Ice Breaking Untuk Anak SD. Pengertian, Manfaat Dan Contohnya

Ice Breaking Untuk Anak SD. Pengertian, Manfaat Dan Contohnya

Bila Anda guru yang mengajar SD, Anda butuh banyak referensi ice breaking untuk anak SD yang menyenangkan. Ice breaking ini akan membuat suasana jadi cair, anak-anak jadi gembira dan menghilangkan kebosanan dan kejenuhan mereka.

Sebenarnya, kemampuan anak konsentrasi dalam belajar itu sangat terbatas. Sehingga mereka perlu variasi agar semangatnya tumbuh.

Banyak guru yang kurang menyadari bahwa anak-anak SD ada dalam masa anak-anak yang butuh bermain. Bahkan, belajar mereka ya bermain. Minimal mereka akan senang belajar bila ada permainan dalam belajarnya. Istilahnya belajar sambil bermain.

Apa saja yang termasuk ice breaking? Simak pembahasannya dalam artikel ini ya.

Ice breaking berasal dari bahasa inggris yang artinya memecahkan es. Es identik dengan kebekuan/ beku. Jadi, ice breaking adalah upaya untuk memecah kebekuan agar cair, riang gembira dan jauh dari kebosanan.

Apa itu ice breaking untuk anak sd? Yaitu ice breaking yang cocok dengan karakteristik anak-anak usia SD sederajat. Sehingga mereka merasa nyaman, terhibur dan tak bosan.

Dalam kelas pembelajaran SD, seorang guru perlu punya banyak variasi ice breaking untuk anak SD. Ice breaking ini untuk menghilangkan rasa di tengah pembelajaran. Bila sejak jam 07.00 wib mereka masuk kelas, dapat materi pelajaran guru hingga siang pukul 09.00 win tanpa ada jeda sesuatu yang menghibur, maka anak-anak akan merasa jenuh dan bisan.

Solusinya, guru perlu menghadirkan suasana yang menghibur dan mampu mengusir kebosanan mereka tanpa mengurangi substansi belajar dalam kelas.

Dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari di kelas, tentu anak-anak sering merasa jenuh dan bosan. Dalam keadaan seperti ini, seorang guru bisa menghadirkan ice breaking untuk anak SD di kelasnya.  Sehingga anak merasa senang, bahagia cerah dan semangat kembali. Sehingga mereka siap untuk belajar kembali, mudah memahami dan menerima pelajaran dari guru kelasnya.

Menghadirkan ice breaking dalam kelas memiliki beberapa manfaat. Antara lain adalah:

Saat dalam sesi pembelajaran kelas sering sekali anak merasa boring, capek dan lelah. Guru tak bisa memaksakan pembelajaran pada mereka. Untuk mengatasi hal ini, guru bisa memberikan ice breaking. Sehingga anak merasa terhibur, semangatnya hadir kembali untuk belajar.

Dalam sesi pembelajaran kelas sering sekali anak-anak merasa bosan dan jenuh. Dalam kondisi seperti ini seorang guru tak boleh marah-marah pada mereka. Sebaliknya, guru perlu paham bagaimana psikologi anak-anak. Sehingga guru tak marah dan menyalahkan mereka.

Guru bisa menghadirkan suasana yang menyenangkan dengan membuat permainan yang mencarikan suasana. Permainan ini biasa kita kenal dengan istilah ice breaking.

Saat penerimaan siswa baru sering sekali anak belum saling mengenal. Sehingga mereka saling malu sama lain. Dalam kondisi seperti ini, seorang guru bisa menghadirkan ice breaking dalam kelasnya. Tujuan utamanya adalah untuk mencairkan suasana. Setiap anak akan merasa satu perasaan, satu ruangan, satu tempat dan satu naungan. Sehingga mereka bisa saling mengenal dengan mudah tanpa canggung.

Dalam praktiknya, ada banyak jenis ice breaking yang bisa Anda temukan. Berikut beberapa jenis ice breaking yang banyak digunakan untuk mencairkan suasana kelas anak-anak SD:

Permainan yang cocok Anda mainkan di kelas untuk ice breaking yang pertama adalah tepuk tangan. Tepuk tangan ini juga bisa digunakan untuk acara offline atau online. Cara mempraktikkannya pun mudah.

