Biografi Bernard Arnault: CEO Louis Vuitton Crazy Rich

Biografi Bernard Arnault: CEO Louis Vuitton Crazy Rich

Bagi Anda yang menggemari dunia fashion pasti sudah tidak asing lagi dengan biografi Bernard Arnault. Kolektor sekaligus CEO dari Louis Vuitton, brand fashion terbesar yang ada di Paris, ya sosok itu adalah Bernard Arnault. Sempat beberapa kali menjadi orang terkaya no.1 di dunia mengalahkan CEO Amazon dan Zara.

Tak banyak yang tahu bagaimana kehidupan pebisnis sukses ini di masa kecilnya. Atau latar belakang keluarga, karena semua itu kini tertutupi oleh keberhasilannya membangun kerajaan bisnis fashion yang mendunia, bahkan dijadikan kiblat oleh pelaku seni yang ada di dunia.

Mari ulas sedikit masa lalu seorang Bernard Arnault:

Bernard Jean Etienne Arnault lahir pada tanggal 5 Maret 1948 di sebuah desa Roubaix Perancis. Sang ayah yaitu Leon Arnault adalah seorang kolektor perusahaan Ferret-Savinel. Sedangkan sang ibu Marie-Josephe Savinel adalah seorang perempuan modis yang sangat tertarik pada gaya busana Dior.

Tak heran darah seni mengalir di Bernard kecil. Setelah lulus dari Ecole Polytechnique pada tahun 1971, Arnault mulai bekerja di perusahaan milik ayahnya Ferret-Savinel. Ia berencana memperbesar segmen pasar dan mengembangkannya, terbukti tahun 1976 aset perusahaan naik drastis.

Berikut beberapa uraian terkait karir dari sosok ternama yaitu Bernard Arnault:

Paris dari dahulu memang sudah menjadi kiblat fashion dunia, Arnault melihat ini sebagai peluang besar baginya untuk mulai bergerak, dimulai dari saat ia mulai bekerja di perusahaan ayahnya.

Setelah membuat kemajuan besar, Arnault lantas tak berhenti dan berpuas diri dan ia mulai melakukan kerja sama dengan brand besar. Tahun 1984 ia berhasil mengakuisisi Financiere Agache sebuah produsen barang mewah sekaligus menjadi CEO.

Kemudian mengambil alih Boussac Saint-Freres dengan produknya yaitu Christian Dior, toserba, popok bayi, dan masih banyak lagi. Saat itu mereka sedang kesusahan. Sekarang ini aset tersebut sudah dijual dan hanya menyisakan Dior dan Le Bon Marche.

Setelah berhasil dengan Christian Dior, tak banyak yang tau perjuangannya menyelamatkan LVMH pada rencana pembubarannya. Dengan bertahap Arnault sedikit demi sedikit merangkak menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 43% yang membuatnya duduk sebagai Chairman.

Sejak kepemimpinannya di LVMH Arnault benar-benar ambisius membuat produk LVMH terjual di pasaran. Terbukti dalam sebelas tahun berikutnya total penjualan naik hingga enam kali lipat dan kapitalisasi pasar sampai 15 kali lipat. Sungguh pencapaian yang fantastis.

Tak berhenti berpuas diri, setelah sukses menjadikan produk LVMH sebagai independen yang mempunyai history penting, Arnault terus merambah merk-merk lain dengan mengaku sisinya. Bulan Juli 1988 adalah masa dimana karirnya semakin naik dan melejit.

Beberapa produk yang telah diakusisi olehnya antara lain, Celine yaitu perusahaan sepatu, kemudian ada Kenzo, yaitu perusahaan dari Jepang, Les Echos, Guerlain, Marc Jacobs dan Sephora pada tahun 1977 dan masih banyak lagi produk kenamaan Paris yang ada dalam naungan LVMH.

2. Peduli Terhadap Kehidupan Sosial

Seorang Bernard Arnault juga tentunya layaknya manusia biasa, tak semua harinya ia habiskan untuk memikirkan bisnis.

