Hewan dengan Usia Terpendek di Dunia

Hewan dengan Usia Terpendek di Dunia

Dalam siklus rantai makanan, ada banyak jenis hewan yang menempati posisi sebagai mangsa dan pemangsa. Hewan yang menempati rantai makanan terbawah tentunya memiliki usia yang terbilang pendek. Meski demikian, hewan usia terpendek tidak melulu dikarenakan menempati rantai makanan terbawah, karena ada juga hewan yang memiliki usia pendek karena sudah menuntaskan misinya. Pertanyaannya, hewan apa saja yang masuk kategori memiliki usia terpendek di dunia?

Semua hewan yang ada di dunia ini tentunya memiliki masa hidup atau rentang usia yang berbeda-beda. Ada hewan yang memiliki usia sangat panjang seperti kura-kura raksasa Aldabra yang bisa mencapai umur ratusan tahun, hingga hewan yang hanya memiliki umur sangat pendek dengan waktu hanya dalam hitungan jam saja.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa hewan dengan katusia terpendek di dunia, antara lain :

Hewan dengan usia terpendek di dunia yang pertama adalah lalat capung (Mayfly), yakni hanya selama 24 jam. Hewan satu ini hanya menghabiskan sebagian besar hidupnya menjadi Nimfa, yang kemudian sisanya digunakan untuk bereproduksi.

Ketika lahir, maka seekor lalat capung akan disebut sebagai Nimfa. Dari Nimfa inilah mereka akan berkembang menjadi Subimago, siklus dimana sang lalat capung akan berkembang menjadi seekor Mayfly dewasa dan siap untuk berkembang biak.

Setelah menjadi d ewasa, maka Mayfly akan berubah nama menjadi Imago. Pada intinya, salah satu hewan dengan usia terpendek di dunia satu ini hanya hidup dengan tujuan bereproduksi saja. Karena setelah itu, mereka akan segera mati hanya dalam waktu 24 jam saja.

Gastrotrich merupakan salah satu mikroorganisme laut. Hewan ini hanya memiliki usia tiga hari dengan ukuran tubuh maksimal 3 milimeter. Struktur tubuh gastrotrich terlihat transparan dan berenang dengan mengikuti arus laut. Hewan ini memiliki organ kelamin pria dan wanita yang digunakan untuk bereproduksi.

Hewan dengan usia terpendek selanjutnya adalah semut pejantan, yang notabene hanya menghabiskan hidupnya untuk makan dan mengawini ratu semut. Perlu diketahui bahwa semut jantang berkembang dari telur yang tidak dibuahi, sehingga tidak menerima genom dari sang ayah.

Dengan kata lain, semut jantan tidak memiliki ayah dan tidak dapat memiliki anak laki-laki, namun mereka tetap memiliki kakeh dan dapat memiliki cucu laki-laki. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan mereka sangatlah cepat, yakni mereka akan mati setelah kawin. Meski begitu, sperma mereka akan tetap hidup, mungkin hingga mencapai bertahun-tahun lamanya.

Dalam masa hidupnya, lalat hanya dapat bertahan hidup 15 – 30 hari saja. Sementara itu tanpa makanan, mereka hanya bisa bertahan sekitar 2 – 3 hari. Walaupun memiliki usia yang tergolong pendek, sepertinya lalat tidak memiliki kesulitan dalam hal reproduksi.

Karena konon, setiap lalat betina mampu bertelur lebih dari 150 butir dalam satu periode. Sementara itu, rata-rata lalat betina dapat bertelur hingga 500 butir dalam 6 periode selama hidupnya.

Capung memiliki masa hidup sekitar empat bulan. Namun, hal ini juga tidak menjamin jika mereka bisa hidup selama itu. Karena capung sering dijadikan sumber makanan oleh laba-laba, burung, kadal maupun katak.

Selain itu, angin kencang dan kondisi iklim juga bisa menghambat perubahan larva menjadi capung. Kemampuan terbang capung yang tergolong lambat juga menyebabkan mereka lebih mudah ditangkap oleh reptil ataupun hewan lainnya.

 

 

Hewan dengan Usia Terpendek di Dunia - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Hewan dengan Usia Terpendek di Dunia

02 min