Contoh Rumusan Masalah

Contoh Rumusan Masalah

Proposal Karya Tulis Ilmiah – Dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti penyimpangan yang harus ditemukan pemecahan atau solusi melalui metode yang sistematis. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan jawaban atau kesimpulan dari beberapa masalah dikehidupan manusi baik sosial, ekonomi, pertanian, pembanguna dan banyak lainnya.

Kedudukan masalah sangat penting dalam penelitian, karena dengan masalah tersebut seorang peneliti dapat menentukan tujuan, metode, analisis data yang akan digunakan. Dengan kata lain, adanya penelitian merupakan cara dalam menyelesaiakan permasalahan yang sudah dirumuskan dalam beberapa poin.

Rumusan masalah menjadi bagian yang sangat penting dalam membuat karya tulis, baik makalah, laporan, skripsi, tesis dan dalam bentuk karya ilmiah lainnya. Rumusan permasalahan secara singkat mengungkapkan latar belakang ditulisnya karya ilmiah. Adanya rumusan masalah menjadi batasan-batasan seseorang dalam menyusun tulisan karya ilmiahnya.

Untuk lebih lanjutnya dalam ini akan menjelaskan tentang pengertian, tujuan, jenis dan segala bentuk yang harus diketahui dalam rumusan masalah.

Rumusan masalah dapat diartikan sebagai tulisan singkat yang berada dibagian pembuka dalam sebuah karya tulis ilmiah. Bagian ini menerangkan secara terinci terkait fenomena yang terjadi dalam beberapa pertanyaan tertentu. Rumusan masalah merupakan bagian dari masalah yang menimbulkan suatu pertanyaan yang akan dicari jawaban melalui pengumpulan data dan olah data. Berikut dijelaskan terlebih dahulu terkait masalah dari beberapa ahli:

Menurut Stonner (1982) mendefinisikan masalah sebagai masalah-masalah yang dicari apabila terdapat penyimpangan pengalaman dengan kenyataan, antara yang direncanakan dengan kenyataan dan adanya kompetisi dan pengaduan.

Menurut Suryabrata (1994) menjelaskan bahwa masalah merupakan kesenjangan harapan dengan kenyataan, antara kebutuhan dengan kenyataan dan antara yang seharusnya dengan yang ada secara nyata.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah yaitu suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena yang terjadi akibat kesenjangan, dan digunakan sebagai batasan-batasan dalam variabel penelitian yang perlu dicari jawaban serta kesimpulannya.

Terdapat beberapa jenis rumusan masalah dalam penelitian yang sering ditemui, antara lain yaitu:

Rumusan masalah dalam penelitian deskriptif sering kali digunakan dalam penelitian kualitatif, karena dalam pembentukannya dilakukan dengan menghubungkan variabel satu dengan variabel lainnya. Variabel dalam penelitian deskriptif sering berkaitan akan tetapi tidak dapat diperbandingkan antar variabel yang ada.

Permasalahan pada rumusan masalah deskriptif merupakan masalah dengan variabel mandiri hanya pada satu variabel atau lebih. Peneliti tidak akan membuat perbandingan variabel satu dengan variabel sampel lain, melainkan hanya mencari hubungan antar variabelnya.

Beberapa yaitu:

Pada jenis rumusan masalah komparatif berbanding terbalik dengan jenis deksriptif, dimana rumusan masalah komparatif ada perbandingan yang didapatkan antar variabel tanpa harus dideskripsikan. Secara singkat bahwa jenis rumusan masalah ini akan membandingkan satu variabel dengan varibel lainnya.

Perbandingan antar variabel dapat dilakukan antar 1 variabel lain atau lebih dari 2 atau sampel yang berbeda dan pada waktu yang berbeda pula. Berikut beberapa perumusan masalah pada penelitian komparatiif:

Rumusan masalah yang menggunakan model asosiatif terbentuk dari hubungan dan juga perbandingan antar variabel. Secara singkat bahwa model ini dikenal sebagai model campuran. Pembuatan rumusan masalah lebih dekat dengan beberapa pertanyaan yang saling berkaitan, kemduian pertanyaan tersebut akan dijawab dalam pembahasan karya tulis ilmiah. Terdapat tiga bentuk hubungan dalam jenis ini antara lain:

Suatu hubungan antar dua variabel atau lebih yang secara kebetulan muncul bersamaan. Contoh rumusan masalahnya antara lain:

Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut:

Hubungan kausal yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat, jadi ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dengan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi). Beberapa contoh rumusan masalah kausal yaitu:

Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar putra-putrinya? (pendidikan orang tua sebagai variabel independen dan prestasi belajar sebagai variabel dependen)
Seberapa besar pengaruh tata ruang kelas terhadap kenyamanan belajar siswa di SMP?
Adakah pengaruh pengetahuan petani dengan tingkat produktivitas panennya?
Seberapa besar pengaruh kurikulum, kualitas guru dan sarana pendidikan terhadap prestasi murid-murid SMA?

