Hari Pramuka, Yuk Kenalan dengan 5 Tokoh Pramuka di Indonesia!

Hari Pramuka, Yuk Kenalan dengan 5 Tokoh Pramuka di Indonesia!

Hari Pramuka dirayakan setiap tahun pada tanggal 14 Agustus. Melambungnya pamor Pramuka di Indonesia tidak lepas dari perjuangan para tokoh hebat dibaliknya. Lalu, siapa saja tokoh Pramuka Indonesia?

Pramuka adalah organisasi kepanduan yang masih populer sampai sekarang di Indonesia. Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Pramuka sebenarnya sudah ada sejak era sebelum kemerdekaan dan sejak itu terus mengalami perkembangan.Tenarnya gerakan kepanduan atau Pramuka di Indonesia sendiri tentu didorong oleh para tokoh dibaliknya. Tanpa buah pemikiran dan perjuangan dari tokoh pramuka Indonesia maka organisasi ini tidak akan menjadi organisasi yang eksis hingga saat ini.

Sejarah Singkat Pramuka

Organisasi Pramuka resmi berdiri pada 14 Agustus 1961, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pramuka. Setelah Pramuka berdiri, Sri Sultan HB IX diangkat sebagi Ketua Kwartir Nasional selama empat periode, (1961-1963, 1963-1967, 1967-1970, dan 1970-1974).

Selain itu, Sri Sultan HB IX juga memprakarsai Gerakan Tabungan Pramuka pada 1974. Dibentuk pula Tri Satya Pramuka dan Dasa Dharma Pramuka, sebuah janji kesetiaan anggota Pramuka. Jasa Sri Sultan HB IX pun terdengar sampai ke kancah internasional, sehingga ia diberi gelar Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) pada 1973.

Ada lima tokoh setidaknya yang menjadi pelopor Gerakan pramuka di Indonesia, antara lain, Ir. Soekarno, Sri Sultan Hamengkubuono IX, Prof. Prijono , Dr. A. Azis Saleh, serta Mochamad Achmadi.

Ir. Soekarno lahir di Surabaya 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo yang merupakan anak dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Namun, karena beliau sering sakit makan Namanya diganti menjadi Soekarno.

Salah satu tokoh Pramuka di Indonesia adalah Presiden Soekarno. Soekarno berperan menggabungkan puluhan gerakan kepanduan yang ada di Indonesia melalui Panitia Gerakan Pramuka yang ia bentuk bersama Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada 9 Maret 1961.

Setelah itu, Presiden Soekarno merilis Keppres RI No. 238 tahun 1961, yang berisikan tentang Gerakan Pramuka. Dalam Keppres ini Presiden Soekarno menetapkan bahwa segala kegiatan pendidikan kepanduan kepada para pemuda akan ditugaskan kepada perkumpulan Gerakan Pramuka.

Presiden Soekarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka pada 9 Maret 1961. Anggota dari panitia ini ada Sri Sultan HB IX, Prof. Prijono, A Azis Saleh, dan Achadi. Keempat anggota ini pun berhasil menyusun Anggaran Dasar Gerak Pramuka sekaligus Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961, tentang Pramuka.

Tokoh Pramuka di Indonesia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang juga disebut sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Sri Sultan Hamengkubuono IX lahir di Ngasem, Ngayogyakarta Hadiningrat pada 12 April 1912.

Sri Sultan Hamengkubuono IX juga turut berperan aktif dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia, mulai dari menyumbangkan kekayaannya, juga memberi bantuan logistic pada para pejuang serta pejabat pemerintahan RI. Pada Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka pada 1988 mengukuhkan Sri Sultan Hamengkubuono IX sebagai bapak pramuka Indonesia.

Prof. Dr. Prijono lahir di Yogyakarta pada 20 Juli 1905. Prijono muda mendapatak gelar doctor dalam bidang sastra dan linguistic setelah menempuh studi di Universitas Leiden, Belanda

Selain Pendidikan dan gelarnya, Prof Prijono juga memiliki rekam jejak karir yang tak kalah cemerlang. Dengan aktif dalam berbagai asosiasi serta mendapatkan berbagai macam jenis gelar serta penghargaan. Lalu beliau dangkat sebagai Menteri Pendidikan dan kebudayaan oleh Presiden Soekarno.

Di tengah masa jabatannya tersebut, Prijono sempat ditunjuk untuk menjadi salah satu anggota dari Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka, yang dibentuk pada 9 Maret 1961, oleh Presiden Soekarno. Prijono bersama ketiga anggota lainnya bertugas mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, yang disusul dengan tebritnya Keppres RI No. 238 Tahun 1961, tentang Gerakan Pramuka.

Dr. A. Aziz Saleh lahir di Boyolali 20 September 1914. Beliau diangkat sebagai sekretaris jendral Gerakan pramuka pada 1970. Aziz merupakan seorang dokter bedah ahli sekaligus aktif sebagai politikus. Aziz juga menjabat sebagai Menteri selama hampir sembilan tahun.

Keaktifannya dalam Gerakan pramuka sempat meredup setelah bergabung dalam petisi 50. Hingga pada akhirnya setelah reformasi beliau mendapatkan penghargaan tunas kencana, dimana ini merupakan penghargaan tertinggi dalam Gerakan pramuka.

Tokoh Pramuka di Indonesia yang terakhir adalah Drs. Mohamad Achadi. Ia adalah mantan Menteri Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa dalam kabinet Kerja II dengan masa kerja sejak 18 Februari 1960 – 6 Maret 1962.

Di samping menjadi menteri, Achadi juga ditunjuk oleh Presiden Soekarno bergabung sebagai anggota dalam Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Masih sama seperti tokoh-tokoh sebelumnya, Achadi juga ikut berperan dalam diresmikannya Gerakan Pramuka pada 1961.

 

Hari Pramuka, Yuk Kenalan dengan 5 Tokoh Pramuka di Indonesia! - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Hari Pramuka, Yuk Kenalan dengan 5 Tokoh Pramuka di Indonesia!

03 min