Apa yang dinilai dalam tes penyiar radio?

Gue juga kangen buat siaran radio lagi
Gue juga kangen bisa siaran radio lagi

Ketika lagi kerja tiba-tiba HPku teriak-teriak minta dijawab.
Hmm.. jarang-jarang ada yang nelpon aku [..kasihan..], nomornya tak dikenal lagi.
Siapa ya?
Seketika itu juga ketika gue buka speakernya, sebuah suara wanita menyapaku.
Hey Nope! She is not my fans, tsahh pede..
Yang pasti dari suaranya terdengar jelas kalau ada tersimpan sebuah obsesi yang begitu meluap hingga membuat dia memberanikan diri untuk menelponku. Hehe.. Kamu masuk jebakan singa..
Loh emangnya telpon apaan sih san?

“Halo..” kusapa si penelpon dengan penuh keramahtamahan minjam gaya resepsionis hotel.
“Halo.. ini sandi ya?” seorang cewek. Dari suaranya kira-kira nih cewek berumur 18-19 tahun. Tapi ah.. suara kan bisa menipu.

Aksen suaranya seakan-akan mengenalkan dirinya kalau dia bukanlah orang daerah, istilahnya gaya ngomongnya itu tipe-tipe gue-elo-gemana-getoh-gitu-loh..

“San gue xxx, tadi gue nyari info tentang di Google, kemudian gue ketemu blog loe yang mengulas persiapan buat jadi . Thanks banget ya tipsnya”,
Oh senangnya hati ini mengetahui tulisanku bisa berguna bagi orang lain.

“Terimakasih kembali non, Oh ya kamu dari kota mana?” gue yang sedang teleponan ketika sedang ngumpul ma orang-orang kantor. langsung disuit-suitin. Dikirain teman-teman Sandi kopi darat nih yee…
Hahaha… but ‘cuekay unda’ (yang dibahasa indonesiakan berarti cuek aja gue)

“Gue orang bogor san, cuman kul-nya di jakarta. San boleh sharing tentang dunia radio gak?”,
“Boleh dong.. tapi maaf banget ya gak bisa sekarang. soalnya aku lagi kerja” jawabku sok sibuk.
Telponpun segera diakhiri tapi komunikasi tidak berakhir pada saat itu saja.
Kita sms-smsan [hari gene masanya perang tarif telpon masih sms-an. Cuekay unda..] dan disitu terlihat sangat kalau dia LUAR BIASA penuh dan obsesi untuk mencapai cita-citanya sebagai .
Dia juga cerita ketika kuliah dia siaran tapi cuman di radio kampus setelah itu melamar ke radio-radio komersil yang hingga sekarang belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Nggak salah sich, kalau Obsesi bisa segitu dahsyatnya. Apalagi kalau kita masih muda. Iya gak agnes monica..
Tapi salah kalau obsesi bisa menjadi penyakit jiwa atau dengan kata lain untuk mencapai obsesi tersebut bikin kita jadi menghalalkan segala cara. NEVER!!!
Tuhan punya rencana sendiri tentang hidup kita, bisa jadi kita gak bakal pernah jadi .
Atau kalau memang kita sudah ditakdirkan jadi radio, sekalipun sebenarnya kita tinggal di gundukan sampah tetap aja kita bakal ngorbit suara lewat udara.
Yah.. Tuhan pasti rencana yang luar biasa terbaik daripada cuman rencana sederhana kita sebagai manusia biasa yang diri sendiri aja masih gak ngerti jelas maunya kita.

Lepas dari dukungan penuh dari gue buat LOE-LOE yang bercita-cita menjadi Penyiar radio.
Di bawah ini gue jabarkan Hal-hal apa saja yang sering jadi penilaian tim HRD buat menyeleksi calon penyiar radio. Mudah-mudahan bisa membantu:

1. Kepercayaan Diri
Tidak ada orang yang suka dengan kepercayaan diri yang too much. Gue pernah menyeleksi calon penyiar yang sangat yakin kalau dia sangat berkompeten dan seakan-akan dia lebih hebat ketimbang penyiar yang ada. Tipe pelamar kaya gini bikin najis tralala. Sok jago bahasa inggris super keren, pengetahuan musik luar biasa tapi setelah ditanya hal-hal yang sebenarnya biasa aja. Malah gak berkutik. That’s garbage..
Sangat tak disarankan juga kalau datang buat wawancara seleksi hanya memiliki mental atau kepercayaan diri krisis. Karena fatalnya akan berdampak pada kemampuan yang seharusnya bisa kita tampilkan all-out tapi 50% kemampuan aja gak nyampai keluar.
So, What we should do: KEEP YOUR ATTITUDE [It’s very impoten. Upss.. Important!!] Try to be relax, although it’s hard. Take a deep breath dan Jangan terlalu fokus pada gimana kalau-gue-gak-diterima.
Karena bisa menampilkan yang terbaik aja sudah syukur. Jadi sekali lagi Tenang. Jangan ngoyo atau terlalu pamer. Kalau memang jalan kita di sana pasti gak bakalan ke mana.