Contoh judul peneltiannya:

Hubungan interaktif atau timbal balik yaitu hubungan yang saling mempengaruhi dimana tidak diketahui yang mana variabel independen dan dependen. Berikut beberapa contoh rumusan masalah hubungan interaktif:

Dalam rumusan masalah terdapat beberapa karakteristik yang terkandung didalamnya antara lain:

Perumusan masalah umumnya harus jelas dalam memperlihatkan variabel yang hendak ditangani dalam penelitian. Kemudian, pada penelitian juga harus dijelaskan perlakuan terhadap variabel yang ada. Setelah menetapkan variabel dan hubungannya, penelitian tersebut tidak lagi berangkat dari bersifat eksploratif tetapi berangkat dari keadaan kosong.

Peneliti siap dalam keadaan mencari jawaban dan bukan jawaban yang spekulatif. Pertanyaan yang baik merupakan pertanyaan yang tidak sekedar dibuat, tapi juga ditemukan.

Perumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian yang akan dicari kebenarannya dan jawabannya. sehingga perlu dirumuskan dalam kalimat tanya. Rasa keingin tahun seorang manusia ditandai dengan pengajuan beberapa pertanyaan. Masalah harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, sebagai penunjuk semangat rasa ingin tahu.

Merumuskan masalah sebelumnya dalam bentuk kalimat tanya, seorang peneliti berada dalam posisi siap untuk melakukan langkah-langkah untuk mencari tahu kebenaran dan jawabannya. Pertanyaan masalah mendorong peneliti untuk menentukan metode, merancang desain, memilih teori yang digunakan, merancang alat analisis pengumpulan data, dan merancang teknik yang diperlukan untuk menganalisis data yang dikumpulkan.

Masalah yang ditemukan harus dapat diuji secara impiris. Varibel-variabel yang ditemukan mengandung implikasi dan dapat dilakukan pengumpulan data dalam pengujiannya. Variabel yang sangat sulit dalam penemua atau pengumpulan data akan menghambat proses analisis data dan mencari jawaban atas masalah tersebut.

Pada penelitian kualitatif yang mayoritas variabelnya termasuk kedalam data diskriptif mengharuskan kesimpulan terbuka untuk diverifikasi. Verifikasi data dapat dilakukan ketiika pengumpulan data dilakukan secara empiris, objektif, dapat diamati dan terukur. Sehingga, sangat perlu untuk merumuskan permasalahan yang variabelnya dapat dicari datanya.

Pertanyaan dalam penelitian ilmiah diharuskan bersifat netral. Masalah moral atau etika yang terkait dengan pernyataan baik-buruk, indah-buruk, sukse-miskin dan lain sebagainya yang sarat akan diskriminasi moralistic perlu dihindari. Seperti contohnya: guru yang jelek, siswa yang kaya, siswa yang buruk dan lain sebagainya perlu dihindari.

Pertanyaan-pertanyaan yang sedemikian itu merupakan pertanyaan yang tidak baik, secara prosedur validasi datanya akan sulit karena variabel yang ditanyakan bernada rasis atau diskriminasi. Keilmuan harusnya bebas dari nilai-nilai negative dan netral agar tidak bias. Pada penelitian kuantitatif yang erat dengan angkat dan terukur, obejektif serta dapat diuji, variabel bias harus tidak digunakan.

Oleh karena itu, masalah yang hendak dirumuskan tidak boleh bersifat moralistic dan valuatif. Etika, norma dan moral yang sudah melekat pada adat istiadat budaya kita menjadi batasan seorang peneliti agar kriteria variabenya tidak kontroversial.

