Contoh Paper Singkat

Contoh Paper Singkat

Contoh Paper Yang Baik Dan Benar. Tugas membuat paper bukanlah suatu hal yang asing bagi Anda yang sedang sekolah atau kuliah, karena paper merupakan suatu bentuk tugas yang diberikan dalam bentuk tulisan menyerupai karya tulis ilmiah secara lengkap dan rinci.

Paper diberikan kepada para siswa ataupun mahasiswa dari pihak pengajar sebagai salah satu tambahan nilai dalam satu kesatuan komponen penilaian. Paper juga dapat dikatakan suatu makalah yang biasanya dibuat oleh seorang mahasiswa sebagai tugas akhir sebelum memperoleh gelar diploma, sarjana, magister atau doktor.

Tugas paper dibuat sebagai rincian atas hasil yang telah didapatkan dari suatu kegiatan penelitian atau kegiatan sejenis lainnya. Pihak pengajar, dalam hal ini yaitu guru atau dosen, memberikan tugas paper kepada siswa dan mahasiswanya dengan tujuan untuk melatih keterampilan mereka agar dapat berkembang dan berpikir jauh lebih kritis sehingga tidak hanya menerima pemberian materi dari pihak pengajar saja melainkan juga dapat mencari materi dan memecahkan masalah dalam materi itu secara mandiri.

Dalam pembuatannya, Anda tidak boleh menganggap remeh karena Anda harus membuat paper dengan penyusunan yang baik dan benar. Meskipun paper dibuat mulai dari hanya 6 sampai 10 halaman saja, tetapi isinya tetap harus padat dan berkualitas sebagai perwujudan dari pengembangan diri Anda dalam suatu penulisan karya ilmiah.

Bagi Anda yang mendapatkan tugas membuat paper dan sedang mencari cara pembuatan paper yang baik dan tepat beserta contohnya, mari disimak informasi cara membuat dan contoh paper singkat berikut ini yang dapat dijadikan acuan.

Secara garis besar, paper terbuat dalam enam susunan, yaitu:

Judul adalah salah satu bagian penting dalam pembuatan paper. Dari sebuah judul, Anda dapat melihat sekilas tentang apa yang akan dibahas dalam paper tersebut, karena judul merupakan gambaran atau perwakilan dari keseluruhan isi papernya. Judul dapat berbentuk suatu kalimat pernyataan yang spesifik, tetapi dapat menggambarkan secara jelas masalah yang diangkat, sehingga pembaca tidak akan salah mengartikan tentang isi dari paper tersebut dengan hanya membaca judul papernya saja.

Bab 1 Pendahuluan berisi tentang beberapa hal berikut ini, diantaranya:

Bab ini berisi tentang pembahasan teori – teori atas dasar penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Teori – teori tersebut biasanya dikemukakan oleh pihak ahli terkait berdasarkan bukti ilmiah. Kemudian dalam penulisan teori tersebut, Anda harus mencantumkan nama, tahun, buku atau halaman buku yang dikutip demi kepentingan paper yang Anda buat.

Hal ini harus dilakukan agar Anda tidak dikira melakukan pencontekan atau plagiarisme dalam pembuatan paper tersebut. Sehingga sumber dari teori yang dikutip atau dicantumkan di dalam paper harus Anda tulis secara jelas, jangan sampai ada yang ambigu.

Jika Anda mendapatkan teori yang berasal dari internet bukan dari buku, sumber di internet tersebut juga harus dicantumkan. Serta masukkan juga alamat URL dari teori yang dikutip tersebut agar sumbernya benar – benar jelas tanpa adanya kesimpangsiuran informasi.

Sebuah paper yang baik adalah paper yang berisi tentang data – data secara terperinci yang telah ditemukan dari hasil penelitian atau pengamatan. Anda juga dapat membahas tentang semua isi data yang ditemukan di lapangan ketika berlangsungnya penelitian tentang paper tersebut.

Data – data yang Anda dapatkan tersebut dapat disesuaikan juga dengan kajian teori yang sudah dituliskan pada BAB 2 karena kajian teori tersebut memiliki fungsi sebagai penguat data atau sebagai pembanding data yang telah ditemukan.

Bab ini juga harus membahas ketika kemudian Anda menemukan ketidaksesuaian antara teori dari para ahli dengan kenyataan setelah mengadakan penelitian di lapangan. Sertakan juga tentang pendapat Anda mengapa terdapat ketidaksesuaian antara teori dengan kenyataan di lapangan. Anda harus menginformasikannya secara ilmiah untuk memberikan hipotesa terbaik terkait hal tersebut.

