4 cara menghargai uang

Hai saudara-saudaraku yang ganteng, yang cantik dan suka bekerja keras. Mari Bang-Mari dong kita sayangi hasil kerja keras kita tersebut dengan membiasakan diri dengan
budaya menghargai uang. Karena sekali lagi dia adalah hasil dari keringat kerja keras kita.

Caranya gampang:

1. Disayang
Uangnya disayangin, ditaruh rapi dalam dompet. Jangan dilipat, diremas, ditaruh sembarangan atau sampai basah karena gak dilindungi di tempat yang aman. Ketika kita baru menerima uang paling gak sampai 5 detik kita rapikan sebentar, dilurus-lurusin baru masukan ke dompet kita.
Apalagi konon, kalau kita sayang ma uang InsyaAllah si uang akan mengajak uang-uang yang lain agar segera berkumpul di dompet kamu. ‘Woy ayo gabung.. ada yang sayang ma kita nih..’ gitu katanya duit. Mau downg…

Sedih deh liat duit disemena-menakan kayak gitu

2. Jangan distraples
Hahaha.. wadooh.. jangan di straples juga dong duitnya. Kenapa mesti di straples? Takut kececer kalau gak di straples?? Uangnya khan jadi rusak atuh akang.. jadi berlubang-lubang. Percaya deh, kalau uangnya dirapikan bakalan aman aja. Atau kalau pengen benar-benar aman solusinya kumpulan uangmu di ikat karet aja. Pasti Aman deh.

No more straples, key!

3. Jangan dicoret-coret bibeh..
Arrgghhh… sering kali saya menemukan kasus ini: Uangnya Dicorat-coret, kurang kerjaan banget. Atau Top Idea bisa dilihat pada duit seribuan yang sering banget gue menemukan gambar pahlawan pattimuranya di gambarin pake kacamata.

 

Atau pernah juga menemukan duit yang ada tempelan bibir dengan lipstik merah. Idih… jijay dah-dah.. siapa sih yang punya tuh bibir? wanita benerankah..
Atau yang juga sering gue temukan adalah ‘hubungi nomor 08xxxx, ini adalah nomor cewek cantik’ plis deh.. Kalau di Malaysia (kata orang dari Bank Indonesia kemarin juga sih) duit yang ada coretannya pada gambar sultan di negara sana gak bakalan laku lagi, saking pemerintah benar-benar mendisiplinkan warganya untuk bisa menghargai uang. Hmm.. ide bagus ituh buat indonesia..

4. Disimpan
Bisa disimpan di dompet atau nabung aja sekalian di bank. Khan lumayan, selain aman bisa sambil cuci-cuci mata juga melihat Front linernya Bank.

So kawan.. Dengan memperlakukan setiap nilai uang dengan baik, menjadikannya sebagai ungkapan rasa syukur kita atas segala hasil kerja keras yang sudah kita lakukan.

 

**** Sekilas uneg-uneg ****

Guys.. Negara tercinta kita, Indonesia sekarang sekarang sedang banyak dilanda bencana, tidak sedikit saudara kita yang menjadi korbannya.

 

Walau gambar diatas kotaku (Banjarmasin) gak ada keterangan terdapat bencana atau korban, tapi sebenarnya BANJIR juga sudah ikut melanda beberapa bagian di kota kami, Bahkan juga sudah merenggut beberapa nyawa.

Jadi Kawan, Mari kita bersatu dan berdoa agar Indonesia dan tentunya saudara-saudara kita bisa tetap sehat, aman dan tak memakan korban lebih banyak lagi. Amin..

20 Cara Mudah Berhemat, Mulai dari Disiplin hingga Menghargai Waktu

Ingin cepat kaya? Makanya hidup hemat!”

Kalimat itu seringkali terucap dan tersimpan dalam benak semua orang, sayangnya tak mudah diterapkan. Banyak orang berkeinginan hidup hemat dengan menekan pengeluaran bulanan, tetapi godaan selalu datang menghampiri sehingga tak jarang keluar biaya untuk sesuatu tak penting.

Di luar itu, barangkali Anda memiliki perasaan yang mengganggu bahwa wajib menyisihkan sebagian uang untuk keadaan darurat. Namun demikian, saat keadaan ekonomi seperti sekarang ini, tampaknya sudah habis-habisan menekan biaya hidup, sehingga untuk menabung bisa jadi sebuah perjuangan yang ekstra berat.