2. Sejauh mana kamu mengenal radio yang kamu lamar.
Dianjurkan pula untuk mengenal seperti apa karakter penyiar di radio yang akan dituju. karena setiap radio biasanya punya karakter gaya penyiarnya masing-masing.
Ketahui programnya maupun nama penyiar yang menyita perhatianmu. coz it will give you point plus.
Tim penyeleksi akan mengetahui kalau kamu memang benar-benar interest dan gak main-main dengan radio yang kamu lamar.

3. Seberapa besar motivasimu menjadi penyiar radio.
Jangan katakan kamu melamar karena ingin coba-coba.
Haram hukumnya ketika ditanya alasanmu melamar di radio YBS [yang bersangkutan] dan kamu jawab ‘Saya ingin coba-coba, siapa tahu bisa menjadi penyiar di sini’
Oh no.. Never say that. Kamu bisa jawab kalau kamu dari dulu sekali sudah tertarik dengan dunia radio. Dan kamu ingin mengembangkan potensi dengan menjadi penyiar di radio tersebut hingga bisa mewujudkan impianmu menjadi penyiar radio yang profesional. Ciee.. gue banget tuh
Atau tentunya kamu punya alasan sendiri-sendiri, asal sekali lagi jangan sampai mengatakan ’saya cuman coba-coba’.

4. Wawasan musik
Kenal musik dan selalu updating info lagu-lagu yang sedang In maupun kabar musisi yang lagi happening. Penting banget untuk mencerminkan seorang penyiar yang bukan hanya bersuara empuk dan lucu tapi juga gaul serta berwawasan luas.

5. Pengucapan kosakata maupun nama musisi dengan benar.
Beyonce dibaca biyonse BUKAN biyons. Michele buble dibaca Misel buble BUKAN Maikel babel. Request diucapkan rikues BUKAN rekues. Month dibaca Manth BUKAN mon.
Bagi yang suka lagu-lagu bahasa inggris sepertinya bakal terbantu banyak. Tapi bagi yang malah benci bahasa inggris. Hmm.. gak usah jadi penyiar radio aja kali ya.. ahaha kejam.

6. Penampilan.
Sekalipun radio anak muda tetap perlihatkan kalau kamu sangat menghargai wawancara tersebut.
Gunakan baju yang bersih dan berpakaian rapi.

7. Karakter suara dan gaya bicara.
Seperti apakah tipikal suara kamu.. berat kayak stenny, serak serak nyess kayak indy barends, anak muda banget kayak indra bekti, atau cempreng kayak seng.
Jenis suara terakhir mungkin agak susah diterima kecuali faktor lainnya sangat memepesona. seperti mungkin dia punya personality yang luar biasa, wawasan yang melimpah ruah, asyik. Impossible is Nothing, rite?!!!
Memang agak susah menilai jenis suara sendiri, jadi cobalah cari teman yang mungkin seorang penyiar radiodan minta bantuan untuk menganalisa jenis suaramu dan bagusnya cara bicaranya kayak gimana.
Atau tetap kaalu ada lowongan penyiar radio ikut aja dulu. Baru minta bagaimana penilaian mas atau mba penyeleksi, tentunya setelah jauh hari di kemudian bukan pas ketika seleksinya.

8. Ketulusan dalam konten TUJUAN MENJADI PENYIAR
Hal yang paling esensial adalah ketulusan. Maksudnya kamu jadi penyiar karena kamu tulus memang menyukai dunia siaran.
Bukan karena ingin cari popularitas, cari duit, nyari jodoh dan tetek bengek unsur-unsur dibalik pelamaran tersebut.
Percayalah jika kamu tulus maka hal-hal seperti popularitas, uang dan lain-lain akan datang dengan sendirinya.

9. Ketulusan dalam konten CARA MENGEKSPRESIKAN DIRI
Jelasnya kalau kamu tipikal melankolis romantis gak perlu dipaksa-paksain heboh kayak indra bekti. Atau kalau kamu memang bocor jangan sok jaim tapi juga jangan out-of-control sampai microphone konslet apalagi kalau bahan omongan miskin isi maupun NO kreativitas di dalamnya.
Be you. Jadilah diri sendiri. Karena tiap orang unik. Jadi kamu cukup menampilkan diri kamu sendiri yang memang sudah terlahir unik tanpa ngikut-ngikutin gaya lain. Kalau terinfluence sih wajar. Tapi jangan Copy Cat. Kalau ngikut-ngikut kamu akan selalu jadi nomor dua. Tapi kalau jadi diri sendiri kamu bisa bebas berekspresi. Bangalah menjadi diri sendiri.

————-

Jadi sekali lagi mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat. Jika punya mimpi, wujudkan. Jangan menunggu. Karena yang menunggu adalah cuman jatahnya si mimpi. Sedangkan tugas kita adalah bergerak untuk menjemput mewujudkan mimpi tersebut. Mimpi takkan berarti apa-apa tanpa kita pernah berusaha mewujudkannya.

Sukses buat kamu calon penyiar radio legenda hihihi..

*** Tulisan ini juga gue persembahkan buat si penelepon gue kemarin wanita dari bogor dan snepy.
Ingat di dunia ini gak ada orang yang GAK BISA, yang ada hanyalah orang yang MENYERAH.