Bab ini berisi tentang kesimpulan dari paper yang telah Anda buat. Kesimpulan paper tersebut berisi tentang pendahuluan sampai dengan pembahasan. Anda dapat juga menginformasikan tentang pemecahan masalah dari semua hal mulai dari hipotesa sampai dengan fakta yang ditemukan setelah mengadakan penelitian dan penyusunan paper. Akan tetapi Anda harus menjelaskannya secara singkat, tidak berlebihan, atau terlalu panjang.

Bagian ini adalah bagian akhir dari paper Anda, yang isinya menuliskan tentang sumber – sumber apa saja yang menjadi bahan rujukan Anda dalam pembuatan paper.

Dalam menyusun sebuah paper, Anda harus memperhatikan formatnya karena biasanya paper memiliki format yang berbeda dengan tugas – tugas lain pada umumnya. Kebanyakan pihak pengajar, guru atau dosen, memberikan ketetapan format paper sebagai berikut:

Anda yang akan membuat paper untuk tujuan apapun, apakah tugas untuk penambahan nilai, tugas pelengkap atau syarat tertentu dari pihak pengajar, guru atau dosen tentunya, harus disusun secara tepat dan tidak boleh ada yang keliru.

Jika terdapat sedikit saja kesalahan, dapat menjadi celah bagi pihak pengajar, guru atau dosen, dalam memberikan nilai yang kurang memuaskan untuk Anda. Oleh karena itu, anda harus mengetahui langkah – langkah pembuatan paper agar tidak keliru atau bingung dalam penyusunannya. Berikut ini adalah langkah – langkah penyusunan paper yang tepat.

Tema paper adalah hal pertama yang perlu Anda pikirkan dan tentukan pertama kali sebelum Anda menyusun sebuah paper, karena tema akan menentukan semua pokok bahasan yang nantinya akan Anda buat.

Jadi jika di dalam sebuah paper, pokok bahasan saja tidak ada, tentu tidak akan ada yang dapat dibahas dan akan sulit bagi Anda untuk menentukan apa tema bahasan yang akan diangkat sebagai sajian rumusan masalah dan isi di dalam paper tersebut.

Tidak jarang pihak pengajar, guru atau dosen, ketika memberikan tugas pembuatan paper hanya memberikan tema dalam garis besarnya saja. Maka Anda harus mencari ide tema dari garis besar tema yang diberikan tersebut. Tetapi tidak semua pihak pengajar, guru atau dosen, melakukan hal tersebut.

Ada juga pihak pengajar, guru atau dosen, yang telah memberikan tema siap pakai untuk paper. Hal ini tentunya akan jauh lebih mudah bagi Anda karena tugas yang diberikan pihak pengajar, guru atau dosen, dan ketika Anda mengerjakan paper tersebut, Anda tidak perlu pusing memikirkan tema papernya.

Jika pihak pengajar, guru atau dosen, hanya memberikan garis besar tema tanpa tema siap pakai, maka Anda harus memilih tema yang menarik karena biasanya pihak pengajar, guru atau dosen yang tidak memberikan tema jadi bermaksud agar Anda dapat membuat tema yang baik dan hal itu dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan atas nilai yang akan diberikan.

Agar Anda mendapatkan tema – tema yang menarik dalam pembuatan sebuah paper, terlebih dulu Anda dapat melakukan suatu pemetaan. Anda dapat melakukan pemetaan tema dengan cara membaca beraneka ragam buku atau membaca di internet, sumber yang dapat Anda temukan sehubungan dengan apa yang akan dijadikan tema dalam paper tersebut.

Perlu diingat bahwa Anda harus memastikan tidak mengambil tema persis seperti informasi yang Anda dapatkan namun Anda perlu mencari celah tentang suatu hal yang belum dibahas pada tulisan – tulisan yang Anda baca tersebut agar paper Anda unik dan berbeda dari yang lainnya.

Ketika membuat paper, selain tema, hal utama yang tidak boleh Anda lupakan adalah bagian pendahuluan. Bagian pendahuluan ini berisi garis besar tentang isi paper yang nantinya akan ditulis secara menyeluruh dalam paper tersebut.

Pastikan isi paper yang Anda tulis tertuang di dalam bagian pendahuluan, misalkan latar belakang yang berisi tentang pengambilan tema, rumusan masalah, tujuan dalam pembuatan paper atau pemilihan tentang tema paper tersebut.

