Cara Mengajarkan Anak untuk Selalu Bersikap Sopan (Good Manner)

Cara Mengajarkan Anak untuk Selalu Bersikap Sopan (Good Manner)

Masyarakat Indonesia dikenal dengan keramahannya, sebagai buah dari sopan santun atau adab yang telah diajarkan secara massif oleh para orangtua. Agar tidak kehilangan jati diri tersebut, orangtua wajib mengajarkan anak tentang kesopanan. Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak untuk selalu bersikap sopan atau memliki good manner dalam keseharian?

Karakter masyarakat Indonesia yang ramah sudah sangat terkenal di mancanegara. Budaya timur yang lekat dengan keramahannya tersebut dibentuk serta diajarkan kepada anak sebagai karakter bangsa.

Apa itu sopan santun?

Sopan santun adalah bentuk dari kesadaran atau kepekaan kita terhadap perasaan orang lain. Sopan santun bukan merupakan kemampuan atau bakat yang dibawa anak sejak lahir, melainkan hal yang perlu diajarkan dan ditanamkan oleh orangtua.

Sopan santun juga bukan peraturan tertulis, tetapi sangat diperlukan dalam hubungan sosial dan bermasyarakat. Sopan santun ini akan menjadi bekal bagi anak, agar anak mampu hidup berdampingan dengan orang lain di masa depan.

Karena itulah, penting mengajarkan anak bersikap sopan atau good manner sejak dini. Pasalnya, hal itu bisa menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan secara otomatis, baik di rumah maupun di luar rumah.

Bagaimana Cara Mengajarkan Sopan Santun pada Anak?

Mengajarkan anak bersikap sopan bisa dilakukan sejak usia dini, bahkan jauh di bawah 1 tahun. Biasanya hal tertama yang diajarkan para orang tua di Indonesia adalah cium tangan. Hal ini penting untuk dilakukan agar anak tahu dan bisa menghormati siapapun yang lebih tua darinya.

Sementara, pada anak usia 1,5  tahun umumnya sudah dapat memahami karakter sopan santun yang diajarkan. Selain tahu cara menghirmati orang tua juga orang lain. Sehingga dapat diajarkan sejak dini.

Berikut ini adalah beberapa cara mengajarkan anak bersikap sopan, yang bisa mulai ditanamkan para orangtua sejak dini sebagaimana dilansir berbagai sumber, antara lain:

Orangtua bisa mulai mengajarkan sopan santun kepada anak dengan etika dasar, yakni mengucapkan kata ‘tolong’, ‘terima kasih’, dan ‘maaf’ setiap ia meminta dan menerima bantuan atau melakukan kesalahan. Lainnya, ajarkan juga mencium tangan jika bertemu dengan yang lebih tua usiannya atau kepada orang tua.

Pada usia 2 tahun, anak biasanya sudah mulai memahami konsep berbagi, meski belum tentu melakukannya dengan senang hati. Bunda bisa mengajarkan anak dengan cara memberikannya dua barang serupa, kemudian minta ia untuk berbagi salah satunya dengan temannya.

Pada usia 3–4 tahun, anak sudah bisa makan di meja dengan sendok dan garpu, serta sudah bisa menyeka mulutnya dengan tisu. Serta melakukan sesuatu dengan tangan kanan.

Bertamu ke rumah orang lain adalah kesempatan yang baik untuk mengajarkan anak sopan santun. Ingatkan anak untuk selalu mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebelum masuk ke rumah orang lain.

Hal demikian juga salah satu bentuk sopan santun yang perlu diajarkan kepada anak. Orang tua perlu mengajarkan anak untuk tidak mengomentari kondisi fisik seseorang, kecuali yang baik. Ia juga perlu diajarkan untuk tidak selalu mengungkapkan pendapat negatif, terutama jika tidak diminta, karena mungkin dapat menyakiti perasaan orang lain.

Mengajarkan anak sopan santun akan sia-sia bila kamu tidak mencontohkan kepada mereka dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter yang sesuai norma sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Sebagaimnaa diketahui, anak merupakan peniru ulung. Dengan mencontohkan perilaku sopan dan santun, anak akan lebih mudah mencerna dan menirunya. Jadi, mulailah mengajarkan dan mencontohkan pada anak apa itu sikap sopan santun karena cara terbaik adalah melalui contoh bukan nasihat.

Cara Mengajarkan Anak untuk Selalu Bersikap Sopan (Good Manner) - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Cara Mengajarkan Anak untuk Selalu Bersikap Sopan (Good Manner)

02 min