Selain dikenal sebagai orang terkaya yang menggeser kedudukan Bill Gates saat ini, Arnault dikenal sosok yang dermawan dan suka mendonasikan sejumlah kekayaannya untuk kehidupan sosial yang ada di sekitarnya.

Bersama dengan perusahaanya, Bernard saat ini sudah banyak membentuk kegiatan amal yang berfokus pada kesejahteraan kehidupan manusia yang kurang beruntung, menggelontorkan dana untuk beasiswa, tak luput juga Arnault turut ikut menyumbang untuk penelitian sains dan medis.

3. Penghargaan-penghargaan Bergengsi Dunia

Dikenal sebagai orang yang dermawan dan berhati mulia, kebaikannya yang berjalan mulus mengantarkannya memperoleh berbagai prestasi penghargaan mentereng yang menunjukkan kualitas dirinya. Berikut ulasannya:

Penghargaan bergengsi ini diperolehnya pada tangga 10 Februari 2007. Tak tanggung-tanggung, Bernard mendapatkan penghargaan tertinggi ini langsung dari Presiden Prancis. Ia menjadi orang kedua setelah Napoleon Bonaparte pada 19 Mei 1802.

Bernard dinilai sudah memberikan kehormatan pada tanah airnya dengan membuat Paris menjadi center kiblat fashion dunia.

Membanggakan dengan membangun kerajaan bisnis yang memperkenalkan kebudayaan Paris tanpa menimbulkan peperangan, ia juga banyak menyelamatkan perusahaan di masa gentingnya.

Selanjutnya pada tahun 2012 ia berhasil membuat sejarah kembali, dengan diberikannya penghargaan yang masuk dalam ordo ksatria dari negara atau kerajaan Britania Raya. Raja George V sendirilah yang mulai memberikan sejak tahun 1917.

Terdapat lima tingkatan di dalamnya dan diperuntukkan untuk kalangan sipil dan militer. Namun hanya dua tingkatan teratas yaitu Knight atau Dame Grand Cross dan Dame Commander seperti yang diberikan pada Arnault yang berhak memasang gelar Sir atau Dame sebelum nama mereka.

Kedudukannya sebagai Chairman dan CEO dari LVMH – Louis Vuitton membuatnya menjadi sorotan dunia terutama pelaku pekerja seni. Akhirnya pada tahun 2014, ia memperoleh penghargaan dari Museum Seni Modern, ini adalah gelar yang berbeda dari sebelumnya.

Terletak di Midtown Manhattan, New York City, Amerika Serikat. Museum ini menjadi tempat seni paling modern karena menunjukkan tampilan karya seni modern berpengaruh di dunia. Perpustakaannya sendiri berisikan lebih dari 300.000 buku serta majalah seni .

4. Investasi Lain dari Bernard Arnault

Merajai dunia fashion di tahun-tahun awal kemajuan teknologi, Bernard Arnault kemudian mulai menginvestasikan kekayaannya untuk masuk dalam pasar saham beberapa brand terkenal lainnya. Terbukti sampai saat ini Arnault memperoleh passive income dari merk-merk tersebut.

Sukses sebagai pebisnis, Arnault juga aktif sebagai kolektor seni yang mendukung berbagai kegiatan kreatif di Paris.

Kegiatannya sebagai kolektor seni sudah dia lakukan semenjak bekerja membantu di perusahaan ayahnya, kini ia menjadikan LVMH sebagai support terbesar  pendukung kemajuan karya-karya di Paris

Salah satunya adalah LVMH Young Fashion Designer sebagai sebuah kompetisi internasional, ajang ini biasanya diikuti oleh mahasiswa dari semua penjuru sekolah seni murni yang ada di Dunia.

Arnault memberikan dana 100% untuk mendukung terciptanya desain produk secara mandiri untuk para pemenang.

Setelah mengetahui Biografi Bernard Arnault, pastinya pembaca semua akan sangat termotivasi. Lalu apa yang sudah Anda lakukan selala ini untuk mendulang kesuksesan?

Artikel : Biografi Bernard Arnault: CEO Louis Vuitton Crazy Rich .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Biografi Bernard Arnault: CEO Louis Vuitton Crazy Rich

04 min