Anda harus menulis dalam format yang benar ketika membuat bagian pendahuluan. Upayakan agar jangan sampai dilakukan pengulangan pembahasan yang sebelumnya telah Anda bahas. Karena pengulangan pembahasan dalam membuat paper akan membingungkan pembaca. Bahkan mungkin, paper Anda yang awalnya terkesan ilmiah akan terlihat bertele – tele dan kurang menyenangkan untuk dibaca atau dibahas.

Perlu diketahui bahwa rumusan masalah untuk paper merupakan penentu fokus pada pembahasan paper Anda. Selain melalui tema, pembahasan juga tentunya harus jauh lebih spesifik. Hal ini juga bertujuan dan berkaitan agar apa yang akan dibahas di dalam paper tidak bertele – tele atau malah melebar ke pembahasan lain. Anda harus mengupayakan agar masalah yang dibahas berada di dalam garis merah yang sudah ditetapkan di dalam tema.

Oleh karena itulah rumusan masalah harus ada di dalam sebuah paper. Selain itu, rumusan masalah juga perlu digunakan dalam menyimpulkan hasil paper yang akan Anda tulis, tentang berapa banyak rumusan masalah yang diajukan yang nantinya akan disimpulkan di bagian penutup.

Sebenarnya bagian ini tertuang ketika pertama kali Anda melakukan suatu pemetaan yang telah ditulis dalam bagian pembahasan. Dan tentunya juga pasti Anda telah memiliki gambaran tersendiri tentang paper yang sedang ditulis tersebut akan mengarah kemana dan seperti apa. Apakah paper tersebut berupa sebuah penelitian lapangan atau kajian literatur? Apakah paper yang akan Anda buat memiliki tujuan penafsiran atau tujuan pengubahan atas sesuatu hal? Tentunya Anda harus menentukan pilihan.

Pastikan juga bahwa paper yang akan Anda kerjakan sesuai dengan yang diinginkan karena hal tersebut akan berpengaruh pada proses pengerjaannya. Jika Anda membuat paper yang tidak sesuai dengan keinginan, kemungkinan, selama proses pengerjaan, Anda akan menemukan berbagai kendala. Bahkan juga sangat memungkinkan Anda tidak dapat menyelesaikan paper yang dikerjakan secara seksama.

Anda akan lebih mudah menyelesaikan dan memiliki suatu motivasi lebih jika mengerjakan sesuatu hal yang memang sesuai dengan apa yang diinginkan. Anda juga harus memastikan bahwa setidaknya paper tersebut turut mengambil tema – tema yang dikuasai, karena pastinya hal tersebut akan membuat Anda dapat menyelesaikan paper lebih cepat.

Bahan untuk membuat sebuah paper tidak boleh dicari secara asal – asalan. Dan tidak boleh asal menyadur dari referensi lain. Anda harus menentukan hipotesis yang saling terkait dan berhubungan agar paper tersebut bukan paper asal – asalan tetapi paper Anda memang bermanfaat dan memiliki nilai yang sangat baik bagi pembaca.

Adanya kesinambungan dan keterkaitan antara bahan penelitian dengan penelitian yang dilakukan juga dapat menjadi sebuah aspek yang sangat penting bagi Anda untuk disimak dan diperhatikan. Ada berbagai macam cara pengambilan bahan yang dapat Anda lakukan. Bahan – bahan penelitian dapat Anda temukan di berbagai literatur, buku atau situs internet yang kemudian Anda bandingkan untuk mendapatkan kesimpulan sebagai ulasan dari sebuah paper yang baik.

Standar penulisan paper adalah yang sesuai dengan contoh yang telah disampaikan di atas, yaitu dalam bab I pendahuluan sampai dengan bab terakhir, yakni penutup dan daftar rujukan. Paper harus Anda buat sesuai dengan standar penulisan tersebut, jangan sampai ada hal yang terlewat atau malah Anda salah penempatan dalam penyusunannya. Karena merupakan hal yang sangat penting untuk membuat paper sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Setiap unsur paper harus ada didalamnya karena sebuah paper belum dapat dikatakan paper jika misalnya terdapat salah satu unsur saja yang tertinggal. Dan Anda juga harus melakukan penyusunan paper secara terperinci dan mendetil. Dengan demikian tentu saja paper yang dibuat bukan sembarang paper namun juga mencakup semua hal penting yang memang seharusnya ada dan tertuang di dalam sebuah paper. Contohnya pada daftar rujukan, semua harus tertuang mulai dari daftar rujukan yang sumbernya dari buku sampai dengan internet.

