Negara yang Menerapkan Sistem Wajib Militer

Negara yang Menerapkan Sistem Wajib Militer

Wajib militer disebut juga conscription, National Service, The Draft, atau Call-up. Tapi masyarakat Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan ‘wamil’. Ini adalah kewajiban bagi warga negara terutama pria berusia dalam rentang 18-27 tahun untuk mengikuti pendidikan militer sebagai upaya bela negara. Lantas, mana saja negara yang menerapkan sistem wajib militer?

Wajib militer atau sering kali disingkat sebagai wamil adalah kewajiban bagi warga negara berusia muda terutama pria, biasanya antara 18 – 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan kedisiplinan serta ketangguhan warga negara tersebut.

Wamil biasanya diwajibkan guna untuk meningkatkan kedisiplinan, ketangguhan, keberanian dan kemandirian warga negara. Wajib militer biasanya khusus untuk laki-laki. Warga wanita atau perempuan biasanya tidak diharuskan wamil, tetapi ada juga negara yang menerapkan sistem wajib militer bagi perempuan seperti di Israel, Korea Utara dan Suriname.

Mahasiswa juga biasanya tidak perlu ikut wamil. Beberapa negara juga memberi alternatif tugas nasional (Layanan alternatif) bagi warga yang tidak dapat masuk militer karena alasan tertentu seperti kesehatan, alasan politis, atau alasan budaya dan agama.

Pada masa kini, wamil tergolong kontroversial, karena adanya penolakan, terutama untuk melayani pemerintahan yang tidak disukai oleh beberapa pihak, perang yang tidak populer (contoh: Perang Vietnam), dan tergolong pelanggaran terhadap hak individual. Orang-orang yang masuk wamil dapat menghindarinya, terkadang dengan meninggalkan negaranya.

Sejarah Wajib Militer

Sebagaimana dilansir Wikipedia, wajib militer modern berasal dari pendaftaran militer massal warga negara (Levée en masse) yang dirancang selama Revolusi Prancis, untuk memungkinkan Republik mempertahankan diri dari serangan monarki Eropa. Sehingga terciptalah Grande Armée, yang disebut Napoleon Bonaparte sebagai “bangsa bersenjata”, yang membuat kewalahan tentara profesional Eropa yang sering kali hanya berjumlah puluhan ribu. Lebih dari 2,6 juta pria direkrut ke dalam militer Prancis dengan cara ini antara tahun 1800 dan 1813.

Di Kekaisaran Rusia, masa dinas militer adalah 25 tahun pada awal abad ke-19. Pada tahun 1834 dikurangi menjadi 20 tahun. Orang yang direkrut tidak boleh lebih muda dari 17 tahun dan tidak lebih tua dari 35 tahun.

Pada tahun 1874 Rusia memperkenalkan wajib militer universal dalam pola modern, sebuah inovasi hanya dimungkinkan dengan penghapusan perbudakan pada tahun 1861. Undang-undang militer baru menetapkan bahwa semua mata pelajaran pria Rusia, ketika mereka mencapai usia 20 tahun, memenuhi syarat untuk bertugas di militer untuk enam tahun

Sejak saat itu, banyak negara lain mulai mengikuti langkah tersebut pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Sayangnya kegiatan militer pada masa itu masih memiliki banyak kekurangan, yakni warga sipil yang ikut wamil tidak sedikit yang akhirnya meninggal di tengah medan perang akibat kurangnya kemampuan layaknya tentara yang terlatih.

Berikut beberapa negara yang menerapkan sistem wajib militer sebagaimana dilansir laman MiliterID, antara lain:

Negara Korea Selatan terkenal dengan wajib militernya. Ada syarat-syarat untuk mengikuti wamil. Untuk syaratnya adalah laki-laki berbadan sehat harus menjalani militer selama kurun waktu 21 bulan di Angkatan Darat, 23 bulan di Angkatan Laut dan 24 bulan di Angkatan Udara.

