Cari Tahu Tentang Tari Sekapur Sirih

Cari Tahu Tentang Tari Sekapur Sirih

Seni tari tradisional tidak pernah berhenti untuk menjadi daya tarik wisata budaya yang mengesankan di tanah air. Bahkan, hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki tarian khasnya masing-masing yang syarat akan keindahan dan makna. Salah satu tarian tradisional yang terkenal adalah tari sekapur sirih.

Sebagai negara yang luas dan memiliki keanekaragaman budaya dan adat, Indonesia memiliki banyak tarian daerah. Dimana tarian daerah ini terkenal, baik di dalam maupun luar negeri. Setidaknya ada 13 tarian daerah Indonesia yang dikenal sampai ke mancanegara, dan salah satunya adalah tari sekapur sirih yang berasal dari Jambi.

Dikutip dari laman Wikipedia, tari sekapur sirih adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Jambi. Ini merupakan tarian tradisional yang cukup terkenal dan biasanya ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu terhormat yang berkunjung ke provinsi Jambi.

Tarian ini dilakukan oleh para penari wanita. Dimana, mereka memakai pakaian adat serta diiringi oleh alunan musik pengiring. Mereka menari dengan gerakannya yang lemah lembut dan membawakan cerano (wadah) sebagai tanda persembahan.

Sejarah 

Tari Sekapur Sirih tergolong tarian yang baru, yaitu diperkenalkan pada tahun 1962. Adapun penciptanya adalah seorang seniman kondang Jambi yang bernama Firdaus Chatap.

Saat pertama kali dikenalkan, tari penyambutan tamu khas Jambi ini hanya berupa gerakan dadar. Kemudian, gerakan dasar itu dikembangkan hingga jadi seperti saat ini. Dimana, tidak hanya pada gerakan, pengembangan juga dilakukan dengan menambah iringan musik dan lagu.

Pengembangan-pengembangan tersebut membuat Tari Sekapur Sirih semakin populer di kalangan masyarakat Jambi.

Makna 

Tarian ini dimaknai sebagai sikap keterbukaan masyarakat dalam menyambut para tamu yang datang ke daerah Jambi. Selain itu, Tari Sekapur Sirih juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut para tamu tersebut.

Tarian ini biasanya ditarikan oleh 9 orang penari perempuan dan 3 orang penari laki-laki dimana 1 orang yang bertugas membawa payung dan 2 orang pengawal. Gerakan dalam tarian ini di dominasi oleg gerakan yang lemah lembut dari para penari.

Gerakan dalam tarian ini dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya gerakan melenggang, sembah tinggi, merentang kepak, bersolek dan gerakan berputar. Sedangkan untuk pola lantai yang dimainkan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat pementasan.

Diakhir tarian biasanya para penari akan menyuguhkan cerano berisi sekapur sirih kepada tamu terhormat dan meminta mereka untuk mencicipinya. Hal ini dilakukan sebagai simbol atau bukti bahwa para tamu tersebut menerima sambutan selamat datang dari masyarakat.

 

Cari Tahu Tentang Tari Sekapur Sirih - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Cari Tahu Tentang Tari Sekapur Sirih

02 min