Jika Anda masih merasa ragu tentang paper yang akan dibuat maka jangan diteruskan. Sebaiknya Anda melakukan hipotesa kembali. Koreksi kembali mulai dari rumusan masalah agar mendapatkan isi paper yang berkelas dan berbobot sehingga paper Anda bukan paper sembarangan. Anda harus mencantumkan pendapat dari para ahli, jika ada, tanpa mengecilkan atau mengesampingkan perihal rujukan atau teori – teori yang dimaksud tersebut sehingga paper Anda lebih profesional.

Sebelum mempraktekkan tips pembuatan paper yang diterangkan pada penjelasan diatas, ada baiknya agar anda melihat beberapa contoh paper singkat yang baik dan benar dengan berbagai tema berikut ini:

[su_note note_color=”#d8d8d8″]

Hukum Perdata Di Indonesia

BAB. I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hukum adalah sebuah peraturan baik tertulis ataupun tidak tertulis yang mempunyai sanksi jika dilanggar, karena bertujuan untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih teratur. Dalam hukum dikenal dua macam hukum yaitu hukum pidana dan hukum perdata. Salah satu cara orang lain bisa mengetahui tentang hukum perdata ini adalah dengan membuat tulisan di media internet yang dapat diakses oleh siapapun dengan cara yang mudah.

B. Tujuan

Tujuan penulisan paper ini adalah untuk memperkenalkan, memberitahukan lebih jauh lagi kepada masyarakat mengenai apa itu hukum perdata dan seperti apa sistematika hukum perdata yang berlaku di Indonesia.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan judul paper di atas, rumusan masalah yang menjadi fokus dalam penulisan ini adalah: Mengetahui sejarah singkat tentang hukum perdata yang ada di Indonesia, pengertian, keadaan, serta sistematika hukum perdata dan bagaimana contoh kasusnya.

BAB. II: PEMBAHASAN

A. Sistematika Hukum Perdata

Sistematika hukum di Indonesia ada dua pendapat, yaitu :

1. Dari pemberlaku undang-undang

2. Menurut ilmu hukum / doktrin dibagi menjadi 4 bagian yaitu :

I. Hukum tentang diri seseorang (pribadi). Mengatur tentang manusia sebagai subjek hukum, mengatur tentang perihal kecakapan untuk bertindak sendiri.

II. Hukum kekeluargaan. Mengatur perihal hukum yang timbul dari hubungan kekeluargaan yaitu perkawinan beserta hubungan dalam lapangan hukum kekayaan antara suami istri, hubungna antara orang tua dengan anak, perwalian dan lain-lain.

III. Hukum kekayaan. Mengatur perihal hubungan-hubungan hukum yang dapat diukur dengan dengan uang, hak mutlak yang memberikan kekuasaan atas suatu benda yang dapat terlihat dinamakan hak kebendaan yang antara lain :

IV. Hukum warisan. Mengatur tentang benda atau kekayaan seseorang jika ia meninggal dunia. Disamping itu, hukum warisan juga mengatur akibat-akibat dari hubungan keluarga terhadap harta peninggalan seseorang.

B. Sumber Hukum Perdata

1. Arti sumber hukum

Yang dimaksud dengan sumber hukum perdata ialah asal mula hukum perdata,atau tempat di mana hukum perdata ditemukan .Asal mula itu menunjuk kepada sejarah asalnya dan pembentukanya.Sedangkan “tempat” menunjuk kepada rumusan-rumusan itu dimuat dan dapat dibaca.

2. Sumber dalam arti formal

3. Sumber dalam arti material

Sumber dalam arti “tempat” adalah staatsblad atau lembaran Negara dimana rumusan ketentuan undang-undang hukum perdata dapat dibaca oleh umum. Misalnya Stb.1847-23 memuat B.W.(KUHPdt), L.N. 1974-1 memuat undang-undang perkawinan, dll. Selain itu,keputusan hakim yang disebut Yurispudensi juga termasuk sumber dalam arti tempat dimana hukum perdata bentukan hakim dapat dibaca. Misalnya Yurispudensi Mahkamah Agung mengenai warisan,mengenai badan hukum,mengenai hak atas tanah,dan lain-lain.Sumber dalam arti tempat disebut “sumber dalam arti material”

Sumber hukum perdata dalam arti material umumnya masih bekas peninggalan zaman kolonial dahulu,terutama terdapat dalam staatsblad.Sedangkan yang lainnya sebagian besar Yurisprudensi Mahkamah Agung R.I. dan sebagian kecil saja adalah lembaran nrgara R.I. yang memuat hukum perdata nasional R.I.

