7 Unsur Intrinsik Cerpen. Kunci Agar Cerpenmu Lebih Hidup

7 Unsur Intrinsik Cerpen. Kunci Agar Cerpenmu Lebih Hidup

Cerpen adalah ringkasan dari cerita pendek. Yaitu sebuah cerita yang memiliki alur sederhana, ringkas, jelas dan ada nilai yang ingin ditanamkan oleh penulisnya pada pembaca. Cerpen termasuk dalam  jenis tulisan fiksi. Tulisan yang berdasarkan imajinasi. Ingin menulis cerpen yang apik dan menarik, Anda wajib belajar unsur intrinsik cerpen.

Sebuah cerpen hanya membawa 1 konflik. Sehingga tokoh yang terlibat di dalamnya tak terlalu banyak. Biasanya tokohnya hanya terdiri 3 hingga 5 orang saja.

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur dasar yang jadi pembangun cerpen. Unsur intrinsik meliputi; tokoh, latar cerita, plot, tema, sudut pandang, amanat dan gaya bahasa.

Penasaran apa saja unsur unsur intrinsik cerpen? Yuk, simak pembahasannya dalam artikel berikut ini.

Dalam proses pembuatan cerpen, Anda perlu memahami unsur-unsur pembuatan cerpen. Unsur ini biasa dikenal dengan istilah unsur intrinsik cerpen. Berikut beberapa unsur intrinsik dalam cerpen:

Faktor penting bila Anda ingin membangun cerita fiksi yang hidup adalah tokoh atau pelaku cerita. Pembaca cerpen selalu penasaran:

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab oleh penulis cerita agar ceritanya hidup dan ending-nya membuat pembaca senang dan bahagia, sedih nestapa atau menangis sejadi-jadinya.

Saat menulis cerpen, maka Anda perlu memperhatikan siapa tokoh utamanya. Tokoh ini adalah seorang tokoh sentral yang menjadi pelaku utama cerita. Selain tokoh utama, ada juga tokoh figuran. Tokoh utama biasa dikenal dengan protagonis. Mereka memegang peranan penting hidup atau tidaknya sebuah cerita.

Tokoh dan penokohan saling terkait dan berhubungan. Bila tokoh utama adalah orang yang melaksanakan cerita, maka penokohan adalah gambaran, lukisan tentang orang yang tampil menjadi pemeran utama cerita. Saat Anda membuat cerita, maka Anda perlu membuat cerita yang logis, masuk akal dan tidak terlalu berlebihan. Sehingga kehidupan sang tokoh benar-benar nyata dalam pikiran membaca. Walaupun sebenarnya ide, gagasan dan cerita benar-benar fiksi yang berdasarkan imajinasi saja.

Contoh unsur intrinsik cerpen berikutnya adalah latar cerita. Orang biasa menyebut latar ini dengan istilah setting. Yaitu keterangan yang terkait dengan tempat, waktu, peristiwa dan suasana terjadinya cerita. Sehingga banyak orang memahami bahwa latar adalah landasan cerita yang merujuk pada lingkungan, hubungan, waktu, peristiwa, sosial dengan kejadian yang diceritakan.

Umumnya latar ini terbagi lagi menjadi: Latar waktu, latar tempat dan latar sosial. Saat Anda membuat cerita cerpen yang menggambarkan tempat, waktu dan latar belakang sosial yang jelas dan detail, maka cerita Anda akan jauh lebih hidup dalam pikiran pembaca.

Latar cerita Anda akan memudahkan pembaca untuk mengikuti alur cerita yang Anda buat. Ending-nya, mereka bisa hanyut dalam cerita yang Anda bawakan. Sehingga tokoh yang menjadi pemeran utama benar-benar masuk dalam penghayatan membaca.

Semakin jelas, detail Anda menggambarkan latar ini, maka semakin hidup cerpen Anda.

Sebelum Anda menetapkan latar, Anda bisa melakukan riset mendalam. Anda bisa melakukan riset langsung ke lokasi tempat Anda membaut cerpen.