Mau Jadi Penyiar Radio? Ketahui Tugas dan Skill yang Harus Kamu Kuasai

Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengarkan radio. Radio paling enak didengarkan pagi hari sambil siap-siap berangkat kerja atau. Kita bisa dengerin berita, informasi terbaru, dan diselingi dengan lagu-lagu random yang sering membuat kita menemukan lagu bagus. Setuju?

Radio juga sering menjadi teman perjalanan panjang atau macet-macetan saat pulang kerja. Meskipun sekarang sudah banyak media baru yang bisa jadi hiburan, tapi radio masih eksis sampai hari ini, lho. Penyiar radio masih menjadi profesi yang cukup diminati. Tertarik untuk memulai karier sebagai penyiar radio? Yuk, ketahui pengertian, tugas, dan skill yang harus kamu kuasai!

Apa sih penyiar radio itu?

Penyiar radio adalah seseorang yang bertugas untuk memandu atau membawakan program acara yang disiarkan di radio. Contohnya seperti acara talk show, pemutaran lagu, atau berita. Penyiar radio sering dianggap sebagai wajah atau ujung tombak stasiun radio, hal ini karena keberhasilan sebuah program siaran radio juga bergantung dari siapa penyiarnya. Penyiar radio juga bisa disebut sebagai Radio Announcer, Radio Broadcaster, Radio Presenter, Radio Host, atau Radio DJ. Orang-orang yang bekerja sebagai penyiar radio, umumnya punya kemampuan public speaking yang sangat bagus.

Sebenarnya, penyiar radio mirip seperti presenter atau host yang sering kita lihat di TV. Bedanya, di radio kita hanya mendengar suaranya saja. Dalam sebuah program siaran, penyiar radio akan menyuguhkan informasi dan hiburan kepada pendengarnya seperti: ramalan cuaca, memutarkan lagu, membacakan naskah iklan, dan membacakan berita. Tidak hanya itu, mereka juga sering mewawancarai tamu dan menjadi moderator untuk diskusi di program siaran.

Mungkin kamu sempat berpikir, “Emang di zaman sekarang masih ada yang dengerin radio?”

Jawabannya adalah: masih, bahkan banyak. Dari hasil interview iNews dengan Tomi Hernawan seorang Producer Director Radio, Tomi mengungkapkan kalau pendengar radio di Jabodetabek saja masih mencapai belasan juta orang. Itu baru Jabodetabek ya, belum daerah lain. Ternyata, radio masih memiliki banyak pendengar setia, ya.

Berapa ? Menurut pembahasan beberapa artikel, kisaran adalah Rp3.000.000 – Rp5.000.000. Untuk angka yang lebih akurat, kamu bisa bertanya kepada HRD saat kamu melakukan interview kerja sebagai penyiar radio ya. Oh iya, besarnya gaji juga bergantung pada UMP atau UMK daerah kamu.

ngapain aja?

Tugas utama penyiar radio adalah menyiarkan informasi dan hiburan kepada pendengarnya. Biar lebih jelas, berikut adalah beberapa tugas yang sering dilakukan penyiar radio:

  1. Membawakan acara program siaran radio, seperti musik, berita, olahraga, dan iklan
  2. Memperkenalkan dan mewawancarai tamu untuk diskusi dalam program siaran
  3. Mengumumkan informasi jadwal stasiun radio (jadwal program, jeda untuk iklan, dan informasi layanan publik)
  4. Melakukan riset topik untuk dibahas, dikomentari, dan didiskusikan selama program siaran berjalan
  5. Membaca naskah/skrip yang sudah disiapkan di acara radio
  6. Memperkenalkan program acara yang selanjutnya dan memandu pendengar untuk mendengarkannya
  7. Mengomentari berita penting
  8. Membacakan pesan dan menerima telepon dari pendengar (kirim-kirim salam, request lagu, atau menjawab pertanyaan)

Sebagian besar program acara yang ada di radio disesuaikan dengan tema radio. Misalnya, radio dengan tema musik, maka konten-konten yang akan dibahas adalah seputar musik. Jika radio seputar berita, maka penyiar akan memberikan informasi terkait berita utama dan ramalan cuaca.

Skill penyiar radio apa aja?

Setelah tahu tugas-tugasnya, berikut adalah beberapa skill yang harus kamu kuasai untuk jadi penyiar radio:

1. Keterampilan berbicara

Jika ingin menjadi seorang penyiar radio, maka kamu harus mengasah kemampuan berbicaramu. Kamu harus berbicara dengan intonasi yang tepat, perhatikan juga kecepatan, penekanan, dan artikulasi yang jelas agar pesan kamu sampai ke pendengar. Intinya, seorang penyiar harus memiliki teknik vokal yang baik.

Selain suara, penyiar radio juga memiliki nada bicara yang terdengar penuh semangat, asyik, dan menyenangkan. Ini karena penyiar berbicara dengan tersenyum dan semangat, seperti sedang berbicara pada seorang teman tapi tetap sopan.