BAB III: PENUTUP

Kesimpulan

Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hubungan antar perorangan di dalam masyarakat. Hukum perdata dalam arti luas adalah bahan hokum sebagaimana tertera dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW), Kitab Undang-Undang hokum dagang (WVK) beserta sejumlah undang-undang yang disebut undang-undang tambahan lainnya. Hokum perdata dalam arti sempit adalah hokum perdata sebagaimana terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW). Subekti mengatakan hokum Perdata dalam arti luas meliputi semua hokum privat materiil, yaitu segala hokum pokok yang mengatur kepentingan perseorangan. Hukum perdata adakalanya dipakai dalam arti sempit sebagai lawan hokum dagang.

[/su_note]

[su_note note_color=”#d8d8d8″]

PENYALAHGUNAAN PENGGUNAAN INTERNET OLEH REMAJA

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Keterbatasan dalam hal komunikasi untuk berbagai kepentingan antar masyarakat di seluruh penjuru dunia adalah awal dari keberadaan internet, seperti untuk kepentingan militer, bisnis, forum, berita, hingga pertukaran informasi yang secara global dapat dipermudah dengan adanya media internet.

Kebanyakan dari pengguna internet adalah kaum remaja yang memanfaatkan media global ini untuk berbagai kepentingan seperti pendidikan dan sosialisasi. Walau demikian, orang dewasa hingga orang tua pun tidak mau kalah menggunakan fasilitas internet ini untuk menunjang pekerjaan mereka. Tetapi memang intensitas penggunaan oleh remaja lebih mendominasi.

Karena hal itu banyak juga remaja yang menyalahgunakan penggunaan media internet. Apalagi semakin semaraknya jejaring sosial dan lini masa seperti instagram, facebook, twitter dan yang lainnya, yang dapat mencari atau mengetahui keadaan seluruh orang atau tentang apapun di penjuru dunia.

Tetapi dengan adanya jejaring sosial dan lini masa ini membuat para remaja kecanduan sehingga mereka lebih aktif bersosialisasi di dunia maya dibandingkan di dunia nyata. Hal ini membuat prestasi belajar mereka menurun dari sebelum adanya penggunaan internet.

Banyak para remaja menggunakan media sosial untuk membagi curahan hati mereka, namun ada juga yang menggunakan kata-kata kotor di jejaring sosial dan lini masa, dan bahkan sampai ada juga yang melalukan kriminalisasi yang berawal dari media sosial.

Oleh karena banyaknya pengaruh internet yang kurang baik dan disalahgunakan oleh para remaja, akhirnya penulis memilih tema ini untuk dijadikan karya tulis.

TUJUAN

Paper ini bertujuan untuk mengetahui efek dari penyalahgunaan internet oleh kalangan remaja.

RUANG LINGKUP MATERI

Paper ini memiliki ruang lingkup di kalangan remaja dan media internet

BAB II LANDASAN TEORI

Penyalahgunaan internet oleh para remaja disebabkan karena keadaan mereka yang masih dalam tahap peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Oleh karena itu, sifat labil para remaja masih sangat tinggi. Meskipun demikian bukan berarti penggunaan internet selalu dikonotasikan dengan hal yang negatif.

Sebenarnya, penggunaan internet mempunyai banyak sekali manfaat jika digunakan secara positif, seperti penyebaran berita positif bukan hoax atau berita palsu, bisnis online, dan silaturahmi dengan teman lama. Akan tetapi karena ulah para remaja, maka banyak orang yang mengkonotasikan bahwa penggunaan internet membawa dampak yang buruk.

Sebetulnya baik tidaknya penggunaan internet tergantung pada penggunanya. Mereka berniat seperti apa dalam mengaplikasikan media sosial ini.

BAB IV PENUTUP

KESIMPULAN

Sebenarnya, internet mempunyai banyak manfaat jika digunakan sesuai dengan fungsinnya secara bijak dan benar. Kondisi psikologis remaja yang labil, suka coba-coba, suka mengekspresikan diri, serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung menyebabkan mereka menyalahgunaan internet. Oleh karena itu, hal tersebut perlu perhatian lebih dari para orang tua untuk mengatasinya.

Biasanya di lingkungan sekolah maupun universitas banyak warganya yang menggunakan fasilitas internet, hal ini memicu para remaja menjadi lebih rajin dalam menggunakan internet untuk menunjang materi pelajaran tetapi ada juga banyak dari mereka yang menggunakannya untuk urusan selain dari materi pelajaran.
Penggunaan internet yang digunakan dengan niat kebaikan akan menghasilkan hal yang baik, begitu juga jika disalahgunakan untuk hal yang negatif maka hasilnya juga akan buruk.