Bagaimana cara agar dapat menabung tanpa melupakan perhatian kepada kebutuhan hidup yang lainnya? Bagaimana pula cara hidup hemat dan melawan godaan yang bisa menguras kondisi finansial? ikuti saja 20 cara menghemat uang berikut ini!

1. Belajar Disiplin dalam Mengatur Uang

Mengatur keuangan itu tidak sulit, namun perlu pemahaman dasar soal istilah finansial. Ada baiknya mengetahui apa itu cash flow, ROI, IRA dan sebagainya. Dengan demikian, kesadaran untuk hidup hemat lebih tinggi. Tak perlu baca buku, semua istilah finansial bisa dipelajari langsung secara gratis via internet.

2. Membuat Rekening Alternatif

Sebenarnya, tidak begitu sulit untuk menyembunyikan uang. Cukup membuat rekening tabungan alternatif tanpa akses kartu ATM. Setiap kali rekening tabungan menerima gaji bulanan, segera transfer nominal tertentu ke rekening tabungan alternatif atau aktifkan saja opsi transfer otomatis agar tidak repot kirim manual.

Supaya uang di tabungan alternatif tidak terpakai sama sekali, lakukan print buku tabungan setiap 4-5 bulan sekali. Setiap kali menerima bonus, segera setor langsung dan jika pendapatan bulanan naik, berarti nominal yang disetor harus naik pula.

3. Catat Pengeluaran dan Evaluasi secara Berkala

Selain peduli pada pendapatan, coba luangkan perhatian pada pengeluaran. Ambil kertas dan pensil, lalu catat semua pengeluaran dalam sebulan. Coba analisa mendalam semua pengeluaran dan cari tahu apakah ada sektor yang bisa ditekan atau dihapus karena tidak penting. Menekan pengeluaran bulanan merupakan cara paling efektif menghemat uang.

4. Cari Teman atau Anggota Keluarga yang Satu Visi, Dukungan Partner Mutlak Diperlukan

Agar lebih semangat dan terkendali dalam upaya menghemat pengeluaran, minta dukungan dan peran serta partner. Seorang ibu rumah tangga wajib melibatkan semua anggota keluarga untuk merasakan hidup hemat. Dengan keterlibatan semua pihak, maka pengeluaran bulanan lebih gampang dikendalikan.

5. Hindari Pembelian Mendadak

Jangan membeli sesuatu yang mendadak atau di luar pos pengeluaran bulanan, apalagi tidak bersifat ‘wajib’. Mengeluarkan uang untuk barang yang tak penting karena godaan ‘sale cuci gudang’ adalah bagian dari pemborosan. Jangan sampai mengambil keputusan yang berujung pada penyesalan.

6. Bayar Tunai, Hindari Hutang yang Tidak Perlu

Dampak positif kehadiran kartu kredit yaitu tak perlu bawa uang banyak ketika berbelanja. Akan tetapi dampak negatif bagi si pemilik kartu yaitu utang menumpuk akibat pemakaian tidak terkendali. Agar finansial aman bebas dari virus kartu kredit, lebih baik jangan taruh di dompet dan bayar segala sesuatu dengan uang tunai.

7. Pertimbangkan untuk Membeli Barang Kondisi Bekas Pakai

Apakah Anda sering tergoda untuk membeli barang tertentu yang bukan bagian dari pos pengeluaran? Boleh-boleh saja, namun pertimbangkan membeli barang dalam kondisi bekas ketimbang baru. Harga barang bekas alias second jauh lebih murah dan terjangkau, soal kualitas tergantung pada ketelitian calon pembeli saat mengambil keputusan.

8. Lawan Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Boros

Semua orang pasti memiliki kebiasaan buruk, namun ada pula yang berdampak negatif pada finansial. Coba pahami dan kenali diri, apakah memiliki kebiasaan buruk yang merugikan seperti hobi nongkrong di kafe atau doyan beli cemilan. Bila sukses melawan kebiasaan buruk, hidup hemat bukan sekedar omong kosong.

9. Potong Biaya Transportasi untuk Efisiensi

Seperti diketahui, biaya transportasi merupakan salah satu pos pengeluaran tertinggi. Jika ingin hemat habis-habisan, pertimbangkan pergi ke kantor naik sepeda atau biasakan anak jalan kaki ke sekolah. Jika kebutuhan kendaraan bermotor tak bisa diajak kompromi, lebih baik naik sepeda motor ketimbang mobil.