Salah satu unsur intrinsik cerpen adalah plot. Orang biasa mengenal plot ini dengan istilah alur cerita. Plot ini menjadi faktor penting bahkan fundamental dalam sebuah cerita, baik cerpen (cerita pendek) atau novel. Bila penulis mampu menghadirkan latar belakang yang hidup, jelas dan detail, maka cerita akan jauh lebih hidup dan dinikmati oleh pembaca. Boleh dibilang, plot ini menjadi ruh sebuah cerita.

Plot atau alur cerita merupakan peristiwa yang menggambarkan tentang tokoh yang menjadi pemeran utama mulai awal hingga akhir. Alur ini harus bersifat logis, masuk akal dan sesuai dengan pikiran manusia. Bukan sesuatu yang terlalu bombastis dan dibuat-buat. Di dalam alur cerita inilah seorang cerpenis memasukkan konflik dan masalah dalam kehidupan tokoh. Sehingga puncaknya, cerita menemukan klimaks berupa penyelesaian yang di luar pikiran pembaca.

Unsur intrinsik yang tak kalah penting dalam sebuah cerpen (cerita pendek) adalah tema. Tema adalah faktor penting dalam membangun sebuah cerpen yang apik dan menarik. Sehingga boleh dibilang, tema menjadi gagasan utama bagaimana penulis akan menceritakan cerpen yang akan dia sajikan pada pembaca.

Dalam sebuah cerpen (cerita pendek) penulis bisa masuk ke dalam sisi-sisi cerita. Sehingga mereka bisa menghayati, merasakan tone (suara) cerpen yang ditulis. Mereka bisa masuk dalam cerita menjadi orang pertama atau orang ketiga.

Bila penulis masuk menjadi orang pertama, maka mereka akan terlibat langsung dalam cerita. Biasanya ditandai dengan kata ganti saya atau aku. Sedangkan bila penulis masuk dalam cerita menjadi orang ketiga, maka mereka tak terlibat langsung dalam cerita. Biasanya muncul dengan kata ganti mereka atau dia atau bisa menyebutkan nama tokohnya.

Dalam menulis cerita, tentu penulis ingin menyampaikan suatu ide, gagasan dan pesan moral pada pembacanya. Secara umum amanat ini harus bersifat positif, membawa nilai akhlak, moralitas dan karakter. Sehingga selesai membaca  cerpen, pembaca akan mendapatkan sebuah nilai-nilai baru yang bermanfaat untuk kehidupannya.

Ada kalanya pesan atau amanat ini penulis sampaikan dalam bentuk cerita, kata-kata yang terang (eksplisit) atau tersembunyi (implisit).

Pesan ini bisa terwujud dalam bentuk karakter tokoh yang dalam kehidupannya selalu menolong orang dan akhirnya menjadi orang sukses berkat kebaikan yang selalu ia tanam pada orang lain.  Atau seseorang yang selama hidupnya melakukan kejahatan tetapi di akhir hidupnya dia menemukan hidayah sehingga bertobat.

Bagi orang yang cerdas dan kreatif, cerpen bisa jadi lahan dakwah. Betapa tidak, mereka bisa menyisipkan nilai kemanusiaan, saling menolong, saling menghormati dan saling membantu. Bahkan, lewat cerpen, Anda bisa mengenalkan Tuhan dan keagungan-Nya pada pembaca Anda tanpa perlu menggurui mereka.

Para pembaca akan membaca karya cerpen Anda dengan senang hati dan Anda bisa menyampaikan pesan dakwah tanpa perlu jadi guru atau ustaz. Selepas membaca cerpen Anda, mereka akan memperoleh pencerahan, manfaat tanpa mereka sadari.

Unsur intrinsik cerpen lain yang tak kalah penting dan fundamental adalah gaya bahasa. Gaya bahasa menjadi pemicu utama pembaca mau membaca dan melanjutkan membaca cerita hingga selesai atau tidak. Bila Anda membuat cerita pendek tentang remaja tetapi menggunakan gaya bahasa resmi dan formal, maka remaja tak suka dan akan menghentikan membaca cerpen Anda.