[/su_note]

[su_note note_color=”#d8d8d8″]

KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT INFEKSI KULIT PADA MASYARAKAT
KECAMATAN RANCAEKEK KULON, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT

Abdul Hamid, Tamara Lolita, Susiana Merry, Ni Ayu Tri
Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, RS Hasan Sadikin

Latar belakang

Penyakit kulit termasuk kategori infeksi yang banyak ditemukan di daerah beriklim tropis dengan lingkungan sosial ekonomi yang cenderung rendah. Kecamatan Rancaekek Kulon Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan iklim tropis dengan mayoritas sosial ekonomi yang rendah. Dari peringkat sepuluh besar macam penyakit yang berada di wilayah ini, penyakit kulit infeksi menempati urutan ke 4.

Tujuan

Untuk mengetahui karakteristik penderita penyakit infeksi kulit pada penduduk Kecamatan Rancaekek Kulon, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada bulan Maret tahun 2019.

Metode

Desain penelitian analitik eksperimen pada penduduk Kecamatan Rancaekek Kulon Kabupaten Bandung Jawa Barat pada bulan Maret 2019. Diagnosis berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik klinis dan pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium.

Hasil

Dari 104 orang penderita penyakit kulit di Kecamatan Rancaekek Kulon, 80 orang (78,8 %) menderita penyakit kulit infeksi yang terdiri dari mikosis (42,5 %), skabies (34,9 %), folikulitis (4,2 %), impetigo (6,5 %) dan ektima (9,9 %). Perbandingan antara pria dan wanita = 2 : 1, didominasi kelompok usia 26 — 40 tahun (23,8 %) dan terbanyak di bidang pekerjaan pertanian dan peternakan (19,3 %).

Kesimpulan

Kesimpulan yang diambil, dari data yang didapat yaitu dari keseluruhan kasus, penyakit kulit infeksi terbanyak diderita oleh laki-laki di kelompok usia 26 — 40 tahun yang bekerja di bidang pertanian dan perternakan.

Kata Kunci

Penyakit Kulit, Iklim Tropis

[/su_note]

[su_note note_color=”#d8d8d8″]

Tantangan Bisnis Dalam Industri Pembuatan Kue Kering

BAB I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Persaingan di era globalisasi mengarah pada semakin ketatnya persaingan di sektor industri. Daya saing tidak lagi ditentukan oleh keberadaan kekayaan alam, modal, atau aset berwujud, melainkan juga berdasarkan kemampuan untuk melaksanakan perencanaan yang matang, penguasaan pengetahuan dan teknologi, dan pola, metode serta proses kerja yang yang berdaya dan berhasil guna.

Bicara tentang sumber daya manusia tentu tidak lepas dari manusianya sendiri beserta dengan atribut-atributnya uniknya dari aspek fisik hingga aspek psikologis. Satu hal yang paling menonjol dari manusia adalah makhluk yang komunol, dimana setiap individu selalu membutuhkan individu yang lain untuk saling berinteraksi.
Karenanya, pengembangan industri nasional khususnya Industri Kecil Menengah(IKM) perlu memperhatikan dimensi pembangunan inovasi manajemen dan teknologi, pembangunan infrastruktur ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terpadu dengan komitmen seluruh pemangku kepentingan di sector industri.

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan

BAB II: PEMBAHASAN

A. Masalah-Masalah Dalam Industri Kue Kering

Kue kering merupakan hasil olahan industri yang bisa dikatakan maju di daerah SIDRAP dan banyak disukai oleh masyarakat. Meskipun kue kering banyak disukai konsumen namun kue kering ini masih banyak tidak dikenal para konsumen karena kurangnya perhatian dari pihak terkait untuk membantu mengembangkannya sehingga industri kue kering pun bisa dikatakan belum bisa menembus pasar luar hanya bersifat local oleh produsen.

Selain masalah tersebut masalah yang dihadapi produsen lebih banyak berurusan dengan kemamapan sumber daya manusia dalam mengelola kue kering Sumber daya manusia merupakan faktor sentra dalam suatu industri. Padahal apa pun bentuk serta tujuannya suatu industri dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan pelaksanaan misinya diurus dan dikelola oleh manusia itu sendiri.

Di sisi lain masalah yang dihadapi oleh industri kue kering yaitu kemampuan manajemen usaha yang bisa dikatakan belum profesional. Seperti dalam pengolahan pembukuan keuangan, kebanyakan mereka belum bisa mengatur yang mana modal, harta, pemasukan dan pengeluaran sehingga membuat mereka bingung. Selain itu, keterampilan dalam menggunakan alat dan pengetahuan tentang teknologi masih kurang. Sehingga produk yang dihasilkan masih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan menggunakan alat yang lebih modern yang produksinya jauh lebih banyak jumlahnya dan lebih menarik.

