Apa yang Kamu Ketahui Tentang Peristiwa Cot Plieng?

Apa yang Kamu Ketahui Tentang Peristiwa Cot Plieng?

Perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah terjadi hampir di semua wilayah dan daerah Indonesia. Salah satunya adalah perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang yang dikenal dengan peristiwa Cot Plieng.

Kedatangan Jepang ke Indonesia pada awalnya diterima dengan baik oleh rakyat Indonesia. Namun setelah menunjukan wajah sebenarnya banyak rakyat yang memberontak dan melawan akibat kekejaman bangsa Jepang.

Perlawanan ini terjadi akibat Jepang yang memaksa rakyat untuk memberikan hormat khusus kepada kaisar Jepang (seikerei). Akan tetapi hal tersebut ditolak mentah-mentah oleh para pemuka agama, salah satunya Teungku Abdul Jalil. Teungku Abdul Jalil adalah seorang ulama muda dan guru mengaji di Cot Plieng Leukshumawe. Ia lahir pada awal abad ke 20 di desa Blang Ado Buloh, Kecamatan Kuya Makmur, Aceh Utara.

Teungku Abdul Jalil dibantu teman-temannya melakukan dakwah anti Jepang secara diam-diam dan menyerukan jihad fisabililah dari desa ke desa. Menjelang akhir tahun 1942, dakwah yang awalnya dilakukan diam-diam tersebut menjadi terang-terangan setelah kekejaman tentara Jepang semakin menjadi-jadi kepada rakyat.

Para santri di Dayah Cot Plieng sudah siap untuk berperang melawan Jepang. Hal itu kemudian diketahui intelejen dan kampetai Jepang. Jepang berusaha meredam upaya pemberontakan Teungku Abdul Jalil dan teman-temannya tersebut dengan menggunakan orang-orang Aceh yang bekerja untuk Jepang dan para Ulrrbalang yang telah diangkat oleh Jepang menjadi Gunco (wedana) dan sunco (camat).

Dalam sejarahnya, peristiwa Cot Plieng Aceh terjadi pada 10 November 1942. Pemberontakan ini dimulai karena usaha Jepang dalam membujuk Teungku Abdul Jalil tidak berhasil maka Jepang memutuskan untuk melakukan serangan mendadak di pagi buta pada waktu rakyat melaksanakan Shalat Subuh.

Dengan menggunakan persenjataan seadanya, rakyat Aceh berusaha menahan serangan Jepang dan berhasil memukul mundur pasukan Jepang sehingga mereka kembali ke Lhoksumawe. Namun, serangan tersebut kembali terulang, dimana pada serangan yang kedua, rakyat berhasil kembali menggagalkan serangan.

Baru pada serangan terakhir yaitu yang ketiga Jepang berhasil membakar mesjid. Sedangkan Teungku Abdul Jalil berhasil lolos dari kepungan Jepang. Namun akhirnya ia tertembak mati saat melaksanakan shalat.

Apa yang Kamu Ketahui Tentang Peristiwa Cot Plieng? - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Apa yang Kamu Ketahui Tentang Peristiwa Cot Plieng?

01 min