Beberapa cara yang bisa kamu coba agar teknik vokalmu meningkat adalah: mempelajari teknik hamming, latihan pernapasan, dan melafalkan huruf vokal dengan jelas. Kamu juga bisa belajar atau meminta tips dari temanmu yang bekerja sebagai penyiar radio atau sekadar mengikuti radio challenge yang ramai di TikTok untuk latihan seperti berikut ini:

2. Kemampuan technical (mengoperasikan peralatan siaran)

Sama seperti pekerjaan lain yang harus menggunakan software atau alat tertentu, penyiar radio juga demikian. Kamu harus bisa menggunakan peralatan siaran radio agar memudahkan proses siaran atau produksi. Beberapa peralatan yang sering digunakan adalah, microphone & headphone, audio mixer, komputer, dan peralatan lainnya. Kamu nggak harus langsung menguasai semuanya, kok. Kamu bisa mempelajari dasar-dasarnya dan memperdalam pemahaman kamu saat kursus atau praktik bekerja sebagai penyiar radio profesional. Kalau kamu masih kuliah, coba manfaatkan radio kampus atau komunitas radio agar semakin familiar dengan peralatan siaran sekaligus mengasah kemampuan.

3. Up-to date dan berwawasan luas

Penyiar radio selalu membagikan informasi baru dan fresh kepada pendengarnya. Karena itu, penyiar harus memiliki wawasan yang luas dan mengikuti tren serta perkembangan informasi. Hal ini agar siaran tidak datar atau tidak monoton, dinamis, berisi, dan menghibur. Selain itu, kamu juga akan selalu punya topik menarik untuk dibahas. Nggak hanya tentang musik, kamu juga dapat mempelajari topik-topik seperti film, ekonomi, bencana alam, dan tren yang sedang viral lainnya. Media untuk mendapatkan informasi terbaru ada sangat banyak, bisa melalui Twitter, Instagram, atau FYP TikTok untuk melihat hal yang lagi viral atau ramai dibahas orang.

4. Interpersonal skills

Interpersonal skills adalah kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan dengan orang lain. Kenapa penyiar radio harus punya skill ini? Karena penyiar radio harus bisa melakukan wawancara dengan bintang tamu atau menjawab telepon dari pendengar saat mengudara atau on air. Saat melakukan wawancara atau menerima telepon, penyiar radio harus bisa menerima dan menyampaikan informasi dengan baik, memiliki kemampuan mendengarkan dan memahami apa yang disampaikan narasumber, serta membangun hubungan yang positif dengan seluruh pihak yang berhubungan dalam pekerjaan.

5. Keterampilan problem solving

Skill selanjutnya yang harus dimiliki penyiar radio adalah problem solving. Dalam pekerjaan apa aja, pasti kamu akan menemukan masalah dan situasi yang tak terduga. Karena itulah keterampilan problem solving harus kamu kuasai. Misalnya, saat siaran naskah atau skrip yang disediakan oleh tim ternyata terpotong atau belum selesai. Dalam kondisi ini, penyiar harus mampu melakukan improvisasi yang sesuai agar siaran bisa tetap berlanjut.

6. Kemampuan research

Seorang penyiar radio harus bisa melakukan penelitian atau riset terkait topik yang akan dibahas saat siaran. Maka dari itu, seorang penyiar radio profesional perlu melakukan riset agar ketika siaran berlangsung, kamu memiliki pengetahuan yang cukup untuk membahas atau mengomentari topik tersebut. Misalnya, saat kamu sedang melakukan siaran bersama bintang tamu psikolog yang membahas tentang kesehatan mental.

Kamu bisa mencari informasi tentang kondisi kesehatan mental remaja di Indonesia, pentingnya menjaga kesehatan mental, dan informasi lainnya. Selain itu, kamu juga harus bisa memilah informasi agar tidak bias dan jelas.

7. Percaya diri

Untuk jadi penyiar radio yang profesional, kamu harus pede atau percaya diri. Meskipun tidak ada orang yang melihat kamu melakukan siaran, tapi rasa gugup pasti ada. Sebenarnya, penyiar juga sering sendirian di ruang siaran, tapi kalau kamu berbicara kepada benda mati saja tentu terasa kurang semangat. Kamu bisa bayangkan kalau ada satu orang di ruangan yang bisa kamu ajak untuk bicara.

Dengan membayangkan kalau pendengar itu satu orang, kamu akan merasa seperti sedang berbicara dengan teman dan tidak terlalu gugup. Agar rasa percaya dirimu semakin meningkat, kamu harus sering berlatih seperti berbicara di depan cermin, anggap saja seperti sedang on air atau mengudara. Kamu juga bisa baca selengkapnya tentang Sering Nggak PD? Ini 7 Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri di Tempat Kerja, ada beberapa tips menarik yang bisa kamu coba biar bisa makin pede.

Nah, itu dia 7 skill yang perlu kamu kuasai untuk menjadi seorang penyiar radio. Latar belakang pendidikan penyiar radio, nggak harus dari jurusan Broadcast atau Ilmu Komunikasi, dari jurusan lain juga bisa kok asal kamu punya kemampuan yang sesuai dan mau terus belajar.

Daftar Stasiun Dan Artis Penyiar Radio Di Indonesia

Radio adalah media yang memberikan banyak inspirasi bagi pemuda di Indonesia. Dulu radio adalah salah satu media yang kurang di minati oleh anak-anak remaja. Pendengarnya kebanyakan orangtua dengan acara-acara yang kurang interaktif dan sangat minim sekali menyediakan acara untuk anak muda.