Sumber rumusan masalah pada suatu penelitian didapatkan dari beberapa sumber satu atau lebih dari sumber. Beberapa sumber yang dijadikan acuan peneliti dalam mencari rumusan masalah antara lain:

Observasi merupakan sumber yang paling sering digunakan oleh peneliti karena kaya akan masalah penelitian. Kebanyakan keputusan yang praktis didasarkan atas praduga yang tidak didukung keimpirisan data. Masalah penelitian bisa diangkat dari beberapa hasil observasi atas hubungan tertentu yang masih belum memiliki dasar atas penjelasan atau jawaban yang memadai.

Penyelidikan yang dilakukan kemungkinan menghasilkan teori yang baru, mematahkan teori atau melengkapi teori yang sudah ada. Rekomendasi pemecahan masalah parktis, identifikasi masalah dalam variabel yang belum ada dalam literature jug menjadi hasil penelitian didasarkan observasi.

Sebuah teori merupakan konsep-konsep yang masih berupa prinsip umum yang kapan saja dapat dipatahkan sebelum dilakukan pengujian empiris. Umumnya teori secara umum dan perkembangan jaman yang semakin maju dapat disanggah atau di sempurnakani atas temuan-temuan yang didapatkan sekarang. Penyelidikan terhadap suatu masalah yang berasal dari teori bermanfaat untuk menjelaskan secara empiris praktik dari teori tersebut.

Kepustakaan umumnya berasala dari rekomndasi-rekomendasi peneliti pada hasil laporan penelitiannya. Seorang peneliti memiliki batasan waktu, tenaga dan biaya yang mengakibatkan seluruh masalah tidak dapat dijawab pada waktu tersebut. Sehingga, akan diberikan rekomendasi atau catatan agar peneliti selanjutnya dapat meneruskan hasil penelitian tersebut.

Masalah dari rekomendasi peneliti juga dapat dilakukan penelitian ulang dengan atau tanpa variasi yang membedakan. Tujuannya yaitu menguji jawaban yang telah didapat dan kebenaran yang dinyatakan peneliti sebelumnya. Sehingga, replikasi bisa meningkatkan validitas dari penelitian tersebut.

Masalah sosial juga dapat dijadikan sebagai rumusan masalah penelitian. Masalah sosial yang terus berkembang umumnya dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data serta variabel yang muncul akan bersifat dekrifif, objektif ddan subyektif cocok untuk penelitian kualitatif.

Beberapa permasalahan sosial yang terjadi seperti perkelahian siswa antar sekolah dapat dijadikan penelitian tentang efektivitas pendidikan moral disekolah. Selain itu, banyaknya pengangguran lulusan strata 1 dapat dijadikan penelitian kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan perusahaan.

Pengalaman-pengalam pribadi yang dirasakan secara langsung dapat dijadikan sebagai rumusan masalah. Masalah tersebut muncul dan dialami oleh kita sendiri sehingga dalam penganalisa data lebih mudah. Akan tetapi sumber ini dapat bersifat subyektif peneliti sehingga perlu dihindari persepsi sendiri.

Hasil pengujian secara empiris atas permasalahan yang muncul pada diri kita akan menjawab serta mendapatakan pemahaman yang lebih mendalam. Seperti contohnya: sarapan pagi terhadap kesehatan diri sendiri dan lain sebagainya.

Pada tahap pembuatan keputusan tertentu, seorang peneliti tidak jarang mendesak dalam melakukan penelitian evaluatif. Hasil dari penelitian-penelitian ini sangat membantu untuk dijadikan dasar dalam penelitian selanjutnya. Umumnya penelitian yang didasarkan situasi praktis dalam menjawab masalah secara utuh masih terdapat kekurangan-kekurangan karena keterbatasan waktu, tenaga dan biaya.

Proses penyelesaian dalam rumusan masalah sangat berkaitan dengan kesempurnaan dalam karya tulis ilmiah. Rumusan tersebut memiliki fungsi dan tujuan yaitu:

Tujuan dibuatnya masalah dalam rumusan masalah yaitu untuk menjadi alasan perlu dilakukannya penelitian. Dalam penelitian akan ditampilkan pertanyaan-pertanyaan sebagai rumusan masalah yang bertujuan agar pembaca mengerti gagasan dan tujuan yang akan dicapai, meskipun singkat.

Adanya rumusan masalah difungsikan sebagai batasan seorang peneliti dalam melakukan penelitiannya. Penelitian pastinya memiliki batasan waktu, tenaga dan biaya, sehingga dengan batasan dalam rumusan masalah peneliti dapat fokus dalam menjawab permasalahan yang ada. Pada skrpsi maupun makalah, proses ini menjadi pedoman dalam menjawab hasil penelitian pada bab pembahasan atau isi.