10. Jaga Kesehatan, Sakit itu Mahal!

Menjaga kesehatan tubuh sangat penting agar tidak mudah jatuh sakit, apalagi biaya yang harus dikeluarkan bisa menguras dompet dan buku tabungan. Oleh karena itu, rajin olahraga, minum dan makan teratur. Ingat, mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Terus sehat bantu cegah pengeluaran ekstra untuk biaya obat dan rumah sakit.

11. Menambah Sumber Penghasilan

Secara bertahap menambah sumber pendapatan akan memberikan akses ke lebih banyak pilihan dalam menjalani gaya hidup. Jika menjalani hidup sederhana, penghasilan tambahan akan menambah pundi kekayaan.

12. Hindari Persaingan Gaya Hidup dengan Tetangga atau Teman Kerja

Jika hidup dalam lingkungan rumah mewah, atau lingkungan kerja sosialita tak pelak hal ini bisa membuat Anda terbawa arus gaya hidup bersaing dengan tetangga atau teman kantor. Hindari hal seperti ini dan ingat persaingan gaya hidup tak akan pernah habis dan justru akan semakin membuat boros. Fokus pada situasi dan diri sendiri, dan mencoba untuk melakukan yang lebih baik daripada yang dilakukan tahun lalu.

13. Jangan Membeli apa yang Tidak mampu atau Tidak Dibutuhkan

Hanya karena toko menawarkan item untuk “% uang muka selama 3 tahun” tidak berarti Anda harus membelinya. Belilah produk yang memang dibutuhkan atau mampu membelinya. Jangan tergoda dengan iklan, apalagi sampai berhutang dengan kartu kredit.

14. Berhati-hati dalam Bergaul, Pilih Teman yang Satu Visi

Ada sebuah petuah bijak yang berbunyi “Anda adalah rata-rata dari 5 orang yang ada di sekitar Anda.” Artinya jumlah kekayaan saat ini tidak berbeda jauh dengan rata-rata 5 orang di sekitar Anda.

Hal ini memberi indikasi betapa pentingnya dalam bergaul. Jika bergaul dengan orang yang sukses dalam mengelola keuangan, maka juga akan tertular gaya hidup sukses dari orang tersebut.

15. Selalu Lihat dan Bandingkan sebelum Membeli Barang

Apakah Anda termasuk orang yang boros dalam berbelanja? Apalagi sampai mengeluarkan terlalu banyak uang ketika berbelanja di sebuah toko online. Jika iya, mulailah dari sekarang untuk selalu melihat dan membandingkan harga dan kualitas yang ingin dibeli. Mengubah kebiasaan untuk cerdas dalam berbelanja adalah langkah mendasar untuk menghemat uang.

16. Libatkan Seluruh Keluarga untuk Berhemat

Berbicara dengan pasangan dan anak-anak tentang tujuan keuangan akan membantu kesuksesan dalam mewujudkan tujuan keuangan sesuai yang Anda impikan.

17. Hadiahi Diri Sendiri saat Sukses Melakukan Sesuatu

Ketika telah mencapai penghematan sesuai dengan rencana atau sukses terhadap sebuah pekerjaan, tak ada salahnya menghadiahi diri sendiri untuk memacu prestasi yang lebih baik lagi. Hadiah bisa saja dalam bentuk liburan atau membeli barang yang Anda inginkan.

18. Hargai Waktu

Waktu adalah uang, artinya setiap saat yang terbuang, Anda harus bisa memanfaatkannya menjadi uang, bisa dalam bentuk mencari pekerjaan sampingan atau yang lainnya.

19. Ketahui Seluruh Kebutuhan yang Harus Dipenuhi sebelum Menerima Gaji

Ini untuk memudahkan Anda dalam membagi segala pos-pos pengeluaran dalam rencana keuangan, agar ketika gaji sudah diterima, Anda telah siap untuk mengeposkan seluruh gaji kepada hal-hal yang tepat. Prioritaskan kebutuhan yang mendesak agar tidak keteteran dan justru bisa memakan banyak biaya lebih jika tidak segera diselesaikan, seperti membayar tagihan kartu kredit, tagihan listrik dan tagihan-tagihan lainnya.

20. Hemat Sistem Anggaran dengan Amplop

Sistem amplop merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk memulai anggaran dengan cara mengambil seluruh pendapatan untuk bulan yang dimaksud dan membagi-baginya ke dalam berbagai kategori seperti makanan, bahan bakar, hiburan, dan pakaian.

 


Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Added a product

4 cara menghargai uang

06 min