Beda Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka

Beda Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) terbaru menginisiasi kurikulum merdeka sebagai prototipe dan penyempurnaan kurikulum 2013. Lalu apa yang membedakan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka?

Perkembangan pendidikan Indonesia tercatat memiliki peningkatan yang sangat pesat. Hal ini terlihat dari banyaknya Perguruan Tinggi yang masuk dalam jajaran terbaik di dunia. Ini tentu tidak lepas dari kurikulum yang digunakan.

Saat ini kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013 dan kurikulum darurat. Namun, baru-baru ini pemerintah telah merumuskan kurikulum baru yang akan digunakan di seluruh satuan pendidikan. Sehingga diharapkan pada tahun 2024 secara menyeluruh siap diterapkan.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum hasil penyederhanaan yang menjadi opsi pilihan lain dari dua kurikulum yang sudah ada sebelumnya, yaitu: Kurikulum 2013 dan Kurikulum darurat. Inisiasi pembuatan kurikulum prototipe ini sendiri muncul setelah adanya hasil riset yang menyebut hilangnya potensi pembelajaran literasi dan numerasi akibat dampak pandemi yang sangat tinggi sehingga perlu dilakukan perumusan kurikulum baru yang kemudian dikenal dengan kurikulum prototipe.

Kurikulum ini dianggap efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa serta memiliki kesempatan kompetensi dasar dan pengembangan karakter yang lebih besar lagi. Kurikulum Merdeka adalah bagian dari paket Merdeka Belajar Episode ke-15 yang diluncurkan oleh Kemendibudristek pada Februari 2022. Rencananya, ratusan ribu sekolah akan memulai penerapan kurikulum ini pada tahun ajaran baru 2022/2023.

Kurikulum Merdeka bisa diimplementasikan di level PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga pendidikan khusus. Namun, untuk saat ini penerapannya tidak wajib dan hanya menjadi salah satu dari 3 opsi kurikulum yang bisa dipilih oleh setiap sekolah.

Merujuk pada laman Sistem Informasi Kurikulum Nasional, berikut perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 di jenjang SD, antara lain:

Kurikulum Merdeka:

Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan. Mengembangkan profil pelajar Pancasila pada peserta didik.

Kurikulum 2013:

Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.

Kurikulum Merdeka:

Capaian pembelajaran yang disusun per fase. Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi. Fase SD/sederajat terdiri dari: Fase A (setara kelas I dan II SD); Fase B (setara kelas III dan IV SD); Fase C (Setara kelas V dan VI SD).

Kurikulum 2013:

Kompetensi Dasar (KD) yang berupa lingkup dan urutan (scope & sequence) dikelompokkan pada 4 Kompetensi Inti (KI), yaitu Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan, Keterampilan. KD dinyatakan dalam poin-poin dan diurutkan untuk mencapai KI yang diorganisasikan per-tahun. KD pada KI 1 (Sikap Spiritual) dan KI 2 (Sikap Sosial) hanya ada di pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Kurikulum Merdeka:

Struktur kurikulum dibagi jadi 2 kegiatan pembelajaran utama, yaitu: (1) pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan (2) projek penguatan profil pelajar Pancasila. Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan.

Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi. Mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan paduan IPA dan IPS. Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran pilihan, tergantung kesiapan satuan pendidikan.

Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari empat mata pelajaran Seni dan Budaya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari.

Kurikulum 2013:

Jam Pelajaran (JP) diatur per minggu. Satuan pendidikan mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sehingga pada setiap semester peserta didik akan mendapatkan nilai hasil belajar setiap mata pelajaran. Satuan pendidikan diarahkan menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis tematik integratif.

Kurikulum Merdeka:

Menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta didik. Paduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70-80 persen dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekitar 20-30 persen jam pelajaran).

Kurikulum 2013:

Pendekatan pembelajaran menggunakan satu pendekatan yaitu pendekatan saintifik untuk semua mata pelajaran. Umumnya, pembelajaran terfokus hanya pada intrakurikuler (tatap muka). Untuk kokurikuler dialokasikan beban belajar maksimum 50% di luar jam tatap muka, tetapi tidak diwajibkan dalam bentuk kegiatan yang direncanakan secara khusus, sehingga pada umumnya diserahkan kepada kreativitas guru pengampu.

Kurikulum Merdeka:

Penguatan pada asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik. Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. Tidak ada pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Kurikulum 2013:

Penilaian formatif dan sumatif oleh pendidik berfungsi memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran. Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Kurikulum Merdeka:

Buku teks dan buku non-teks. Contoh-contoh modul ajar. Alur tujuan pembelajaran. Contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila. Contoh kurikulum operasional satuan pendidikan.

Kurikulum 2013:

Buku teks dan buku non-teks.

Kurikulum Merdeka:

Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah. Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif. Panduan penyusunan program pembelajaran individual. Modul layanan bimbingan konseling.

Kurikulum 2013:

Pedoman implementasi kurikulum. Panduan Penilaian. Panduan Pembelajaran setiap jenjang.

Beda Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Beda Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka

03 min