B. Pendekatan Masalah

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang ditentukan. Manusia merpakan faktor penentu dalam kemajuan zaman. Hal tersebut harus diakui karena perkembangan dunia sekarang ini adalah hasil dari pemikiran manusia untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Di bidang ekonomi dan bisnis, hal tersebut berhubungan dengan kemampuan perusahaan-perusahaan untuk mrngikuti laju perkembangan dan laju kepekaan perusahaan-perusahaan tersebut terhadap perubahan yang terjadi di dunia bisnis. Oleh karena itu, faktor manusia dalam perusahaan harus dikelola baik untuk menunjang produktivitas perusahaan agar perusahaan dapat unggul dalam persaingan usaha.

Ruang lingkup sumber daya manusia, tugas manajemen sumber daya manusia berkisar pada upaya mengelola unsur manusia dengan segala potensi yang dimilikinya seefektif mungkin sehingga diperoleh sumber daya manusia yang puas( satified) dan memuaskan ( satifactoty) bagi organisasi. Terdapat tiga persfektif utama dalam pengembangan manajemen sumber daya manusia ini, yakni persfektif internaasional, nasional/ makro, dan mikro. Persfektif internasional atau makro adalah pengembangan atau pemamfaatan personil(pegawai) sebagai pencapaian yang efektif mengenai sasaran-sasaran dan tijuan-tujuan individu, ormas, nasional dan internasional. SEdangkan persfektif mikro adlah perencanaan pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai kebutuhan indivudu, organisasi dan masyarakat.

C. Pemecahan Masalah

1. Masalah Internal

2. Masalah Eksternal

BAB III: PENUTUP

A. Kesimpulan

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingku[p karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang ditentukan. Manusia merpakan factor penentu dalam kemajuan zaman. Hal tersebut harus diakui karenana perkembangan dunia sekarang ini adalah hasil dari pemikiran manusia untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri.

Di bidang ekonomi dan bisnis, hal tersebut berhubungan dengan kemampuan perusahaan-perusahaan untuk mrngikuti laju perkembangan dan laju kepekaan perusahaan-perusahaan tersebut terhadap perubahan yang terjadi di dunia bisnis. Oleh karena itu, faktor manusia dalam perusahaan harus dikelola baik untuk menunjang produktivitas perusahaan agar perusahaan dapat unggul dalam persaingan usaha

B. Saran

[/su_note]

[su_note note_color=”#d8d8d8″]

PERBEDAAN ANTARA NMES DAN NERVE TRUNK PADA PENAMBAHAN OTOT TRICEPS

RIZKY ADITYA
IK110070149,
PROGRAM STUDI DIPLOMA III FISIOTERAPI, FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDRAL AHMAD YANI

Latar Belakang

Otot memiliki kemampuan utama dalam meningkatkan prestasi pencak silat. Maka dari itu, diperlukan cara untuk meningkatkan kemampuan dalam meningkatan kemampuan otot. Salah satu cara meningkatkan kemampuan otot yaitu dengan menggunakan Neuromuscular Electrical Stimulation atau disingkat NMES.

Cara ini adalah dengan menggunakan arus listrik yang membuat otot menjadi berkontraksi. Kemampuan otot akan meningkat dengan adanya kontraksi. Penggunaan arus listrik ini dengan intensitas 50 Hz dengan durasi 100 dalam 10 menit yang dilakukan tiga kali selama seminggu dalam waktu satu bulan.

Tujuan

Untuk mengetahui perbedaan NMES pada kumpulan otot dengan nerve trunk pada penambahan otot triceps pada atlet pencak silat.

Metode penelitian

Penelitian ini atermasuk ke dalam penelitian deskriptif cross sectional dengan sampel penelitian yang di ambil berdasarkan teknik keseluruhan populasi yang dikerjakan di padepokan Pencak Silat Adiwalaka serta PPLP JAWA BARAT, dengan memakai NMES cara kumpulan otot serta nerve trunk dalam kelompok 15 orang.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre and Post Test with two Grup Design dengan analisa data memakai uji statistik parametrik.

Hasil Riset

Hasil uji statistik pada kumpulan otot yang PPLP mempunyai nilai P = 0,05 dengan menunjukkan adanya dampak NMES pada kumpulan otot nerve trunk mempunyai nilai P= 0,05 dengan menunjukkan adanya penambahan otot tricep pada atlit pencak silat, sedangkan nilai rata-rata (mean) mempunyai penambahan sebesar 15, 87 %.
Kesimpulan yang didapat adalah adanya perbedaan pengaruh NMES pada kumpulan otot nerve trunk terhadap grup otot triceps pada atlet pencak silat.

