Mengenal Samuel Morse, Penemu Kode Morse

Mengenal Samuel Morse, Penemu Kode Morse

Dalam dunia Pramuka, pasti akan diajarkan berbagai macam hal, salah satunya adalah cara komunikasi tanpa suara atau dengan isyarat kode. Kode yang sering digunakan adalah sandi atau kode Morse. Lalu, tahukah kalian siapa penemu kode Morse? Ya, Samuel Morse.

Salah satu cara komunikasi yang paling sering diajarkan dalam pramuka adalah kode atau sandi morse. Cara komunikasi jarak jauh ini digunakan dalam Pramuka dengan cara mendengarkan panjang pendeknya suara peluit untuk mendapatkan perintah.

Sejak awal penemuannya, kode morse sebenarnya bukan hanya diperuntukkan sebagai sarana berkomunikasi bagi para anggota Pramuka saja, tetapi sudah banyak digunakan di berbagai macam alat, seperti telegraf.

Pada awal kemunculannya, kode morse ini digunakan untuk mengirim pesan antara dua tempat yang tidak saling berdekatan. Telegraf adalah suatu alat komunikasi yang memiliki jangkauan yang cukup luas dan cepat pada masa itu.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kode morse ini memang sebuah sandi yang berfungsi untuk melakukan komunikasi. Tak bisa dibayangkan apabila pada masa itu kode morse tidak ditemukan kemungkinan besar kita akan sulit untuk berkomunikasi.

Sejarah Penemuan Kode Morse

Sejarah munculnya sandi morse atau kode morse ini selalu berkaitan dengan awal mula telegraf dapat digunakan sebagai media untuk berkomunikasi. Munculnya telegraf ini dilatarbelakangi dengan pengiriman pesan yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar sampai ke tempat yang akan dituju. Telegraf sendiri bisa dikatakan sebagai alat komunikasi yang dapat mengirim dan menerima pesan jarak jauh.

Kode-kode morse terdiri dari kode huruf, dan kode angka. Setiap huruf alfabet yang ada pada pesan telegraf dapat dikirimkan dengan cara mengetuknya dalam simbol garis dan simbol titik. Simbol garis menandakan bahwa sinyalnya panjang dan simbol titik menandakan bahwa sinyalnya pendek.

Dalam sandi morse, biasanya akan tersusun dari simbol titik (.) dan simbol garis (-). Kedua simbol tersebut akan memiliki pola tertentu agar dapat melakukan komunikasi. Pada simbol  titik, bunyi yang dihasilkan merupakan bunyi pendek. Sedangkan, pada simbol garis, bunyi yang dihasilkan adalah bunyi panjang.

Kode morse juga mengalami perkembangan, sehingga kode morse yang pertama kali digunakan berbeda dengan kode morse yang kita kenal saat ini. Kode morse yang digunakan saat ini merupakan kode morse yang telah ditetapkan secara resmi dalam Konferensi yang terjadi di Berlin di tahun 1851.

Penemu kode Morse

Siapakah penemu kode morse? Mungkin hampir setiap orang tidak mengetahui siapa yang menemukan kode ini. Pemilik nama lengkap Samuel Finley Breese Morse merupakan seorang pelukis, penemu sistem telegraf elektronik tunggal, serta penemu kode morse.

Samuel dilahirkan pada 27 April 1791 di Charlestown, Massachusetts dari ayah bernama Pastor Jedidiah Morse (pakar geografi) dan ibu bernama Elizabeth Ann Finley Breese. Morse kecil menyelesaikan sekolah di Akademi Phillips di Andover, kemudian Morse melanjutkan sekolah di Yale College untuk mempelajari Filsuf Religius, Matematika, dan Sains Kuda.

Hingga saat ini, Morse lebih dikenal dengan nama Samuel Morse. Sebelum melakukan penelitian dan percobaan terhadap telegraf dan kode-kode morse, Samuel Morse merupakan seseorang yang tertarik pada bidang kesenian terutama seni gambar.

Setelah berkecimpung lama di dunia seni gambar, Samuel Morse mulai tertarik dengan dunia kelistrikan ketika ia melihat elektromagnetik yang terjadi pada saat beliau berlayar dari Eropa ke Amerika sekitar tahun 1830-an. Gagasan elektromagnetik yang membuat Samuel Morse tertarik merupakan gagasan yang berasal dari Cooke dan Wheatstone.

Ketertarikannya terhadap bidang elektromagnetik membuat Samuel Morse ingin menambah pengetahuannya dengan mempelajari ilmu-ilmu yang berasal dari fisikawan asal Amerika yang bernama Joseph Henry. Setelah mempelajari elektromagnetik dari Joseph Henry, kemudian Samuel Morse mulai mengembangkan telegraf listrik dengan menggunakan satu sirkuit atau sirkuit tunggal pada tahun 1835. Lalu, Ia mengoperasikan telegraf buatannya untuk pertama kali di Universitas New York.

Ketika melakukan pengembangan telegraf listrik pada tahun 1837, Samuel Morse tidak bekerja sendirian, tetapi dibantu oleh dua temannya, yaitu Leonard Gale dan Alfred Vail. Cara kerja dari telegraf listrik yang dikembangkan oleh Samuel adalah dengan cara memencet tombol operator.

Dalam hal ini, tujuan dari memencet tombol operator telegraf adalah untuk menyelesaikan sirkuit listrik. Setelah sirkuit listrik muncul, kemudian sinyal listrik akan bergerak lewat kabel hingga pesan bisa diterima dengan baik.

Pada tahun yang sama (1837), Samuel Morse bersama kedua temannya, mulai mematenkan telegraf terbarunya. Ketika mengajukan hak paten, beliau menjelaskan bahwa telegraf buatannya ini terdapat garis dan titik. Garis dan titik tersebut berfungsi untuk mewakili angka-angka dan huruf-huruf, sehingga bisa menghasilkan kata-kata yang dapat dibaca. Simbol dan garis itulah yang saat ini dikenal dengan sandi morse atau kode morse.

Mengenal Samuel Morse, Penemu Kode Morse - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Mengenal Samuel Morse, Penemu Kode Morse

03 min