Menjelajah Jembatan Barito

Ayo kita jalan-jalan!!! Jalan-jalan ke , Banjarmasin. Salah satu Jembatan yang sempat dinobatkan sebagai Jembatan terpanjang di Asia Tenggara.

Hayouww.. ada yang pernah dengar Pasar Terapung, satu dari Selatan. Pasti banyak yang tahu! Trus tau juga gak dengan ? nah, kalau para pendatang atau yang sempat ke Banjarmasin pasti suka minta diajakin jalan ke Jembatan yang satu ini. Karena jembatan ini sungguh puanjangg.. sekalee… megah benerr.. ditambah lagi kebanyakan yang bilang mereka yang datang itu terpukau juga dengan pemandangan hamparan sungai di bawahnya yang cukup membingungkan. Bingung.. ini sungai? apa laut? Soalnya luass sekali..

Gambar diambil dari FotoKita.Net

Yah pemandangan yang serba besar kalau kita melangkahkan kaki ke seputaran . Untuk lebih jelasnya ini dulu penjelasan ‘kronologis’nya tentang yang di copy-paste dari Wikipedia.

Jembatan Barito adalah jembatan yang membelah Sungai Barito di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan pulau kecil (Pulau Bakut) selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 – 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan. Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tahun 1997 oleh Presiden Soeharto.

So, akhirnya di hari Minggu kemarin yang cerah ceria. Secara pawang hujan banyak diturunkan supaya acara kondangan orang berjalan lancar. Akupun di’kawal’ 2 teman aye pergi tamasya ke Jembatan Barito. tssaahhh.. tamasya..
Iya tamasya, wong diam-diam ternyata ada salah satu personil yang bawa roti besar untuk dinikmatin ketika sampai di tempat nanti.

Selamat Datang di kawasan wisata Jembatan Barito. Tuh liat langitnya cerah sekali bukan.

So, tibalah kita di Jembatan Barito kebanggaan Banjarmasin.

dan kalau kita melepaskan pandangan ke samping. Inilah pemandangan yang bisa kita lihat.

Yang putih-ditengah itu kapal besar lho, saking luasnya tuh kapal kelihatan kayak perahu kecil yang karam.

Tapi hari itu kita tidak hanya menikmati ‘On’ Jembatan barito. Kita rame-reme ‘mencoba’ untuk menjelajah ‘Under’ jembatan Barito. Ya ‘Under’.. di bawah. Ternyata ini menjadi petualangan baru bagiku, soalnya seumur-umur baru pertama kali melanglang buana di tempat ‘rahasia’ tersebut.

Lorong bawah jembatan… Panjanggggggggggg… (that’s NOT ME-cuman TERPAKSA ada)

Pemandangan dari bawah

Awalnya jalan sih biasa aja, tapi ketika melangkah setapak demi setapak. Ampunn.. Seremm.. sempat membuat lemas kaki.

Lebih jelasnya, nih rekaman video perjalanan menyusuri jembatan setapak di bawah Jembatan Barito.

Sereemmm sangattt…

Catatan sangat JIJAY. Yang gak kuat mental jangan dibaca..

Kita hanya bisa berjalan hingga tepat di tengah jembatan, soalnya jalannya kepotong. Ditambah lagi ada pemandanggan ‘objek-benda-pengeluaran-hasil-sisa-manusia’ tergeletak mesra di sana. Yeakss.. jijay. Merusak suasana aja. HAYOO.. ngaku SIAPA diantara kalian yang pernah ‘meninggalkan-fosil’ di sana? khan bisa aja di cemplungin ke air. Atau karena takut dekat tepi ya ‘beranaknya’, takut bukan hanya x nya yang nyemplung tapi yang beol juga ikut kecebur. Yah cukup dimaklumin. tapi lain kali bawa kresek kek. Biar nyaman. Nyaman di kamu, nyaman di mata pengunjung juga.

Akhirnya kita pun berbalik arah dan sesampainya langsung santai sejenak.

Upss.. ada yang pacaran. Aku Iri….