Misalnya saja. Saat Anda menyebut selamat malam, maka audience bertepuk tangan 2 kali. Anda menyebut selamat pagi, audience bertepuk 3 kali. Anda bisa melempar selamat pagi dan selamat malam bertubi-tubi. Tia lemparan pertanyaan Anda, mereka harus menjawab. Maka, dalam praktiknya, akan banyak anak yang salah ucap dan salah jawab. Sehingga hasilnya banyak orang tertawa terpingkal-pingkal karena lucu dan unik.

Anda juga bisa membuat variasi pertanyaan bukan hanya selamat malam atau selamat pagi. Anda bisa membuat selamat sore. Nah, saat Anda menyebut selamat sore, maka tak boleh ada yang tepuk tangan karena ini di luar perjanjian. Bukankah perjanjiannya selamat malam, tepuk 2 kali. Selamat pagi, tepuk tangan 3 kali.

Saat Anda menyebut selamat sore, maka semuanya harus diam. Saat itu, biasanya telah banyak yang salah tepuk. Sehingga mereka merasa malu dan tersipu malu.

Lagi-lagi, tujuannya bukan supaya mereka bisa menjawab pertanyaan Anda dengan benar tetapi supaya banyak yang salah. Banyak yang merasa bersalah, tertawa, saling tertawa, bergembira. Itu saja.

Salah satu jenis Ice Breaking yang menarik dan membuat banyak anak-anak penasaran adalah Ice Breaking tebak-tebakan.  Apakah ice breaking ini? Anda bisa membagikan  kertas pada seluruh siswa dalam kelas secara merata. Dalam satu kelas, Anda bagi menjadi 2 kubu. Misalnya, kanan dan kiri.

Tiap kubu bertugas untuk membuat kata yang dimulai dengan jika. Sedangkan kubu sebelah. Tepatnya, kubu kiri membuat kalimat yang diawali dengan kata “maka”. Setiap kubu membuat jawaban atas masing-masing pertanyaan ini. Nanti akan ada banyak jawaban yang berbeda, lucu unik dan menarik.

Semua orang akan tertawa dan gembira. Tujuan utama permainan ini bukan untuk mencari kebenaran atau kecocokan tetapi sekedar membuat permainan yang menyenangkan dan mencairkan suasana.

Permainan ini sangat cocok bagi masa perkenalan siswa baru. Bila banyak anak baru yang belum saling mengenal, maka guru bisa menggunakan permainan ini untuk mencairkan suasana. Ada beberapa jenis alat yang perlu disiapkan. Antara lain: spidol, selotip dan kertas kosong.

Bagaimana cara menggunakannya?

Guru membagi siswa berpasangan satu sama lain

Permainan ini punya tujuan untuk memperkenalkan nama benda tanpa menggunakan kata. Siswa bisa menggunakan gambar, simbol, gerakan tubuh tanpa menggunakan kata atau suara.

Mereka bisa menggunakan penunjuk kepala dan sekolah untuk menginformasikan kepala sekolah. Lari di tempat untuk menginformasikan jogging dan banyak contoh yang lainnya.

Karena tiap anak sudah berpasangan, maka mereka bisa memberikan petunjuk, memperkenalkan sesuatu kepada pasangannya. Sesi selanjutnya, pasangannya menebak apa yang dimaksud oleh orang yang ada di hadapannya.

Tahap selanjutnya, guru bisa meminta kepada pasangannya untuk menyampaikan apa yang dia maksud sebenarnya.

Apapun jawabannya, maka yang muncul hanyalah tertawa karena masing-masing merasa lucu, geli dan menghibur.

Lagu sayonara. Yaitu kita gunakan lagu sayonara-sayonara. Lagu ini sudah familiar dan nyaris semua kita hafal. Jadi, biar lebih mudah saja.

Nah, dalam permainan ice breaking lagu dan gerak ini kita mengombinasikan antara lagu sayonara dengan gerak. Jadi, saat sampai pada kata ‘sampai’ dan ‘itu’. Semua anak mengucapkan “pundak lutut kaki lutut kaki”. Bukan hanya mengucapkan tapi Cuma memegang pundak, lutut dan kaki sesuai dengan ucapannya.

Bila guru mampu menerapkan ice breaking untuk anak SD ini dengan enjoy dan gembira. Maka anak-anak akan gembira, jauh dari jenuh dan kebosanan. Suasana jadi enjoy, cair dan bersahabat. Mereka akan antusias dan semangat kembali untuk belajar.

Posting Ice Breaking Untuk Anak SD. Pengertian, Manfaat Dan Contohnya .


Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Ice Breaking Untuk Anak SD. Pengertian, Manfaat Dan Contohnya

04 min