Acara musik-musik di radio benar-benar membuat pendengar di kalangan anak muda semakin hari semakin bertambah. Masyarakat Indonesia bukan hanya di mobil saja mereka mendengarkan radio tapi pada saat mengendarai motor mereka juga bisa mendengarkannya melalui handphone.

Sekarang sudah jamannya kemajuan teknologi dan dunia informasi jadi sudah sangat wajar sekali jika masyarakat mengiginkan sebuah terobosan dunia teknologi melalui radio yang bisa di dengarkan melalui media saja seperti gadged. Stasiun radio pada jaman dulu hanya sedikit sekali dan acaranya juga sangat membosankan. Sekarang semuanya telah bertransformasi menjadi lebih baik dan lebih banyak stasiun radio.

Ingin tahu stasiun radio apa saja yang populer di Indonesia dan memiliki pendengar setia cukup banyak? Ini dia daftarnya

1. Hard Rock FM

Hard Rock FM menjadi saluran radio pertama yang membawa gaya pembicaraaan bertema lifestyle dan hiburan dalam setiap program siarannya. Mengutip dari websitenya, Hard Rock FM tidak khusus memutarkan musik dengan aliran rock, tapi justru segala jenis music seperti pop, jazz, dan genre lain.

Dengan posisi frekuensi 87.6 FM dan berbasis di Jakarta, Hard Rock FM terus berkembang dan melebarkan frekuensinya ke kota besar lain se-Indonesia. Bandung, Surabaya, dan Bali menjadi kota jangkauan terbaru yang sudah bisa mengakses saluran Hard Rock FM.

2. Gen FM

Pada awal kemunculannya, 2007, Gen FM lahir di kota Surabaya dan mempunyai frekuensi 103.1. Tahun 2010, Gen FM dibeli oleh perusahaan Mahaka sekaligus mendirikan saluran baru dengan frekuensi 98.7 FM yang terletak di kota Jakarta.

Gen FM dengan slogannya yang terkenal “suara musik terkini!”, pernah mencatatkan rekor pada 2011 sebagai saluran radio non-dangdut pertama yang menembus angka 4,1 juta pendengar. Hal ini terus dipertahankan dengan inovasi program-program yang disiarkan oleh Gen FM seperti Semangat Pagi dan Chart Ganas berkolaborasi dengan Billboard Indonesia.

3. Jak FM

Saluran radio modern khas ibukota ini juga tidak kalah saing dengan beberapa saluran radio lainnya. Membawa tagline “Selalu seru!”, Jak FM selalu ditunggu karena program unggulannya yaitu mengundang musisi-musisi Indonesia untuk on air serta melakukan live music.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta juga melakukan kerjasama dengan Jak FM di bidang penyampaian informasi kepada masyarakat untuk kejadian terkini, baik itu bencana atau pengumuman lainnya. Tidak ketinggalan, Jak FM juga semakin dekat dengan masyarakat karena menyediakan program 90s at 9 yang khusus memutarkan lagu-lagu lawas 90-an. Tujuannya untuk memanjakan kuping para pendengarnya yang tidak terbatas usia.

4. Bahana FM

Bahana FM menjadi saluran favorit para pecinta musik-musik pop nusantara. Pasalnya, saluran radio yang mempunyai frekuensi 101.8 ini selalu memutarkan lagu-lagu hits Indonesia saat saluran radio lain sudah didominasi musik barat.

Tika Pangabean dan Udjo Permato sebagai penyiar utama pada Bahana FM selalu bisa menghibur para pendengar dengan obrolan mereka di pagi hari dalam program The Bongils. Inovasi terbaru yang diberikan oleh Bahana FM adalah kerjasama dengan MRT Jakarta untuk melakukan Live Off Air dan Meet and Greet bersama para musisi Indonesia di dalam stasiun MRT.

5. Prambors FM

Prambors FM menjadi saluran radio hits terbesar jangkauannya di seluruh Indonesia. Terhitung sudah 7 kota besar yang masuk dalam jangkauan Prambors FM, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Makassar, dan Yogyakarta.

Ada di frekuensi 102.2 FM, pada awalnya Prambors FM hanyalah siaran radio dari sekumpulan anak muda Jakarta, tepatnya di bilangan Jalan Borobudur, Jakarta Pusat. Hingga akhirnya pada 1970, Prambors mulai menjajaki industri radio di Indonesia dengan mendirikan PT. Radio Prambors Broadcasting Service.

Terbukti, hingga kini Prambors tetap eksis dengan dihiasi beberapa penyiar radio ternama. Tentu saja, yang paling dikenal masyarakat adalah Desta dan Nycta Gina dengan obrolan yang selalu menghibur melalui program “Desta Ghina In the Morning”.

Banyak selebriti Tanah Air yang mengawali kariernya sebagai penyiar radio. Sebagian dari mereka pun sukses di industri hiburan Tanah Air. Sebut saja, Indra Bekti, Desta, Indy Barends, Cici Panda, dan Imam Darto.

Kecintaan para selebriti ini terhadap pekerjaan awal yang telah melambungkan namanya itu, masih mereka geluti hingga saat ini. Mereka pun memiliki program sendiri dan dalam acaranya itu dipasangkan dengan artis lain. Namun, ada pula selebriti yang sudah mencicipi asam garam dunia hiburan, tapi ingi mencoba dunia siaran. Berikut ulasannya.