Atau sebaliknya, Anda menulis cerita tentang rumah tangga tetapi Anda menggunakan bahasa yang alay, maka emak-emak tak akan membacanya.

Maka, Anda perlu membuat cerita sesuai dengan target pembaca. Bila Anda membuat cerpen tentang remaja, Anda bisa menggunakan gaya bahasa santai, bahkan gaya bahasa alay. Bila Anda membuat cerpen tentang rumah tangga, maka gunakan bahasa yang santai, sederhana dan membumi. Sehingga mak-mak dan ibu rumah tangga yang membacanya akan merasa nyaman dan tak merasa berat dengan kosakata yang Anda gunakan.

Bila Anda ingin mahir dalam penulisan cerpen, maka Anda perlu paham apa saja unsur intrinsik dalam cerpen. Saat Anda paham unsur intrinsik, maka ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan. Antara lain:

Bila Anda paham unsur intrinsik yang ada dalam cerpen, tentu Anda lebuh mudah menuliskannya. Karena Anda menulis cerpen sesuai dengan kaidah para ahli karya fiksi. Penulisan cerpen jauh lebih cepat dan mudah karena Anda sudah merencanakan semuanya sejak awal. Ibarat orang akan melakukan perjalanan, Anda sudah tahu peta yang Anda tuju.

Cerpen termasuk salah satu karya tulis yang bannnyak orang suka. Salah satu alasannya karena jumlah katanya tak terlalu panjang. Bila Anda menulis cerpen sesuai dengan kaidah penulisan cerpen, maka karya cerpen yang Anda hasilkan akan jauh lebih berkarakter dan hidup. Orang yang membacanya akan larut dan hanyut dalam emosi yang Anda ciptakan dalam alur cerpen.

Bila sudah terbiasa menulis cerpen dengan perencanaan yang matang. Anda juga memasukkan unsur intrinsik secara jelas dan nyata, maka Anda akan jauh lebih produktif dalam berkarya. Sebuah cerpen bisa Anda selesaikan dalam waktu singkat saja. Dengan waktu yang sangat terbatas, Anda bisa menghasilkan banyak karya cerpen yang bagus dan berkualitas.

Bila Anda sudah mahir dalam penulisan fiksi berupa cerpen, maka Anda bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari karya cerpen yang Anda hasilkan. Anda bisa mengirimkannya ke media cetak atau elektronik. Banyak media yang siap menerima karya fiksi berupa cerpen.

Bila karya Anda terbit dalam media cetak atau media daring, maka nama Anda akan semakin kokoh sebagai penulis cerpen. Tentu, akan jauh lenih mudah menjual karya Anda dengan honor yang tinggi dan fantastis.

Bila nama Anda mulai dikenal banyak orang, Anda bisa membukukan karya cerpen Anda dalam bentuk buku. Ada banyak penerbit yang siap menerima karya kumpulan cerpen. Apalagi bila Anda  sudah punya nama, tentu mudah sekali bagi Anda untuk menawarkan karya Anda pada penerbit mayor yang berpengalaman.

Cerpen termasuk salah satu karya sastra yang sederhana dan mudah membuatnya. Dengan jumlah kata terbatas, seseorang bisa menjadikan kisah kehidupan yang mereka alami sebagai bahan inspirasi untuk membuat cerpen.

Banyak orang suka membaca cerpen karena jumlah katanya tak terlalu banyak. Sehingga mereka bisa membacanya hanya dengan sekali duduk. Saat membaca cerita yang panjang, banyak orang merasa lelah tapi mereka masih ingin tahu dan penasaran bagaimana ending ceritanya, maka mereka memaksakan diri untuk membaca walaupun merasa lelah.

Posting 7 Unsur Intrinsik Cerpen. Kunci Agar Cerpenmu Lebih Hidup .


Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

7 Unsur Intrinsik Cerpen. Kunci Agar Cerpenmu Lebih Hidup

06 min