Amerika Pasca Kemerdekaan, Pembentukan Konstitusi dan Pengaruhnya

Amerika Pasca Kemerdekaan, Pembentukan Konstitusi dan Pengaruhnya

Saat ini kita mengenal Amerika Serikat sebagai negara super power, yang kuat karena militer dan teknologinya. Bahkan, hingga sekarang sepertinya belum ada negara yang dapat menandingi pengaruhnya. Tapi siapa sangka, negara kuat ini lahir dari sebuah revolusi melawan pemerintahan kolonial dan bisa mendeklarasikan kemerdekaan pada 4 Juli 1776. Lalu bagaimana kondisi Amerika pasca kemerdekaan?

Pada tahun 1492, Christopher Columbus berhasil mencapai Amerika. Orang-orang Inggris lalu bermukim di Jamestown, Virginia pada tahyn 1607. Permukiman ini dianggap sebagai permukiman pertama di Amerika Serikat, selanjutnya Amerika terus didatangi oleh orang-orang Inggris bahkan orang Prancis, Spanyol, dan Belanda juga bermukim di sebagian Amerika Serikat.

Pada tahun 1770-an, tiga belas koloni Inggris meliputi dua setengah juta penduduk dan terus tumbuh berkembang dengan pesat, serta mengembangkan sistem politik dan hukum sendiri. Meski demikian, perkembangan koloni-koloni Inggris berakhir tidak baik bagi penduduk asli Amerika karena banyak dari mereka yang tewas akibat penyakit, sehingga mereka kehilangan negaranya.

Parlemen Inggris menegakan otoritasnya atas koloni-koloni ini dengan menetapkan pajak baru yang dianggap inkonstitusional oleh orang Amerika karena mereka tidak terwakili di Parlemen. Konflik yang memanas berujung pada perang penuh yang dimulai pada April 1775.

Setelah melalui Revolusi Amerika, koloni-koloni menyatakan kemerdekaan dari Kerajaan Britania Raya pada 4 Juli 1776 dan mendirikan Amerika Serikat.

Lantas, apakah Amerika langsung memperoleh kemerdekaannya pasca deklarasi kemerdekaan? Nyatanya tidak. Hal ini karena pihak Inggris tidak menerima dan menimbulkan perang kemerdekaan.

Pemerintahan Amerika mulai melakukan pembenahan pasca kemerdekaan, dimulai dengan melakukan beberapa perubahan terutama di bidang struktur politik. Beberapa kongres mulai diadakan untuk mendapatkan beberapa keputusan seperti rekomendasi berdirinya negara bagian dengan undang-undang sendiri atas persetujuan kongres provinsi dan rakyat.

Selain itu juga terdapat beberapa amandemen terhadap konstitusi yang salah satunya merumuskan tentang kebebasan berbicara, kebebasan pers dan beragama yang nantinya menjadi tolak ukur bagi beberapa negara Eropa dan Asia.

Pada tahun 1789, George Washington terpilih sebagai Presiden pertama Amerika Serikat. Alexander Hamilton, salah satu bapak pendiri AS menjabat sebagai Menteri Keuangan. Banyak pedagang yang bekerja dengan tentara revolusioner menjadi terkenal dalam ekonomi pasca perang negara baru AS. Dimana kebijakan ekonomi awal negara ini memainkan peran aktif dalam mempromosikan iklim bisnis yang pro pertumbuhan yang menguntungkan para pengusaha.

Adanya Kesetaraan Ras

Dampak Amerika pasca kemerdekaan juga berpengaruh terhadap kesetaraan ras. Pasalnya, jauh sebelum revolusi terjadi terdapat ketidaksetaraan antara warga berkulit putih dengan warga berkulit hitam. Dimana saat itu warga kulit hitam dianggap sebagai golongan kedua, sehingga terjadi perbudakan yang dilakukan oleh warga kulit putih terhadap golongan negro.

Setelah revolusi terjadi mulai muncul kesetaraan hak atas warga kulit hitam dan kulit putih di Amerika. Perbudakan pun mulai berhenti walaupun di beberapa negara bagian masih ada diskriminasi atas warga kulit hitam, akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu kesetaraan mulai terbentuk.

Apalagi, didukung mulai adanya organisasi anti perbuďakan di beberapa negara bagian seperti New York, membuat perbedaan tersebut menjadi hilang.

 

Amerika Pasca Kemerdekaan, Pembentukan Konstitusi dan Pengaruhnya - .


Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

Amerika Pasca Kemerdekaan, Pembentukan Konstitusi dan Pengaruhnya

02 min