkang yang menutupi sebagian besar tubuh mereka. Karena itu pulalah banyak yang tertukar dalam mengidentifikasikan kedua satwa ini. Bagian atas tempurung ini disebut karapas, sedangkan bagian bawah pada perutnya disebut plastron.

Kedua satwa ini pun sama-sama memiliki sifat tertutup dan pemalu. Namun, terdapat perbedaan signifikan untuk dapat membantu kita agar tak tertukar mengidentifikasi antara penyu dan kura-kura. Lalu apa sajakah yang membedakan diantara keduanya? Berikut adalah beberapa perbedaan penyu dan kura-kura, antara lain:

Salah satu cara termudah untuk mengidentifikasi kedua satwa ini adalah dengan melihat habitatnya. Kura-kura adalah hewan yang bisa hidup di darat maupun di air tawar. Ketika bertelur, kura-kura akan menggali sarang di tanah dengan kedalaman hingga 10cm.

Setelah meletakkan telurnya dalam sarang, kura-kura akan menutupinya dengan campuran tanah, feses atau urin yang akan mengeras menjadi lapisan pelindung.

Sedangkan penyu merupakan satwa yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam air laut. Seperti kura-kura, penyu juga akan naik ke pantai untuk bertelur dan menutupi telurnya dengan pasir pantai sebelum kembali ke laut dan meninggalkan calon anak-anaknya.

Perbedaan habitat ini dipengaruhi juga oleh perbedaan bentuk cangkak kura-kura dan penyu. Kura-kura memiliki cangkang yang lebih besar dan lebih berat dibandingkan penyu, dengan bentuk yang menyerupai kubah. Sedangkan penyu memiliki cangkang yang rata, ramping dan lebih ringan.

Perbedaan lainnya dari segi fisik yang dapat kita identifikasi adalah bentuk kaki kura-kura dan penyu. Karena dapat hidup dan berjalan di darat, kura-kura memiliki kuku tajam pada keempat kakinya. Bentuk kakinya pun cenderung lebih kecil dibandingkan penyu dan tertekuk ke bawah.

Sementara itu, kaki penyu lebih menyerupai seperti sirip atau dayung yang akan memudahkannya untuk berenang karena penyu menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air.

Selain itu, jika kura-kura bisa memasukkan kepala dan keempat kakinya ke dalam tempurung untuk melindungi diri, penyu tak dapat melakukan hal ini karena struktur tempurungnya yang cenderung datar.

Terdapat pula perbedaan dalam pilihan makanan kura-kura dan penyu. Kura-kura yang dapat hidup di darat merupakan reptil omnivora. Artinya, ia dapat memakan sayuran, buah-buahan, hingga serangga. Sedangkan bagi penyu yang hidup di laut, pilihan menunya berupa ikan-ikan kecil, ubur-ubur dan rumput laut.

Kura-kura diketahui sebagai salah satu satwa yang memiliki masa hidup terpanjang. Tidak salah. Seekor kura-kura mampu hidup hingga 80 bahkan 150 tahun. Seekor kura-kura Bernama Jonathan bahkan telah memecahkan rekor dunia dengan umur 190 tahun, menjadikannya kura-kura tertua di dunia.

Sedangkan, penyu memiliki rentang usia yang jauh lebih singkat, dengan umur maksimal antara 60 hingga 70 tahun.

Penyu lebih banyak ditemukan di benua Afrika dan Amerika yang memiliki iklim tropis dan semi-tropis. Beberapa penyu bahkan dikenal melakukan hibernasi selama cuaca dingin. Sedangkan kura-kura dikenal tak memerlukan proses hibernasi karena lebih banyak berada di habitat yang hampir seluruhnya hangat di benua Asia dan Afrika.

Penyu dan Kura-Kura, Apa Bedanya? - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Penyu dan Kura-Kura, Apa Bedanya?

02 min