Gimana kalau murid lebih pinter daripada gurunya?

Daku memang kuliah di Fakultas keguruan, tapi bukan berarti aku ngambil jurusan buat jadi . Intinya aku kuliah di sana tapi ngambilnya jurusan Bahasa Inggris untuk Dunia Bisnis, katanya.. Dan senengnya, walau ilmu yang kudapat selama kuliah gak kepake di kerjaanku sekarang jadi kuli Bank, tapi ternyata berguna juga buat buat bikin review in english dari job yang dikasih website-website paid review.

Jadi karena akyuw kuliah di FKIP yang dipikir orang aku memang bakal dilahirkan jadi calon . Akupun pernah ditawarin job yang tak pernah aku pikir sebelumnya ‘Menjadi Private anak SMP’. Anak yang aku ajarin merupakan keturunan chinese yang punya ortu kaya. Ortunya melakukan segala cara agar nih anak bisa jadi juara, tapi bukan jadi juara kelas aja lho melainkan menjadi Juara di Sekolahnya. Segala cara maminya lakukan, beli buku-buku tambahan, kursus sempoa, kurusus komputer, memberikan gizi vitamin lengkap nutrisi buat perkembangan otaknya. Tapi satu cara yang menurutku ada yang keliru.. Menitipkan anaknya untuk diajarin olehku. Mantap..

Hari-hari awal sungguh sangat menegangkan.. Gimana anaknya ya? penurut gak? bandel kayak di tipi yang suka ngerjain gurunya dengan cara menempelkan lem pipa di kursi atau menyelipkan beberapa semut hutan di dalam baju guru mereka. Hiiyy.. semoga saja tidak terjadi padaku. Jadi singkat acara, Bertemulah aku dengan si anak, panggil saja namanya Chichi, anak ini mirip dengan bobo ho, tapi lebih gemuk lagi dan postur yang agak ‘mengotak, putih (la iya lah khan cina) dan kalau dilihat sekilas nih anak emang berbeda daripada anak yang lain, seperti anak yang agak depresi (mungkin karena disuruh belajar mulu kali ya), sibuk dengan dunianya sendiri aja dan Pendiam. Kesan pertamanya emang pendiam lho ya..

Tapi ternyata berbeda dari kesan awalku melihatnya. Anak ini emang pinter , bahkan kadang sering aku pikir nih anak pinteran dia ketimbang aku yang jadi gurunya, pernah dia ngetes 1 kata asing yang bikin aku bingung. Dan kalau sudah begini, jawaban andalanku adalah ‘coba cari di kamus, chi…’ tapi Si Chici langsung menyebutkan jawaban dari pertanyaan dia tadi. Uh menyebalkan, nih anak emang ngetes gue ternyata. Dan hasil tes memang membuktikan saya adalah guru yang tidak berkualitas hahaha..

Kadang nih anak jorse pula, ketika aku asyik menjelaskan padanya. Dia malah juga asyik mengupil. Trus pelajaran yang aku sampaikan mendadak dia hentikan dan berkata

‘Ka shandy, coba lihat upilku, Item ka ya..’

Yah namanya belajar menjadi guru yang baik dan friendly aku pun tersenyum lalu memujinya ‘iya, upilnya lucu banget ya chi.. Bisa item bulet gede gitu gimana caranya.. Tapi ka sandi lebih hebat lagi. Pernah lihat upil ada nyantol bulu idungnya. Nih ka sandi perlihatkan’.

Jadilah pelajaran bahasa inggris mendadak beralih ke pelajaran ‘How to make the amazing upil to make the better world’. Guru dan murid sama edannya.

Oh Yah, Chici juga sangat takut ma maminya. Kalau dia lagi asyik cerita tentang games komputernya dan saya dengan berat hati mendengarkannya. Tapi ketika derap langkah seseorang terdengar mendekati kita dah diketahui identitasnya adalah si Maminya sendiri (ya masa mami ku yang datang, gak mungkin dong). Chici langsung menunduk sok merhatikan aku ngajarin dia. Dan baru ketemu ide, ternyata ini bisa dijadikan jurus jitu kalau dia lagi rese curhat gamesnya yang masa-bodoh buat gue. Akupun akan bilang.. ‘Chi terusin belajarnya ya, tar kalau chici mau aku suruh mami chici buat nemenin chici belajar di sini. Mau chi..’ kataku sambil tersenyum licik.

Si Chici badannya gembul karena isinya ‘air-doank’. Di samping mejanya selalu setia berdiri 1 tong besar air putih, yang isinya kira-kira 4 gelasan. Jatahku ngajar adalah 2 jam sehari, dan selama 2 jam itu pula dia bisa 2 kali ngisi tong besarnya itu. Sungguh membuatku terpana dengan pemandangan unik yang baru aku lihat seumur hidupku.

Anak ini sebanrnya emang pinter, padahal gak perlu di privatin aku yakin dia tetap dapat posisi ranking teratas. Maminya aja yang heboh gara-gara si chici turun nilai dari ranking 2 jadi ranking 4. Dan ini ranking satu angkatan dia lho, bukan di kelasnya aja. Makanya kadang aku pesimis bisa gak dengan kemampuanku yang pas-pasan ini bisa mendongkrak prestasi chici kembali. Akupun pesimis…

Oh, 1 bulan akupun nyerah. Aku jadi sering kena penyakit sakit kepala yang jarang sekali menyerang kepalaku. Kerjaan ini gak nyenengin lagi. Mungkin karena harga diri yang semakin aku rasa semakin terinjak-injak karena sadar anak ini lebih pinter dia ketimbang aku. Akhire, aku ngomong ke maminya biar tugasku ini kugantikan sama temanku yang lain aja. Kukatakan alasannya karena aku sibuk di dunia modelling and catwalk. Maminya pun muntah tali tambang. Dan senangnya temanku tersebut tidak mengecewakanku, nilai semester akhir chici menjulang kembali ke posisi atas. Wow.. So smart chici.. Jangan lupa, Enjoy your life yaww.. salam dari Kak Sandi hahahaha

 


Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Gimana kalau murid lebih pinter daripada gurunya?

03 min