Ciri-ciri Orangtua Toxic, Jangan Sampai Jadi Salah Satunya!

Ciri-ciri Orangtua Toxic, Jangan Sampai Jadi Salah Satunya!

Anak sudah sepantasnya mendapatkan kasih sayang dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, baik jiwa maupun raga. Namun faktanya, banyak sekali anak-anak yang tumbuh di lingkungan keluarga kurang beruntung dengan kondisi orangtua yang kasar, semena-mena, serta ‘meracuni’ mental anak baik secara fisik maupun psikis. Istilah kondisi tersebut adalah orangtua toxic. Lalu apa ciri-ciri orangtua toxic ini?

Tentunya semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak. Tidak ada orangtua yang sengaja ingin membuat anaknya sedih, sakit, dan menderita baik secara mental maupun psikis. Orangtua yang sehat secara emosional cenderung mampu memahami perasaan anak, mendorong anak untuk mengejar impian, meminta maaf ketika salah, dan mendiskusikan masalah melalui komunikasi yang sehat.

Sebaliknya, orangtua dalam keluarga yang disfungsional cenderung kritis, suka mengontrol, kasar, dan mengabaikan kebutuhan anak-anaknya sehingga tidak heran jika dijuluki sebagai orangtua toxic. Perilaku orangtua yang toxic dapat menyebabkan kerusakan pada psikologis anak, membuat anak kehilangan semangat, serta menurunkan kepercayaan diri.

Berikut adalah ciri-ciri orangtua toxic, semoga kita bukan salah satunya!

Orangtua yang toxic kerap menganggap anaknya sebagai individu yang tidak memiliki identitas sendiri dan tidak berhak untuk membuat keputusan. Mereka tidak ragu untuk menggunakan uang dan menciptakan rasa bersalah hanya untuk menguasai dan mengendalikan anak-anaknya serta mengambil tindakan mengenai kehidupan pribadi anak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Seseorang juga bisa dikatakan sebagai orangtua toxic jika ia kerap melakukan pelecehan emosional terhadap anak-anaknya misalnya dengan mengonsumsi narkoba, terlibat dalam kegiatan ilegal, atau berdebat dengan pasangan di depan anak.

Beberapa orangtua mungkin suka mementingkan dirinya sendiri, tidak pernah ada untuk anaknya, egois, atau tidak peduli pada kebutuhan anak-anak mereka. Orangtua demikian cenderung menolak untuk memahami perasaan anak dan menempatkan dirinya sebagai pusat dari segalanya.

Ciri-ciri orangtua yang toxic lainnya adalah cenderung tidak mampu mengendalikan emosi dengan baik, sehingga mudah meledak-ledak dan berperilaku tidak terduga. Alhasil, mereka suka bereaksi berlebihan, menjadi dramatis, atau membesar-besarkan kejadian.

Orangtua yang toxic bisa sangat kejam dan manipulatif. Mereka bahkan tidak ragu untuk memutarbalikkan fakta hanya untuk menggambarkan dirinya sebagai orangtua yang baik. Dengan memanfaatkan rasa bersalah, penyangkalan, dan bersikap meremehkan. Orangtua yang toxic akan dengan mudah mencapai tujuannya melalui cara-cara yang manipulatif semacam itu.

Orangtua dituntut memiliki kesadaran dan bisa menahan diri untuk tidak menunjukkan pertengkaran dengan pasangan di hadapan anak-anak. Hal ini  bukan aja tidak baik secara psikologis buat anak, anak pun cenderung dapat menirukan perilaku tersebut.

Orangtua yang toxic tidak akan pernah puas dengan prestasi anak-anaknya. Sebaik apapun anak, orangtua toxic akan selalu mencari-cari kesalahan anak, menunjukkan kekurangan anak, mengejek, menjuluki anak dengan sebutan yang tidak pantas, dan sengaja mengangkat topik sensitif dengan tujuan menyakiti anak mereka sendiri.

Apabila sebuah keluarga tidak memiliki batasan yang tegas, itu akan mengaburkan peran dari masing-masing anggota keluarga. Dalam keluarga yang disfungsional, orang tua cenderung mengekspos anak-anak mereka pada masalah yang tidak sesuai dengan usia anak. Akibatnya, anak pun akan rentan mengalami gangguan perilaku dan merasa frustasi.

 

 

Ciri-ciri Orangtua Toxic, Jangan Sampai Jadi Salah Satunya! - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Ciri-ciri Orangtua Toxic, Jangan Sampai Jadi Salah Satunya!

02 min