Kata Kunci

Kekuatan otot, NMES

[/su_note]

[su_note note_color=”#d8d8d8″]

Demokrasi Di Indonesia

BAB I: PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia adalah salah satu negara yang menjunjung tinggi demokrasi,hampir semua negara di dunia menyakini demokrasi sebagai “tolak ukur tak terbantah dari keabsahan politik”. Keyakinan bahwa kehendak rakyat adalah dasar utama kewenangan pemerintah menjadi basis bagi tegak kokohnya sistem politik demokrasi. Hal itu menunjukan bahwa rakyat di letakkan pada posisi penting walaupun secara operasional implikasinya diberbagai negara tidak selalu sama. Tidak ada negara yang ingin dikatakan sebagai negara yang tidak demokratis atau negara otoriter.

Didalam praktek kehidupan kenegaraan sejak masa awal kemerdekaan hingga saat ini, ternyata paham demokrasi perwakilan yang dijalankan di Indonesia terdiri dari beberapa model demokrasi perwakilan yang saling berbeda satu dengan lainnya.

1.2. Rumusan Masalah

1.3. Tujuan

BAB II: PEMBAHASAN

2.1 Konsep Demokrasi

Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat.

Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari, oleh, dan untuk rakyat (demos). Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisikan sebagai warga negara. Demos menyiratkan makna diskriminatif atau bukan rakyat keseluruhan, tetapi hanya populus tertentu, yaitu mereka yang berdasarkan tradisi atau kesepakatan formal mengontrol akses ke sumber–sumber kekuasaan dan bisa mengklaim kepemilikan atas hak–hak prerogratif dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan urusan publik atau pemerintahan.

2.2 Bentuk Demokrasi dalam Sistem Pemerintahan Negara

Ada dua bentuk demokrasi dalam pemerintahan negara, antara lain :

a. Klasifikasi Sistem Pemerintahan

Dalam sistem kepartaian dikenal adanya tiga sistem kepartaian, yaitu sistem multi partai (poliparty system), sistem dua partai (biparty system), dan sistem 1 partai (monoparty system).

Mengenai model sistem pemerintahan negara, ada empat macam, yaitu :

b. Prinsip – Prinsip Demokrasi

Prinsip-prinsip demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan “soko guru demokrasi.” Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah.

c. Ciri-ciri Pemerintahan Demokratis

Istilah demokrasi diperkenalkan kali pertama oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu suatu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan banyak orang (rakyat). Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia.

Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut:

2.3 Sejarah Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami fluktuasi dan masa kejaannya dari masa kemerdekaan sampai saat ini.Dalam perjalanan demokrasi Negara Indonesia, terdapat berbagai masalah yang muncul yang harus dihadapi, yaitu bagaimana suatu demokrasi sebagai tonggak berkembangnya suatu Negara dapat menjadi peran dalam mewujudkan berdirinya sisi kehidupan berbangsa dan bernegara. Perkembangan demokrasi Indonesia, dalam kurunnya waktu terbagi menjadi menjadi empat periode,yaitu:

BAB III: PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan, bahwa :

Demokrasi marupakan sistem yang paling populer diterapkan saat ini. Ketika suatu negara meletakkan kekuasaan tertinggi pada rakyat, dapat dikatakan negara tersebut negara demokrasi. Meskipun dinilai sistem yang baik, tetap saja menuai banyak kritik dari berbagai kalagan politik. Demokrasi lebih kepada proses menuju kemapanan dibandingkan sebagai suatu yang sudah mapan. Ini karena nyatanya demokrasi ideal seperti yang dirumuskan dalam teori-teori demokrasi, pada tataran empiris sulit ditemukan. Pada dasarnya baik buruk suatu sitem tergantung pada pelaksanannya.. Kekuasaan pemerintahan berada di tangan rakyat mengandung pengertian tiga hal, yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

3.2. Saran

Sudah seharusnya kita sebagai warga negara indonesia yang berdemokrasi bisa menghargai pendapat orang lain. Kita sebagai warga Negara harus ikut menciptakan Negara yang berdemokrasi. Dan sebagai warga Negara yang baik, seharusnya kita semua menyikapi demokrasi ini dengan perbuatan yang positif, bukan menyikapinya dengan cara anarkis, dan tidak bertanggung jawab.

[/su_note]

Artikel : Contoh Paper Singkat .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Contoh Paper Singkat

018 min