1. Desta dan Nycta Gina

Desta sudah terlebih dulu mengawali kariernya di dunia siaran radio sejak 1990-an. Kala itu, ia menjadi bersama Arie Dagienkz. Sempat vakum selama beberapa waktu, kini pemilik nama Deddy Mahendra Desta itu tampil bersama Nycta Gina.

Berbeda dengan Desta, perempuan yang kerap disapa Gina itu mengawali kariernya sebagai model salah satu majalah remaja. Ia juga dikenal karena perannya sebagai Jeng Kelin di salah satu program televisi swasta.

Desta dan Gina selalu menemani para penggemar setianya setiap Senin-Jumat di pagi hari. Program yang mereka bawakan bertajuk ‘Desta & Gina In The Morning’. Tak hanya bicara soal musik, mereka juga bicara soal isu selebriti yang tengah hangat diperbincangan publik diselingi dengan lelucon yang fresh.

Istri dari Rizky Kinos itu pun resmi bergabung di radio Prambors pada Desember 2014. Kala itu, ia mengunggah sebuah id card di akun Instagram pribadinya, sambil menuliskan keterangan foto, “sah (jadi penyiar radio).”

Beberapa waktu lalu, Desta dan Nycta Gina bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi. Mereka pun membicarakan berbagai macam hal bersama Jokowi, salah satunya tentang perkembangan radio dan media sosial. Gina mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang bertemu dengan Jokowi.

“Senang banget, ini pertama kali ketemu. Bisa ngobrol langsung sedekat itu. Benar-benar ini banget, senang. Awalnya tegang banget, takut, tapi Pak Jokowi-nya yang begitu ramah, begitu santai. Sikap Pak Jokowinya jadi bikin hilang rasa takutnya,” kata Gina pada Juni 2017 lalu.

2. Kemal dan TJ

Kemal Mochtar mengawali kariernya sebagai pembawa acara di beberapa stasiun televisi. Di samping itu, Kemal juga memiliki pekerjaan lain yakni penyiar radio.

Sudah puluhan tahun menjadi penyiar radio, pria berusia 37 tahun itu juga mengajarkan ilmu broadcasting-nya di London School of Public Relation. Mengutip Bekraf, saat awal mula menjadi penyiar radio Kemal hanya digaji Rp 7.500 per jam siaran.

Sementara TJ, mengawali kariernya sebagai komedian di acara ‘Extravaganza’ yang ditayangkan salah satu televisi swasta pada tahun 2007. Ia pun hanya bertahan selama 2 tahun di acara tersebut.

Dari situ, TJ mencoba peruntungan menjadi penyiar radio. Bersama Kemal, ia memiliki program acara pagi bersama Ruth Permatasari alias TJ bertajuk ‘Semangat Pagi’ di Gen FM.

Sesi ‘Salah Sambung’ menjadi salah satu hal yang paling dikenal oleh masyarakat dalam siarannya itu. Baik Kemal maupun TJ pun kerap menjahili orang melalui sambungan telepon. Meski hal tersebut dilakukan hanya untuk candaan semata, namun ada beberapa yang tak suka dan mereka mendapatkan omelan dari pihak yang diteleponnya itu.

3. Indy Barends dan Rizky Kinos

Indy Barends mengawali kariernya sebagai penyiar radio sejak tahun 1997. Kala itu, sang sahabat, Meuthia Kasim, memintanya untuk memilih satu dari dua kontrak kerja, salah satunya menjadi penyiar radio. Namun, Indy tak menjawab pernyataan Meuthia.

Kemudian, perempuan berusia 46 tahun itu menelepon ibunya dan menceritakan hal tersebut. Dengan sikap tenang dan bijak, ibunya pun memberikan pencerahan kepadanya. Akhirnya, Indy memilih jadi penyiar radio lantaran ia lebih menikmati pekerjaan itu.

Pengalaman presenter ‘Ceriwis’ itu di dunia broadcasting pun tak diragukan lagi. Ia sudah berduet dengan artis lain saat menjadi penyiar radio, seperti Indra Bekti dan Ben Kasyafani.

Sama seperti Indy, suami dari Nycta Gina, Rizky Kinos, mengawali kariernya sebagai penyiar radio Bandung. Dari situ, pria yang kerap disapa Kinos itu mencoba peruntungan sebagai VJ MTV di tahun 2008. Ia pun berhasil menjadi juara mengalahkan 10 finalis lainnya, termasuk Robby Purba.

Kini, Indy dan Kinos terlibat dalam satu program bertajuk ‘Happy Morning’ di Female Radio yang bisa dinikmati para pendengar setianya setiap Senin-Jumat pada pukul 06.00-10.00 WIB. Sama seperti program di radio lainnya, mereka juga memiliki sub-program yang menarik untuk diikuti, seperti ‘Bos Kinos’, ‘Branwir’, ‘Kamus Kumis’, dan ‘Joy Parenting’.