Seru khan.. Hayoo ke Banjarmasin! (serasa jadi Duta Wisata Aye hihihi) Nanti akika temenin deh bang. Sejam bayarannya 1 juta lho. Tarif Profesional.. hihihi…

*Oh ya ada foto lainnya yang sempat tertangkap minggu ini tapi sayang kalau gak dipamerin (dasar tukang pamer) It’s still about Banjarmasin Beauty.

When Sun Rise

When Sun Set

*Dan yang penasaran foto pertama-paling atas, pake kamera atau ngeditnya bagimana.

Sebenarnya tuh foto cuman hasil ‘crop’an dari foto di bawah ini.

Kawasan KALIMANTAN SELATAN

KABUPATEN BARITO KUALA, Kalimantan Selatan

Jembatan yang diresmikan oleh Presiden RI ke 2 Bapak Soeharto, tepatnya pada tanggal 24 April 1997 adalah merupakan kebanggaan masyarakat Kalimantan. Membelah Sungai Barito dan menghubungkan tepi barat Sungai Barito (Kecamatan Anjir Muara) dan tepi timur Sungai Barito di Kecamatan Alalak dekat kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tepatnya di Kabupaten Barito Kuala, ± 15 km jauhnya dari Banjarmasin, salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan yang berbatasan langsung dengan kota Banjarmasin.

Jembatan ini memiliki panjang 1.082 m lebar 10,37 m yang melintasi Sungai Barito selebar 800 m dan pulau kecil (Pulau Bakut) selebar 200 m terdiri dari jembatan utama panjang 902 m dengan jembatan pendekat 180 m ketinggian ruang bebas jembatan utama (clearance) yaitu 15 -18 meter. Tipe bangunan atas : Jembatan Gantung Sistem Kabel Ganda (Twin Suspension dengan Kabel Ganda), Tipe Bangunan Bawah : Tiang Pancang Baja, metode pelaksanaan Heavy Lifting Kontraktor PT. Adhi Karya (Persero) dengan Biaya Rp. 98.000.000.000,00. mengadopsi Golden Gate Bridge San Fransisco.

berupa twin suspension bridge (dua jembatan gantung yang berbentuk kembar) dengan panjang masing-masing jembatan gantung tersebut 420,5 meter. Setiap bentangnya terdiri atas bentang utama sepanjang 240 meter dan jarak masing-masing tower dengan flanking span 90 m, PT. Adhi Karya menerapkan konstruksi semacam itu dengan tujuan untuk menekan biaya pondasi serta untuk menanggulangi lalu lintas yang memerlukan ruang bebas cukup tinggi.

Bangunan atas jembatan ditumpu sejumlah pondasi tiang pancang dengan diameter 1.016 mm yang didalamnya diisi dengan beton bertulang dan didesain agar mampu menahan gaya horizontal yang cukup tinggi.

Tower terbuat dari 4 buah pipa baja dengan diameter masing-masing 600 mm yang dihubungkan dengan plat baja kualitas tinggi sehingga membentuk box kolom dan didalam pipanya diisi dengan beton. Bangunan atas jembatan merupakan konstruksi rangka baja galvanis yang dihubungkan dengan baut dan akan memikul lantai jembatan yang terbuat dari beton bertulang dengan mutu K-350.

Sedangkan lantai beton jembatan dipikul oleh plat galvanis dari baja. Fasilitas untuk pejalan kaki dibuat dari beton precast yang diletakkan di tepi kiri dan kanan jembatan. Pembangunan jembatan itu membutuhkan 1.850 ton baja dan diperkirakan jembatan tersebut sanggup bertahan hingga 100 tahun.

Kawasan Wisata Jembatan Barito pada tahun 2017 mulai dibenahi melalui kucuran dana DAK diantaranya dengan pembangunan dermaga/jetty, gazebo, panggung pertunjukan mini, kios cenderamata serta fasilitas toilet.

Destinasi lain di Kawasan Kalimantan Selatan


Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Menjelajah Jembatan Barito

04 min