Warga negara yang mengikuti program militer akan melayani negara dengan prajurit militer dalam durasi tertentu. Seperti seorang prajurit pada umumnya, peserta wajib militer dalam kesehariannya akan menjalani kehidupan keprajuritan. Mulai dari latihan fisik yang berat, menerima materi pertahanan, pembentukan mental dan karakter sampai bertugas di wilayah operasi.

Sementara itu, tempat penugasan wamil dapat memilih seperti di kepolisian, penjaga pantai, pemadam kebakaran, dan dalam beberapa kasus khusus departemen pemerintah.

Sama seperti dengan prajurit lainnya, peserta militer juga menerima gaji per bulan dari negara. Berdasarkan situs resmi Statista April tahun 2021, peserta wajib militer untuk masa tugas 18-20 bulan mendapatkan gaji antara 450.000 won atau sekitar Rp 5,4 juta hingga 609.000 won atau Rp 7,4 juta.

Mesir termasuk ke dalam salah satu negara di Timur Tengah yang melaksanakan wamil. Negara ini mempersilahkan laki-laki dengan usia 18-30 tahun untuk mendaftar kegiatan militer secara sukarela.

Program militer untuk negara Mesir ini durasinya adalah sekitar 12 sampai dengan 30 bulan. Tidak hanya itu saja, tapi pemerintah Mesir tidak mengizinkan warga negaranya yang berusia kurang dari 25 tahun untuk pergi ke luar negeri tanpa izin dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan.

Tujuan yang sebenarnya adalah menjadikan seluruh warga negaranya sebagai tentara cadangan agar mereka siap bergerak maju menjaga keamanan dan membela Tanah Air ketika sewaktu-waktu negara membutuhkan.

Negara selanjutnya yang menerapkan pendidikan militer wajib adalah Finlandia. Finlandia merupakan salah satu negara yang paling berorientasi pada pertahanan di Eropa. Untuk negara ini, warga negara yang berusia 18 tahun ke atas harus menjalankan pengabdian militer selama 165, 255 dan 347 hari.

Universitas Finlandia dengan antusias ikut serta dalam program manfaat pendidikan veteran dengan Departemen Urusan Veteran, demikian yang dilansir dari Finlandia.edu. Warga negara Finlandia yang tercatat dalam kependudukan berjenis kelamin laki-laki harus mengikuti wajib militer sama seperti negara lainnya.

Negara Austria yang merupakan negara yang ada di Eropa Tengah juga menerapkan pendidikan militer. Syarat untuk mengikuti wajib militer di Austria adalah warga laki-laki dengan usia 18 tahun. Bagi yang melamar wajib militer dan mengejar karier sebagai perwira di Angkatan Bersenjata Austria juga wajib untuk menyelesaikan semester persiapan selama satu tahun dinas sukarela.

Tidak hanya program akademik, mereka pun boleh secara sukarela mendaftar pelatihan militer khusus. Semua warga laki-laki Austria memang wajib untuk ikut beberapa tahapan wamil atau paling tidak harus menyelesaikan program militer dasar. Waktunya adalah selama 6 bulan sebelum usia 35 tahun.

Singapura yang merupakan salah satu negara di Asia Tenggara juga mengharuskan warga negara laki-laki untuk wamil. Usia warga negara laki-laki saat mendaftar jika sudah 18 tahun. Sementara itu, untuk waktu pelaksanaan wajib militernya berkisar 22 hingga 24 bulan.

Penilaian calon peserta militer negeri Singa ini berlangsung mulai dari segi kesehatan fisik dan mentalnya. Setelah itu, pihak yang berwenang menentukan divisi yang sesuai untuk penempatan mereka untuk bisa mengabdi.

Peserta wamil, selama dua tahun, akan menyandang status National Servicemen Full Time dan masing-masing menempati salah satu dari tiga divisi seperti Singapore Armed Forces, Singapore Police Force atau Singapore Civil Defense Force.  Nantinya setelah lulus pendidikan militer mereka akan menjadi tulang punggung Angkatan Bersenjata Singapura.

 

Negara yang Menerapkan Sistem Wajib Militer - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Negara yang Menerapkan Sistem Wajib Militer

04 min