 

Sejarah Serta Perkembangan Radio di Indonesia

Sejarah Serta Perkembangan Radio di Indonesia – Radio yang menjadi salah satu dari media massa elektronik yang tertua serta menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah perkembangan teknologi komunikasi dan sejarah perkembangan alat komunikasi. Di samping itu, radio juga menorehkan jejak sejarah media massa bersama-sama dengan televisi, surat kabar, majalah, dan lain-lain. Karakteristik dari media massa serta karakteristik media penyiaran yang melekat pada radio membuatnya menjadi salah satu media komunikasi pilihan dalam membantu penyampaian pesan-pesan dengan cepat dan serentak sejak awal kemunculannya.

Gempuran dari bermacam-macam media baru atau new media beserta karakteristik new media-nya sebagaimana yang telah dijelaskan dalam teori media baru, teori new media, atau teori new media menurut para ahli tidak menyurutkan minat khalayak pendengar untuk tetap menggunakan radio sebagai media komunikasi, media informasi, dan media hiburan yang penting bagi mereka.

Didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh Nielsen Radio Audience Measurement pada tahun 2016 di 11 kota besar di Indonesia menunjukkan bahwa jumlah pendengar radio di Indonesia mencapai 20 juta pendengar dengan tingkat penetrasi mencapai 38 persen. Hasil yang didapatkan survei tersebut menunjukkan bahwa kehadiran radio masih memiliki tempat khusus di hati para pendengar setianya di Indonesia. Kehadiran bermacam-macam media komunikasi modern sebagai dampak dari semakin berkembangnya internet sebagai media komunikasi tidak menghalangi pendengar untuk tetap menikmati siaran radio. Sekarang radio dapat didengar melalui telepon pintar atau komputer dengan menggunakan jaringan internet.

Tertulis bahwa tonggak sejarah radio dunia dimulai pada tahun 1920 di Negeri Paman Sam alias Amerika Serikat. Sejarah dari deretan radio di Indonesia sendiri dimulai 5 (lima) tahun setelahnya, tepatnya pada tanggal 16 Juli 1925. Perjalanan dari sejarah radio di Indonesia pun tidak hanya melulu terkait dengan Radio Republik Indonesia. Sebagaimana dengan sejarah televisi di Indonesia, maka dalam sejarah radio di Indonesia tidak luput dari sejarah perkembangan radio swasta nasional yang juga berperan besar dalam menemani perjalanan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga kini.

Bagaimanakah sesungguhnya perjalanan sejarah radio di Indonesia? Berikut adalah uraian singkatnya.

1. Masa Penjajahan Belanda

Sebagaimana sudah disebutkan di atas bahwa awal sejarah radio di Indonesia dimulai sejak masa penjajahan Belanda. Pada saat era-era inilah, Belanda dipusingkan pada berbagai peristiwa besar yang mengobarkan semangat nasionalisme di kalangan kaum pribumi yaitu dengan didirikannya Budi Utomo pada tahun 1908 dan gerakan Sumpah Pemuda pada tahun 1928.

Indonesia, yang pada kala itu masih bernama Hindia Belanda mendirikan radio siaran pertamanya pada tanggal 16 Juli 1925 yang bernama Bataviase Radio Vereniging atau BRV di Batavia atau Jakarta tempo dulu. Selama masa penjajahan Belanda, stasiun radio yang beroperasi adalah milik swasta. Sesudah Bataviase Radio Vereniging atau BRV didirikan, berbagai stasiun radio lain pun mulai menjamur, diantaranya adalah :

– Di Jakarta, Bandung, dan Medan, Nederlandsch Indische Radio Omroep Mij (NIROM);

– Algeemene Vereneging Radio Omroep (AVROM) dan Meyers Omroep voor Allen (MOVA) di Medan;

– Vereniging voor Oosterse Radio Omroep (VORO), Solosche Radio Vereniging (SRV), dan Chineesee en Inheemse Radio Luisteraas Vereniging Oost Java (CIRVO) di Solo atau Surakarta;

– Di Yogyakarta, Mataramsche Vereniging voor Radio Omroep (MAVRO;

– Di Bandung, Vereniging voor Radio Omroep Luisteraas (VORL);

– Eerste Madiunse Radio Omroep (EMRO) di Madiun; dan lain-lain.

Di eranya, Nederlandsch Indische Radio Omroep Mij (NIROM) adalah stasiun radio yang paling besar dan berkembang sangat pesat karena memperoleh subsidi dari pemerintah Hindia Belanda. NIROM mempunyai jumlah pemasukan yang besar yang berasal dari pajak radio. Jumlah dari uang yang diterima oleh NIROM semakin besar seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki pesawat radio. Berdampak seperti NIROM dapat dengan leluasa memperluas jangkauan siarannya dengan meningkatkan daya pancar, memperbanyak jumlah stasiun relay, dan lain-lain.

Selain itu, beberapa kota besar di Jawa yang telah tersambung oleh saluran telepon khusus dimanfaatkan oleh NIROM untuk memberikan modulasi kepada berbagai pemancar yang ada di kota-kota besar agar dapat mengadakan siaran terpusat dari Bandung, Surabaya, Solo, Semarang, atau Yogyakarta. Pada era jayanya, NIROM digunakan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mempertajam kuku penjajahannya di Indonesia. Selain daripada itu, berbagai radio siaran swasta lain yang dikelola oleh warga asing juga hanya menyiarkan berbagai program siaran yang berisi berbagai jenis-jenis berita yang terkait dengan kepentingan perdagangan. Persoalan tersebut begitu kontras apabila dibandingkan dengan berbagai stasiun radio swasta yang dikelola oleh bangsa pribumi karena operasionalisasi radio diperoleh dari iuran para anggotanya.