Penentuan rumusan masalah bertujuan juga sebagai acuan peneliti memilih alat analisis serta teknik analisis datanya. Adanya rumusan masalah akan memudakan peneliti dalam mengambil instrument penelitian berupa variabel-variabel yang akan diuji dan menjadi batasan penelitian.

Adanya rumusan masalah akan mempermudah peneliti dalam mengambil populasi dan sampel penelitian. Karena, populasi yang sangat banyak dengan keterbatasan waktu, biaya dan tenaga perlu dikerucutkan keberbagai kriteria yang ada pada rumusan masalah. Membagi populasi kedalam beberapa bagian dengan ciri dan kriteria masing-masing membuat penelitian lebih terarah dan fokus terhadap permasalahan.

Menurut Kerlinger, (2006) terdapat tiga kriteria dalam menentukan permasalahan yang baik dan pernyataan yang baik pula, berikut ketiganya:

1. Masalah harus mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih, sehingga masalah-masalah yang ada dapat dibuatkan pernyataan-pernyataan sebagai berikut:

2. Masalah harus dinyatakan dengan jelas dan tidak ambigu dalam bentuk pertanyaan. Pertanyaan yang mbigu dan tidak jelas akan menyebabkan pembaca kesulitan dalam memahami tujuan yang ingi dicapai oleh peneliti.

3. Masalah dan pernyataan harus dirumuskan kedalam beberapa cara tertentu yang berkorelasi adanya pengujian yang empiris. Sehingga, ketika merumuskan masalah harus dapat dilakukan pengujian dan pengambilan data.

Mengidentifikasi masalah dalam penelitian bertujuan untuk mencari masalah yang penting untuk dilakukan penelitian. Banyak sekali masalah yang muncul pada satu keadaan saja, sehingga peneliti harus jeli dan pintar dalam memilih masalah yang akan diangkat dan perlu dicari jawabannya. Identifikasi permasalahan dapat dilakukan dengan pengelompokkan sekaligus memetakan masalah secara sistematis.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan ketika peneliti mengidentifikasi masalah yang ada, antara lain:

Berikut contoh perumusan masalah dalam sebuah penelitian yang berjudul “Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMP di Surabaya pada tahun 2019”.

A. Latar belakang masalah

Latar belakang penelitian yang berjudul “Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMP di Surabaya pada tahun 2019” adalah sebagai berikut:

B. Identifikasi masalah

Beberapa masalah yang berkorelasi dan mempunyai potensi berhubungan dengan prestasi belajar adalah sebagai berikut:

C. Perbatasan masalah

Pembatasan masalah hanya membahas “hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar” untuk diidentifikasi lebih lanjut

D. Perumusan masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

Pada kita indikasikan judul penelitiannya yaitu “Pembuatan Biskuit Berbahan Dasar Tepung Ketela Pohon Dan Rumput Laut Guna Memberikan Gizi Cukup Untuk Bayi”. Berdasarkan latar belakang judul tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:

Rumusan masalah yang ada pada karya tulis ilmiah (KTI) erat kaitannya dengan solusi yang akan ditawarkan dalam pemecahan masalah. Contohnya yaitu masalah penanganan diare secara tradisonal yang ditawarkan, Maka, betyk rumusan masalah yang ada sebagai berikut:

Rumusan masalah pada makalah umumnya akan berada di bagian awal paragraph dan terletak dilator belakang makalah tersebut. Contoh rumusan masalah pada makalah yaitu sebagai berikut:

Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan analitik dan deskriptif dengan menggunakan data statistic. Contoh rumusan masalah pada penelitian kuantitatif antara lain yaitu:

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan dekriptif melalui pendekatan-pendekatan secara mendalam kepada narasumber. Contoh rumusan masalah dengan latar belakang perkembangan bahasa inggris dalam pendidikan skala nasional. Berikut rumusan masalah yang dapat dibuat:

****

Demikian ulasan dan pemaparan tentang rumusan masalah dalam pembuatan karya tulis, semoga dengan adanya ini dapat membantu dalam pemahaman dan pembelajaran tentang teknik merumuskan masalah.

Artikel : Contoh Rumusan Masalah .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Contoh Rumusan Masalah

08 min