Bermacam-macam kenyataan inilah yang mendorong kaum pribumi kemudian mendirikan stasiun radio siaran milik sendiri. Lima tahun sesudah peristiwa Sumpah Pemuda, tepatnya tanggal 1 April 1933, Solosche Radio Vereniging (SRV) didirikan dan merupakan pelopor radio siaran milik Bangsa Indonesia. Tokoh yang begitu berjasa dalam pendirian Solosche Radio Vereniging (SRV) adalah Mangkunegoro VII dan Ir. Sarsito Mangunkusumo. Semenjak itulah, berbagai stasiun radio siaran lahir seperti MARVO, EMRO, CIRVO, VORL, SRV, Radio Semarang, dan lain-lain. Mereka menyiarkan berbagai jenis-jenis informasi yang bersifat ketimuran seperti kebudayaan, kesenian, dan pergerakan nasionalisme.

Pada era penjajahan Belanda pula lahirlah sebuah organisasi non komersial baru yang merupakan perkumpulan dari berbagai radio ketimuran. Organisasi tersebut merupakan Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran yang disingkat PPRK yang dibentuk pada tanggal 29 Maret 1937. Tujuan organisasi PPRK adalah bersifat sosial budaya yaitu untuk memajukan seni dan budaya Indonesia. Dua bulan sesudah itu, tepatnya tanggal 7 Mei 1937, PPRK mengadakan pertemuan dengan NIROM dan menghasilkan kesepakatan bahwa siaran ketimuran dilakukan oleh PPRK dan teknisnya diselenggarakan oleh NIROM.

Sesudah peristiwa itu, seiring dengan dimulainya Perang Dunia II yang ditandai dengan diserbunya Polandia oleh Jerman pada tanggal 1 September 1939, membuat posisi pemerintah Hindia Belanda di Indonesia semakin tersudut. Kerajaan di Belanda di Eropa pun mengalami hal yang sama. Keadaan yang sejatinya tidak baik ini justru memberikan berkah tersendiri bagi PPRK. Berkah tersebut adalah bahwa tanggal 1 November 1940, PPRK berhasil menyiarkan siaran pertamanya.

2. Masa Penjajahan Jepang

Era penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung kurang lebih selama tiga setengah tahun. Pada masa itu, pemerintah menguasai semua radio siaran swasta yang ada. Berbagai program siaran diarahkan untuk membentuk propaganda perang Asia Timur Raya. Di era ini pula terjadi perubahan yang sangat signifikan terkait dengan materi siaran. Pada masa penjajahan Jepang, porsi siaran sosial budaya mendapatkan porsi terbesar dalam materi siaran. Hal ini memberikan dampak positif bagi perkembangan kebudayaan di Indonesia dan melahirkan seniman-seniman serta pencipta lagu.

3. Masa Kemerdekaan

Tanggal 14 Agustus 1945 adalah hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia karena pada tanggal tersebut Jepang menyerah tanpa syarat kepada tentara Sekutu. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh para pemuda masa itu yang menculik dan memaksa Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pada 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada ini, radio siaran memiliki peran yang sangat penting dalam menyebarluaskan isi Teks Proklamasi kepada seluruh rakyat Indonesia dan dunia.

Lalu, pada tanggal 10 September 1945 para pimpinan radio yang ada di seantero Jawa mengadakan pertemuan di Jakarta guna membahas organisasi radio. Sehari sesudah itu, tepatnya tanggal 11 September 1945, para pimpinan radio sepakat untuk mendirikan sebuah organisasi radio dan dijadikan sebagai Hari Radio Republik Indonesia.

Setelah itu, pada tanggal 12 – 13 Januari 1946 diselenggarakan Konferensi Radio di Surakarta yang dilatarbelakangi oleh situasi Negara khususnya ibukota Jakarta yang tidak memungkinkan untuk menjalankan roda pemerintahan. Konferensi Radio yang dihadiri oleh perwakilan 8 (delapan) studio RRI menghasilkan keputusan bahwa Radio Republik Indonesia berstatus sebagai Jawatan Pemerintah dan berada dibawah Kementerian Penerangan serta diharuskan untuk menjalankan politik Pemerintah.

4. Masa Reformasi hingga kini

Sebelum Orde Reformasi lahir, sesuai dengan sistem komunikasi Indonesia dan sistem jurnalistik di Indonesia yang dianut saat itu, berbagai program jurnalisme radio atau jurnalistik radio dilakukan sepenuhnya oleh Radio Republik Indonesia. Radio siaran swasta cuma berperan sebagai media hiburan yakni dengan memutar lagu-lagu, sandiwara radio, dan lain-lain. Pada era reformasi, radio juga tidak luput dari pergeseran peran. Jika pada awalnya radio hanya berkutat sebagai media.


Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Apa yang dinilai dalam tes penyiar radio?

020 min